Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Pelaku Penimbunan Elpiji Subsidi Ditangkap, Dijual hingga Rp 60.000 Per Tabung, Ancamannya 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/09/2022, 15:50 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Unit Reskrim Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan dua orang diduga pelaku penimbunan elpiji subsidi.

Keduanya adalah ED alias MA (42) seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Jalan Pasar Pagi Gang Mangga 2, Nunukan Tengah; dan L (39) warga Jalan Radio, RT 4, Nunukan Utara.

Kapolres Nunukan AKPB Ricky Hadianto mengungkapkan, kedua pelaku melakukan upaya penimbunan tabung elpiji melon untuk mengambil keuntungan lebih banyak.

Baca juga: Khofifah Minta Warga Jatim Tak Panic Buying BBM dan LPG, Sebut Stok Aman

‘’Elpiji melon subsidi yang seharusnya dijual sebagaimana ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 20.000, mereka kumpulkan, lalu dijual sampai Rp 60.000 bahkan lebih,’’ujarnya, Rabu (28/9/2022).

Aksi tersebut, menjadi salah satu faktor dari kelangkaan elpiji yang terjadi di Kabupaten Nunukan.

Sejauh ini, Polres Nunukan kerap kali menerima aduan akan sulitnya mendapatkan tabung elpiji melon, meski pembelian sudah diatur dalam regulasi dengan ketentuan menunjukkan SKTM.

Termasuk dugaan pengiriman elpiji ke luar Pulau Nunukan, yang menjadi salah satu faktor terjadinya kelangkaan.

Baca juga: Wali Kota Denpasar Harap Kajian Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi Diperdalam

Dari data yang dicatat Bagian Ekonomi Setkab Nunukan, kuota elpiji subsidi untuk Kabupaten Nunukan sejak 2016 adalah 68.000 tabung.

Jumlah tersebut, disalurkan ke dua agen, yaitu Karya Liem sebanyak 22.400 tabung per bulan dan Sebatik Island 46.480 tabung per bulan dan dialokasikan untuk 90 pangkalan.

‘’Jadi ini menjadi warning bagi para pelaku yang melakukan aksi serupa. Bahwa penimbunan dan penjualan di atas HET, bisa menjadi tindak pidana yang akan diproses hukum,’’jelasnya.

Ricky menjelaskan, pengungkapan kasus ini, berawal dari informasi adanya aksi penjualan elpiji subsidi antara Rp 55.000 sampai Rp 60.000 oleh warga Jalan Pasar Pagi, ED.

Penelusuran dilakukan di kediaman ED dan petugas menemukan 34 tabung elpiji subsidi yang akan diperjualbelikan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan perkara dan mendapat pengakuan, puluhan tong elpiji melon tersebut diperoleh dari L, seorang penjaga gudang agen sub penyalur bernama IM.

‘’L ini melaporkan bahwa elpiji melon sudah habis terjual dengan harga Rp 20.000 ke agen penyalur. Ternyata barang itu, dia bayar dan dikumpulkan di kios sembako miliknya, di Jalan Radio itu,’’jelasnya.

Elpiji itu pun ia jual dengan cara menawarkan ke pembeli dengan harga dua kali lipat, atau Rp 40.000.

‘’Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 36 tong elpiji subsidi di kios milik L. Barang bukti kita amankan di Polres untuk proses hukum,’’jelasnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 UURI Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana diubah dalam Pasal 55 UURI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Lebih lanjut, Ricky juga menegaskan adanya pengawasan melekat terhadap distribusi elpiji subsidi di Nunukan.

Ia memperingatkan warga yang mengirim elpiji melon ke wilayah pedalaman yang belum berstatus konversi gas agar menghentikan aksi mereka.

‘’Kami sudah koordinasi dengan Pemkab dan DPRD untuk menindak aksi pengiriman elpiji subsidi ke wilayah yang bukan peruntukannya. Intinya pengawasan dalam penyaluran subsidi akan diawasi secara ketat supaya kelangkaan yang terjadi bisa terurai,’’tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebut Pemerintah Pusat Belum Koordinasi soal Pembangunan Tol Lingkar Solo, Bupati Klaten: Saya Membacanya Lewat Media Sosial

Sebut Pemerintah Pusat Belum Koordinasi soal Pembangunan Tol Lingkar Solo, Bupati Klaten: Saya Membacanya Lewat Media Sosial

Regional
12 Remaja Anggota Geng Motor di Pekanbaru Lakukan Begal, Celurit hingga 'Double Stick' Disita

12 Remaja Anggota Geng Motor di Pekanbaru Lakukan Begal, Celurit hingga "Double Stick" Disita

Regional
Kesakitan Saat Buang Air Kecil, Balita di Manggarai Timur Diduga Dicabuli Mantan Anggota DPRD

Kesakitan Saat Buang Air Kecil, Balita di Manggarai Timur Diduga Dicabuli Mantan Anggota DPRD

Regional
Tak Terima Dihina 'Gila' dan Kerja Lembur Tak dibayar, Buruh di Grobogan Adu Argumen dengan Bosnya Warga India

Tak Terima Dihina "Gila" dan Kerja Lembur Tak dibayar, Buruh di Grobogan Adu Argumen dengan Bosnya Warga India

Regional
Ratusan Penggemar Tertipu Konser Sheila on 7 Palsu di Pontianak, Ramai-ramai Lapor Polisi

Ratusan Penggemar Tertipu Konser Sheila on 7 Palsu di Pontianak, Ramai-ramai Lapor Polisi

Regional
Kasus Guru Silat Perkosa Anak 9 Tahun di Sragen 3 Tahun Mangkrak, Ayah Korban Kecewa

Kasus Guru Silat Perkosa Anak 9 Tahun di Sragen 3 Tahun Mangkrak, Ayah Korban Kecewa

Regional
8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, BBPOM Padang: Minuman Energi Power F Bukan untuk Anak

8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, BBPOM Padang: Minuman Energi Power F Bukan untuk Anak

Regional
Bersembunyi di Sungai Selama 1,5 Jam, Pencuri Mobil Ditangkap Babinsa dan Warga di Banyumas

Bersembunyi di Sungai Selama 1,5 Jam, Pencuri Mobil Ditangkap Babinsa dan Warga di Banyumas

Regional
Adik di Tasikmalaya Tusuk Sang Kakak yang Tidur hingga Tewas, Pelaku yang Diduga ODGJ  Kabur

Adik di Tasikmalaya Tusuk Sang Kakak yang Tidur hingga Tewas, Pelaku yang Diduga ODGJ Kabur

Regional
Kapal Tanpa Awak yang Terdampar di Alas Purwo Banyuwangi Ternyata Dilepas di Laut karena Rusak

Kapal Tanpa Awak yang Terdampar di Alas Purwo Banyuwangi Ternyata Dilepas di Laut karena Rusak

Regional
Camry Pelat Merah Kecelakaan di Jambi, Disopiri Siswa SMA dan Bawa Penumpang Tanpa Busana, Milik Siapa Mobil Itu?

Camry Pelat Merah Kecelakaan di Jambi, Disopiri Siswa SMA dan Bawa Penumpang Tanpa Busana, Milik Siapa Mobil Itu?

Regional
Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Regional
Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Regional
Beroperasi sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Beroperasi sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Regional
Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.