Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WNA China Tertangkap Basah Saat Hendak Bikin Paspor Gara-gara Tak Bisa Bahasa Indonesia

Kompas.com - 11/12/2023, 18:27 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Khairina

Tim Redaksi

CILACAP, KOMPAS.com - Petugas Imigrasi Kelas I Cilacap, Jawa Tengah, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal China berinisial SL alias SW (41).

SL ditangkap di Kantor Imigrasi Cilacap pada bulan November lalu, karena diduga menggunakan dokumen kependudukan yang tidak sah untuk pengajuan pembuatan paspor Indonesia.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Cilacap Heryanu mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas saat sesi wawancara.

"Saat proses foto dan wawancara petugas mencurigai tersangka karena tidak mengerti saat dilakukan wawancara dengan bahasa Indonesia," kata Heryanu saat pers rilis di Kantor Imigrasi setempat, Senin (11/12/2023).

Baca juga: Terlibat Love Scamming, 132 WNA China yang Ditangkap di Batam Dideportasi

Petugas lantas melakukan pemeriksaan mendalam dan mendapati bahwa SL ternyata merupakan WNA asal China.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berkas permohonan paspor yang berisi antara lain KTP, akta kelahiran dan NPWP. Selain itu, petugas juga mengamankan paspor RRT atas nama tersangka.

Menurut Heryanu, SL berniat membuat paspor Indonesia untuk kemudahan berinvestasi di Indonesia.

"Tersangka telah beberapa kali datang ke Indonesia dan bertemu dengan rekannya. Ia mendapat informasi jika melakukan investasi di Indonesia bisa mendapat hak memiliki dokumen kependudukan dan paspor," ujar Heryanu.

Baca juga: 7 WNA China Diamankan di Karimun, Tak Berkaitan dengan Love Scamming Batam

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 126 Huruf (c) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun dan denda Rp 500 juta.

"Berkas perkara tersangka telah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Cilacap pada 7 Desember 2023. Saat ini tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap," kata Heryanu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penyebab Dieng Membeku Saat Kemarau, Suhu Terendah Capai Minus 1,2 Derajat

Penyebab Dieng Membeku Saat Kemarau, Suhu Terendah Capai Minus 1,2 Derajat

Regional
3 Warga Hilang di Hutan Teluk Bintuni

3 Warga Hilang di Hutan Teluk Bintuni

Regional
Absen Saat Tes Kompetensi, 1 Peserta Gugur dari Seleksi Anggota KPID Jateng

Absen Saat Tes Kompetensi, 1 Peserta Gugur dari Seleksi Anggota KPID Jateng

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Yalimo

Gempa M 5,7 Guncang Yalimo

Regional
Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Kebumen, dari Sakit Hati lalu Kabur ke Hutan

Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Kebumen, dari Sakit Hati lalu Kabur ke Hutan

Regional
Mari Bantu Kakek Geong yang Hidup di Gubuk Reyot Sendirian

Mari Bantu Kakek Geong yang Hidup di Gubuk Reyot Sendirian

Regional
Kapolda Jateng Datangi Sukolilo Pati, Minta Warga Tak Main Hakim Sendiri

Kapolda Jateng Datangi Sukolilo Pati, Minta Warga Tak Main Hakim Sendiri

Regional
Jurus Pemda Selamatkan RSUD Nunukan agar Tak Kolaps, Kucurkan Dana dari BTT dan APBD Perubahan

Jurus Pemda Selamatkan RSUD Nunukan agar Tak Kolaps, Kucurkan Dana dari BTT dan APBD Perubahan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com