Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gara-gara Ilmu Gaib, Pria di Sulut Aniaya Lansia Pakai Parang hingga Tewas

Kompas.com - 30/08/2022, 12:05 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial AD (30) menganiaya tetangganya Abdul Topayu (72) hingga tewas. AD membunuh Abdul gara-gara ilmu gaib yang diyakini berasal dari korban.

Peristiwa pembunuhan terjadi di Desa Lipubogu Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Jumat (19/8/2022) sekitar pukul 05.00 Wita.

"Mendapatkan informasi warga, polisi langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan terduga pelaku AD bersama barang bukti sebuah senjata tajam jenis parang, satu jam setelah kejadian," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Mandi di Sungai, Pedagang Kerupuk di Gowa Ditemukan Tewas Tenggelam

Adapun motif pembunuhan diduga karena terduga pelaku merasakan suatu keanehan yang dialaminya dan diyakininya berasal dari korban.

"Dari hasil pemeriksaan, diakui terduga pelaku bahwa ia telah diganggu ilmu ghaib oleh korban. Sehingga secara spontan melakukan pembunuhan terhadap korban," ungkap Jules.

Peristiwa tersebut terjadi saat subuh hari menjelang pagi, di depan rumah korban. Usai shalat subuh korban pulang dari masjid dan duduk-duduk di depan rumah. Tak lama berselang datang terduga pelaku yang merupakan tetangga korban.

"Terduga pelaku membawa parang dan langsung menganiaya korban hingga menggalami luka tebasan di kaki sebelah kanan, kaki sebelah kiri putus dan luka tebasan di bagian leher, " jelas Jules.

Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Bolaang Mongondow Utara dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jules pun minta warga agar tetap tenang dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Kasus ini sudah ditangani kepolisian, kami minta warga tetap tenang dan tetap menjaga kamtibmas. Serahkan penanganan kasus ini ke polisi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Regional
Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Regional
Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Regional
Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Regional
Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Regional
Bernostalgia di Kafe Gethe, 'Permata Terpendam' Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Bernostalgia di Kafe Gethe, "Permata Terpendam" Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Regional
Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Regional
Kakek di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Tenggelam Saat Cari Ikan

Kakek di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Tenggelam Saat Cari Ikan

Regional
Pengemudi Fortuner Penabrak Pemotor Ternyata Menantu Polisi, Pakai Pelat Palsu dan Warna Mobil Diubah

Pengemudi Fortuner Penabrak Pemotor Ternyata Menantu Polisi, Pakai Pelat Palsu dan Warna Mobil Diubah

Regional
Minyakita di Balikpapan Dijual Bersyarat, dari Harus Beli Sabun Cuci hingga Minyak Goreng Premiun Merek Lain

Minyakita di Balikpapan Dijual Bersyarat, dari Harus Beli Sabun Cuci hingga Minyak Goreng Premiun Merek Lain

Regional
Sejumlah Sapi di Blora Terjangkit LSD, Pemkab Ungkap Kendala Saat Terjun ke Lapangan

Sejumlah Sapi di Blora Terjangkit LSD, Pemkab Ungkap Kendala Saat Terjun ke Lapangan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Februari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Februari 2023

Regional
Dituduh Komplotan Penculik Anak, 5 Sales Jaket Asal Garut Diamuk Warga di Muratara Sumsel

Dituduh Komplotan Penculik Anak, 5 Sales Jaket Asal Garut Diamuk Warga di Muratara Sumsel

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.