Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 09:45 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendukung produksi pertanian dengan membuat program benih gratis untuk petain, yakni Mandiri Benih.

Paling baru, Andi merilis program Mandiri Benih Tahap II dengan menyalurkan bantuan 2.500 ton benih padi untuk luas lahan 100.000 hektar (ha) untuk musim tanam Oktober 2022 sampai Maret 2023 di Center Point of Indonesia.

Selain bibit padi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel juga menyalurkan bibit kakao, kopi, cengkeh, pala, dan benih jagung hibrida.

Pemprov Sulsel juga memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), bantuan semen beku inseminasi, dan buatan sapi/kerbau dengan total Rp 66 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022.

Baca juga: Gubernur Sulsel Teken UMP 2023, Naik 6,9 Persen Jadi Rp 3.385.145

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel memprediksi produksi padi 2022 sebanyak 5,34 juta ton atau meningkat sebesar 4,92 persen (250.000 ton) jika dibandingkan pada 2021 sebesar 5,09 juta ton.

“Kenaikan ini tentunya tidak lepas dari adanya dukungan bantuan benih bermutu yang kami tangkarkan sendiri di instalasi kebun benih (IKB) sebagai produsen benih pokok,” katanya dalam siaran pers, Rabu (30/11/2022).

Andi juga berterima kasih kepada penyuluh maupun kepada setiap dinas di kabupaten yang berkenan untuk bersentuhan langsung dengan petani.

Untuk diketahui, pada program Mandiri Benih Tahap I musim tanam April sampai September 2022, Pemprov Sulsel telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 1.200 ton.

Program tersebut membuat peningkatan produktivitas pertanian padi dengan rata-rata 1-2 ton per ha.

Baca juga: Empat Kecamatan Terendam Banjir di Kota Parepare Sulsel, Tim SAR Evakuasi Ratusan Warga Terjebak

Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan baik dan sukses. Petani kita sudah panen dengan hasil yang sangat memuaskan. Rata-rata petani penerima bantuan melaporkan produksinya meningkat dari tahun sebelumnya,” jelas Andi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com