Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berusaha Selamatkan 2 Murid, Pak Guru Terseret Arus dan Tewas Bersama 2 Siswanya

Kompas.com - 26/12/2022, 10:30 WIB
Rosyid A Azhar ,
Khairina

Tim Redaksi

GORONTALO, KOMPAS.com – Dua siswa dan seorang guru terseret Sungai Bone di Dusun III Limbuwahu Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Ketiga orang yang terseret arus sungai ini adalah Kadri Hadju (38) guru SMAN 1 Suwawa Timur warga Desa Iloheluma, Kecamatan Tilongkabila, Farel Prasetyo Moto (15) pelajar warga Desa Tilangobula, Kecamatan Suwawa Timur dan Rifan Lasole (16) pelajar warga Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur.

Baca juga: SAR Mataram Hentikan Pencarian WN Perancis yang Tenggelam di Perairan Gili Trawangan

Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, Yoan Achril Babyongo mengungkapkan peristiwa ini.

Menurut Achril, seorang ibu bernama Yuni Tolago, warga Dumbaya Bulan Kecamatan Suwawa Timur yang menjadi saksi mata dalam peristiwa ini memberi penjelasan.

Awalnya, sebelum Kadri Hadju ke sungai, ia sempat makan bersama dengan anak muridnya sebanyak 15 orang sekitar pukul 14.00 Wita di rumah Difta, seorang pengurus OSIS SMAN I Suwawa Timur.

“Pada Sabtu sore itu Pak Guru rencananya cuma datang untuk foto bersama dengan siswanya di Sungai Bone. Namun sampai di sungai Pak Guru bersama muridnya 5 orang turun mandi,” kata Yuni Tolago, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Kotabaru, 3 Nelayan Hilang

Namun, tidak lama kemudian, 2 dari 5 siswa yang mandi terseret arus air sungai ke bagian yang memiliki kedalaman 5-10 meter. Mereka berdua minta pertolongan ke guru Kadri Hadju.

Guru Kadri Hadju pun langsung berusaha menolong muridnya namun sayangnya ia ikut tenggelam terbawa arus sampai ke dalam dasar air.

Siswa lainnya yang berada di lokasi menanti kemunculan guru dan 2 temannya, namun tak kunjung ada. Mereka kemudian memutuskan menuju ke perkampungan untuk melapor ke warga desa.

Warga dan aparat Desa Poduwoma berbondong menuju lokasi untuk membantu melakukan pencarian.

Dua jam kemudian tim pencarian dari Kantor Pencarian dan Pertolongan datang bersama TNI/Polri melakukan pencarian di lokasi.

“Pada pukul 17.35 Wita jasad Kadri Hadju ditemukan masyarakat, pukul 18.15 Wita jasad Farel Prasetyo Moto ditemukan tim gabungan Basarnas TNI/Polri dan masyarakat dan jasad Rifan Lasole ditemukan pukul 21.50 Wita oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI/Polri dan masyarakat. Saat ditemukan ketiganya sudah meninggal dunia,” kata Achril Babyonggo.

Guru Kadri Hadju merupakan Guru SMAN I Suwawa Timur terangkat menjadi guru honorer sajak tahun 2011, dan terangkat menjadi pegawai negeri sipil pada 2012.

"Pak guru sangat dekat dengan semua termasuk saya, kami semua kehilangan beliau,” kata Sudarsono, Kepala Resor Tulabolo Pinogu Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Kedekatan Kadri Hadju dengan semua orang ini juga dirasakan Ardin Mokodompit, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Menurut Ardin, Kadri Hadju sejak dulu memang akrab dengan semua siswa, bahkan orangtua siswa pun banyak yang mengenal dia sebagai pribadi yang ramah.

“Korban Kadri Hadju dimakamkan di kampung halamanya di Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara,” ujar Achril Babyonggo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com