Kompas.com - 27/06/2022, 17:41 WIB

PANGKALPINANG, KOMPAS.com-Sejumlah pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Induk, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, belum menerima pasokan minyak goreng curah Rp 14.000 per liter.

Ketiadaan pasokan tidak dipermasalahkan pedagang karena masyarakat sudah terbiasa dengan minyak goreng kemasan.

"Sampai hari ini belum ada minyak goreng curah. Untuk stok minyak goreng kemasan lumayan banyak," kata Adi, pemilik Toko Adi di Pangkalpinang, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Pedagang di Pasar Beringharjo Tidak Setuju Wacana Pembelian Minyak Goreng Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Adi menuturkan, selama ini tidak ada keluhan dari pembeli terkait harga minyak goreng kemasan yang dijual Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per liter.

Pedagang lainnya, Hazlia mengatakan, pembeli yang umumnya untuk kebutuhan rumah tangga sudah terbiasa menggunakan minyak goreng kemasan.

Alasannya karena ingin lebih praktis dan tidak mau ribet dengan syarat pembelian.

"Kalau pun ada, kami lihat dulu masyarakat mau beli atau tidak. Biasanya yang curah lebih untuk pedagang dan usaha warung makan," ujar dia.

Baca juga: Begini Ribetnya Membeli Minyak Goreng di Pasar Tradisional Pakai PeduliLindungi

Pemilik toko Ung Bung Sen juga memastikan belum menerima minyak goreng curah.

Bahkan informasi dan persyaratan belum sampai pada para pedagang di Pasar Induk Pangkalpinang.

"Bagi masyarakat yang penting stok ada. Ini khususnya untuk keperluan rumah tangga," ujar Ung.

Sementara, warga Air Itam bernama Gatot mengaku sudah biasa memenuhi kebutuhan pokok dengan berbelanja di pasar.

Gatot tidak mempermasalahkan minyak goreng curah ada atau tidak.

"Saya pernah ngantre untuk dapat dua liter. Terlalu ribet, baiknya beli kemasan. Mungkin beda kalau untuk pedagang gorengan," ujar dia.

Baca juga: Cara Membeli Minyak Goreng Curah dengan PeduliLindungi atau NIK

Gatot pun menyarankan distribusi minyak goreng curah difokuskan pada pedagang atau pelaku usaha warung makan.

"Kalau kebutuhan rumah tangga, buat apa antre pakai persyaratan. Di Pangkalpinang gak biasa hanya urusan minyak goreng," ucap Gatot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Regional
Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Regional
Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Regional
Diduga Terhimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Diduga Terhimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Regional
Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Regional
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Regional
Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Regional
Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Regional
Serabi Kalibeluk, Panganan Tradisional Khas Kabupaten Batang yang Mulai Langka

Serabi Kalibeluk, Panganan Tradisional Khas Kabupaten Batang yang Mulai Langka

Regional
 PRT Banjarnegara Dibunuh Teman Kerja di Cilacap, Polisi Ungkap Motifnya

PRT Banjarnegara Dibunuh Teman Kerja di Cilacap, Polisi Ungkap Motifnya

Regional
 Heboh, Ada Biawak Besar Masuk Rumah Warga, Sembunyi di Bawah Wastafel

Heboh, Ada Biawak Besar Masuk Rumah Warga, Sembunyi di Bawah Wastafel

Regional
Pesan Jokowi kepada Petani Kelapa Genjah: Dirawat Ya, Nanti Saya Cek Lagi

Pesan Jokowi kepada Petani Kelapa Genjah: Dirawat Ya, Nanti Saya Cek Lagi

Regional
Bupati Pemalang Lantik Pengganti Sekda yang Terjerat Korupsi

Bupati Pemalang Lantik Pengganti Sekda yang Terjerat Korupsi

Regional
Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Terlilit Utang, Penjaga Kos Tega Gadaikan Tiga Unit Motor Majikan

Regional
Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Sembilan Pangkalan Nakal di Balikpapan Diberi Sanksi Akibat Jual Elpiji di Atas HET

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.