Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buntut Bentrokan Saat Penertiban di Lhokseumawe, Satpol PP dan Pedagang Saling Lapor

Kompas.com - 31/07/2023, 16:08 WIB
Masriadi ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

 

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Pedagang yang bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lhokseumawe melaporkan tindakan oknum petugas dalam penertiban pedagang handphone di Kota Lhokseumawe.

Sebaliknya, Satpol PP Lhokseumawe juga melaporkan pedagang dampak bentrok tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Lhokseumawe, Salman, membenarkan kedua belah pihak telah saling lapor.

Baca juga: Bentrok Pedagang dan Satpol PP, 2 Warga Lhokseumawe Dilarikan ke RS

Dia menyebutkan, Satpol PP juga resmi melaporkan tindakan pedagang pada petugas yang menertibkan pedagang.

“Namun, detailnya saya belum bisa ceritakan. Karena ini saling lapor, agar tidak bias, maka nanti kami akan gelar konperensi pers secara komprehensif,” kata Salman saat dihubungi, Senin (31/7/2023).

Dia menyebutkan, laporan keduanya telah diterima penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Lhokseumawe. 

“Intinya laporan mereka sudah kita terima, baik dari Satpol PP maupun pedagang,” terangnya. 

Dia berharap, masyarakat bersabar menunggu penyelidikan yang dilakukan polisi. 

Baca juga: 5 Remaja Bawa Parang untuk Tawuran Ditangkap di Lhokseumawe

Sebelumnya diberitakan, bentrok antar pedagang handphone dan petugas Satpol PP Lhokseumawe terjadi pada 25 Juli 2023 malam.

Dampaknya, dua pedagang dilarikan ke rumah sakit.

Satpol PP Lhokseumawe menertibkan pedagang yang berjualan di pusat kota untuk pindah ke lokasi Pasar Buah Lhokseumawe. Namun, pedagang tidak mau dan terjadilah bentrok. 

Sedangkan Kepala Satpol PP Lhokseumawe, Herry Maulana, dihubungi terpisah menyebutkan dirinya menghormati proses hukum.

“Kami hormati proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com