Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunakan Parang, Seorang Suami di Kolaka Aniaya Istri dan Anaknya karena Dapat Bisikan Gaib

Kompas.com - 12/07/2022, 07:38 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang suami di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menganiaya istri dan anaknya yang masih berusia 2 tahun menggunakan parang.

Pelaku berinisial DS (25) menganiaya istrinya, R (23) dan anak mereka, AA, di rumahnya di Dusun IV, Desa Kukutio, Kecamatan Watubangga, Kolaka, Jumat (8/7/2022), pukul 22.00 Wita.

Kepala Sub Seksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Humas Polres Kolaka, Aipda Riswandi menjelaskan, polisi menangkap DS yang diduga pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca juga: Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Pria di Gunungkidul Jalan Kaki 54 Km dalam Kondisi Linglung, Sempat Dikira Hilang

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Riswandi mengungkapkan, penganiayaan dengan parang itu diketahui Suwandim (45), yang merupakan ayah pelaku.

Awalnya, Suwandim mendengar suara ribut dari dalam kamar selanjutnya mendengar suara korban meminta tolong, sehingga saksi bergegas mendatangi korban dan melihat kedua korban sudah terluka.

"Saksi melihat pelaku keluar rumah sambil membawa sebilah parang kemudian berlari ke arah hutan," ucap Aipda Riswandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/7/2022).

Akibat penganiayaan tersebut, korban R yang merupakan istri pelaku mengalami luka pada bagian kepala dan lengan kiri, sementara anaknya mengalami luka robek pada bagian dada dan bahu.

Kemudian lanjut Riswandi, pelaku berhasil ditangkap di sebuah gubuk dalam hutan pada Sabtu (9/7/2022) sekitar pukul 08.00 Wita, oleh Unit Reskrim Polsek Watubangga yang dipimpin Kanit Reskrim Aipda Asdin.

Pelaku beserta barang bukti sebilah parang telah diamankan di Polres Kolaka, dan kasus tersebut telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kolaka.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Watubangga mengungkapkan bahwa pelaku mengaku tega menganiaya istri dan anak kandungnya sendiri setelah mendapat bisikan gaib.

"Dari pengakuannya, pelaku menganiaya istri dan anaknya menggunakan parang karena mendapat bisikan gaib,” tutur Aipda Asdin, saat memberi keterangan, Senin (11/7/2022).

Ia menambahkan, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 44 ayat 1 UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Baca juga: Istri di Kediri Tusuk Suami hingga Tewas, Pelaku Mengaku Dapat Bisikan Gaib

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Regional
Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Regional
Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Regional
Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Regional
Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Regional
Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Regional
Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Regional
Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Regional
Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Regional
Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Regional
Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Regional
Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Regional
Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.