Kompas.com - 27/06/2022, 14:38 WIB

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Gunung api Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan awan panas guguran, Senin (27/6/2022).

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Fransiskus Desales Molo mengatakan, awan panas mengarah ke timur laut dengan jarak luncur 700 meter.

"Sejak pukul 06.00 Wita - 12.00 Wita gunung api mengalami 17 kali gempa guguran. Teramati guguran dengan jarak luncur 500 m - 700 m ke arah timur laut terdengar suara gemuruh lemah hingga sedang," jelas Molo dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Warga Lamatokan NTT Dikabarkan Berhamburan karena Erupsi Ile Lewotolok, Kades: Itu Tidak Benar

Selain itu, lanjutnya, Gunung lle Lewotolok mengalami 2 kali gempa letusan, 30 kali hembusan, 26 kali tremor non harmonik, dan satu kali vulkanik. 

Molo menjelaskan, sampai saat ini tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada level tiga siaga.

Masyarakat dan wisatawan diminta agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak, radius 3,5 kilometer untuk sektor tenggara, radius 4 kilometer untuk sektor timur dan timur laut.

Masyarakat tiga desa Lamawolo, Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, warga sekitar diminta menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Pemkab: Waspada Longsor Material dari Puncak

Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan.

Sementara itu Kepala Pos PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan, yang harus diwaspadai apabila terjadi penumpukan material lava yang semakin membukit.

"Langkah antisipasi kita ke depan adalah guguran di ujung lidah lava (faktor gravitasi) atau tekanan magma sehingga memicu longsoran yang menimbulkan awan panas guguran," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Promo Hari Kemerdekaan, Naik Bus Trans-Semarang Hanya Bayar Rp 77

Promo Hari Kemerdekaan, Naik Bus Trans-Semarang Hanya Bayar Rp 77

Regional
Pemerintah Siapkan Dana Ganti Rugi untuk Sapi yang Kena PMK, Ketua Satgas KPBS: Jangan Uang, Kasih Sapi Saja

Pemerintah Siapkan Dana Ganti Rugi untuk Sapi yang Kena PMK, Ketua Satgas KPBS: Jangan Uang, Kasih Sapi Saja

Regional
Ketika Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan, Berujung Permintaan Maaf BEM Untirta

Ketika Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan, Berujung Permintaan Maaf BEM Untirta

Regional
Perlakuan Kasar Oknum Perawat Diunggah di Medsos, Kepala Puskesmas Nunukan: Kami Sedih Langsung Di-posting

Perlakuan Kasar Oknum Perawat Diunggah di Medsos, Kepala Puskesmas Nunukan: Kami Sedih Langsung Di-posting

Regional
Klarifikasi BEM Untirta soal Mahasiswa Baru Dijemur Berjam-jam hingga Pingsan

Klarifikasi BEM Untirta soal Mahasiswa Baru Dijemur Berjam-jam hingga Pingsan

Regional
Kompol CB, Perwira Polres Sorong Kota yang Terlibat Narkoba Terancam Dipecat

Kompol CB, Perwira Polres Sorong Kota yang Terlibat Narkoba Terancam Dipecat

Regional
Pria di Pontianak Tunjukkan Kemaluan dan Cabuli Gadis Remaja 14 Tahun

Pria di Pontianak Tunjukkan Kemaluan dan Cabuli Gadis Remaja 14 Tahun

Regional
 Prajurit Perbatasan Indonesia-Malaysia Tangkap 3 Penyelundup Narkoba, Sempat Terjadi Kontak Tembak

Prajurit Perbatasan Indonesia-Malaysia Tangkap 3 Penyelundup Narkoba, Sempat Terjadi Kontak Tembak

Regional
Kelebihan Kelapa Genjah yang Ditanam Presiden Jokowi di Boyolali, Bisa Berbuah hingga 180 Biji Per Pohon

Kelebihan Kelapa Genjah yang Ditanam Presiden Jokowi di Boyolali, Bisa Berbuah hingga 180 Biji Per Pohon

Regional
5 Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

5 Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

Regional
Ungkap Perilaku Bharada E Semasa Sekolah, Kepala Sekolah SMAN 10 Manado: Kami Kaget

Ungkap Perilaku Bharada E Semasa Sekolah, Kepala Sekolah SMAN 10 Manado: Kami Kaget

Regional
Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Regional
Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Regional
Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Regional
Diduga Terimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Diduga Terimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.