Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suami Selebgram APS Disebut Atur Pembelian 21 Kg di Lampung dari Penjara

Kompas.com - 01/09/2023, 15:19 WIB
Tri Purna Jaya,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Kadafi alias David, suami selebgram asal Palembang, Sumatera Selatan, berinisial APS disebut mengatur transaksi sabu-sabu seberat total 21 kilogram di Lampung.

Transaksi tersebut terjadi pada Maret 2023 tanpa pertemuan langsung. Saat itu, Kadafi masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Fakta ini terungkap dalam dakwaan anggota jaringannya, Fajar Reskianto yang kini telah menjadi terdakwa.

Baca juga: Polda Lampung Periksa 2 Saksi Kasus Jaringan Narkotika Internasional Suami Selebgram Palembang

Sidang perdana terdakwa Fajar telah digelar pada Senin (28/8/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang.

Jaksa penuntut perkara tersebut, Irma Lestari membenarkan barang bukti perkara narkotika itu adalah sabu yang disimpan dalam 21 bungkus kopi.

"Total berat narkotika jenis sabu-sabu itu mencapai 21 kilogram," kata Irma saat dihubungi, Jumat (1/9/2023).

Irma mengatakan transaksi narkotika dalam perkara ini terjadi pada 29 Maret 2023, sekitar 19.30 WIB. Terdakwa Fajar bertugas mengambil sabu atas perintah David.

Fajar merupakan warga Jawa Timur yang sengaja dipekerjakan dan dikirim ke Lampung untuk mengambil sabu-sabu tersebut.

Baca juga: Masih Berstatus Napi, Suami Selebgram Palembang Jadi Tersangka

Selama berada di Lampung, pergerakan Fajar dikendalikan oleh David dengan cara berkomunikasi melalui telepon.

"Sabu itu ditaruh di kamar salah satu hotel di Bandar Lampung, kemudian terdakwa Fajar mengambilnya lalu membawanya ke hotel lain tempat dia menginap," kata Irma.

Transaksi ini terendus oleh Direktorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Lampung. Fajar diciduk di kamar hotel sekitar 30 menit setelah dia mengambil sabu tersebut.

Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa satu buah tas ransel warna hitam berisi 13 bungkus kopi berisi sabu dan satu buah tas selempang berisi delapan bungkus.

Kemudian dua buah koper hitam dan kuning, dua unit ponsel, serta empat lembar KTP.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BRIN Ungkap soal Rencana Penelitian Menhir di Sumbar

BRIN Ungkap soal Rencana Penelitian Menhir di Sumbar

Regional
Pemkab Ogan Komering Ulu Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir

Pemkab Ogan Komering Ulu Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir

Regional
Kronologi Ibu Racuni Anak Tiri di Riau, Beri Minum Kopi Kemasan Beracun hingga Kejang-kejang

Kronologi Ibu Racuni Anak Tiri di Riau, Beri Minum Kopi Kemasan Beracun hingga Kejang-kejang

Regional
Mantan Gubernur hingga Kiai Daftar Ikut Pilkada Babel Lewat PDI-P

Mantan Gubernur hingga Kiai Daftar Ikut Pilkada Babel Lewat PDI-P

Regional
Alasan Milenial hingga Pelaku UMKM Dukung Mbak Ita Kembali Pimpin Semarang

Alasan Milenial hingga Pelaku UMKM Dukung Mbak Ita Kembali Pimpin Semarang

Regional
Rektor Unri Ternyata Belum Cabut Laporan Polisi terhadap Mahasiswa Pengkritik UKT

Rektor Unri Ternyata Belum Cabut Laporan Polisi terhadap Mahasiswa Pengkritik UKT

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Maju Pilkada 2024, Petani di Sikka Daftar Cawabup di 2 Partai

Maju Pilkada 2024, Petani di Sikka Daftar Cawabup di 2 Partai

Regional
Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P, Mbak Ita Bertolak ke Jakarta

Jelang Penutupan Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P, Mbak Ita Bertolak ke Jakarta

Regional
Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Awalnya Dikira Korban Kecelakaan, Ternyata Dibunuh Teman

Pelajar SMK Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Awalnya Dikira Korban Kecelakaan, Ternyata Dibunuh Teman

Regional
Pernah Viral karena Nasi Goreng, Ade Bhakti Akan Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P

Pernah Viral karena Nasi Goreng, Ade Bhakti Akan Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Semarang di PDI-P

Regional
Awal Mula Rektor Unri Laporkan Mahasiswanya ke Polisi karena Kritik UKT hingga Laporan Dicabut

Awal Mula Rektor Unri Laporkan Mahasiswanya ke Polisi karena Kritik UKT hingga Laporan Dicabut

Regional
Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Sempat Dihentikan akibat Protes Kenaikan, Registrasi Mahasiswa Baru Unsoed Kembali Dibuka

Regional
Bawa Bendara RMS Saat Nobar Timnas di Ambon, Anak di Bawah Umur Diamankan

Bawa Bendara RMS Saat Nobar Timnas di Ambon, Anak di Bawah Umur Diamankan

Regional
Cerita Bripka Leonardo, Polisi yang Ubah Mobil Pribadi Jadi Ambulans Gratis

Cerita Bripka Leonardo, Polisi yang Ubah Mobil Pribadi Jadi Ambulans Gratis

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com