2 Pegawai Honorer Bacok Polisi karena Tak Diberi Uang untuk Beli Minuman Keras

Kompas.com - 12/05/2022, 17:06 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Dua orang honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, nekat menikam anggota polisi lantaran tidak diberi uang untuk membeli minuman keras, pada Kamis (12/5/2022).

Kepala Kepolisian Resor Kota Palangkaraya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Santosa membenarkan telah terjadi penganiayaan yang dilakukan dua orang pria terhadap korban yang merupakan salah satu anggota polisi.

"Korban bertugas di Polda kalimantan Tengah," kata Budi, kepada Kompas.com saat jumpa pers di Mako Polresta Palangkaraya, pada Kamis.

Kejadian bermula saat polisi yang menjadi korban tersebut sedang mengawasi pekerjaan pembersihan lahan, di Jalan Cilik Riwut, Kilometer 14, Palangakaraya, didatangi oleh seorang pria yang meminta uang secara paksa.

Baca juga: Gibran Bertemu Ketua DPP PDI-P, Ini yang Dibicarakan

Pria itu meminta kepada korban Rp 50.000, dengan alasan untuk membeli minuman keras.

Namun, saat itu korban tidak memberikan. Pelaku marah dan sempat terjadi perang mulut dan akhirnya korban memukul pelaku.

Tidak terima dipukul dan tidak mendapatkan uang, pelaku pergi memanggil seorang temannya.

Kedua orang tersebut kembali mendatangi korban, sehingga akhirnya kembali terjadi perang mulut antara korban dengan kedua pelaku.

Akhirnya, kedua orang tersebut langsung menyerang korban menggunakan sebilah parang jenis mandau (parang suku dayak).

"Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, sehingga salah satu jari korban terputus," ujar Budi.

Melihat korban sudah bersimbah darah, kedua orang preman tersebut langsung melarikan diri, meninggalkan korban di lokasi.

 

Proses penangkapan

Jajaran Jatanras dan Intelkam Polres Palangkaraya, langsung meluncur ke lokasi tempat kejadian.

Namun, kedua pelaku sudah melarikan diri, sementara korban juga sudah dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka yang cukup serius di beberapa bagian tubuh.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi serta meminta keterangan dari beberapa orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian.

Setelah mengantongi beberapa informasi, polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dalam tempo kurang dari 24 jam, kedua orang pelaku berhasil diamankan.

Baca juga: Money Changer di Singkawang Dirampok Kepala Cabangnya Sendiri

"Kedua orang pelaku ini masih memiliki hubungan keluarga," ujar Budi.

Tenaga honorer

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangakaraya Achmad Zaini membenarkan bahwa kedua pelaku penganiayaan yaitu HT (34) dan B (24), merupakan tenaga honorer pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangakaraya.

Keduanya sudah bekerja lebih dari dua tahun sebagai pengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir.

 

Namun, kini nasib keduanya akan diberhentikan sebagai Honorer, lantaran terlibat kasus kriminal.

"Kalau memang nanti terbukti, maka akan diberhentikan," kata Zaini kepada Kompas.com.

Di dalam perjanjian kerja sebagai tanaga kerja tidak tetap atau honorer, sudah jelas bahwa siapa saja yang terlibat kasus tindak pidana, maka akan siap diberhentikan.

Baca juga: Petugas Lapas Singkawang Gagalkan Penyelundupan 42 Paket Sabu, Disamarkan Dalam Cincau

"Pada saat kejadian sudah di luar jam bekerja, sehingga tidak ada kaitannya dengan pekerjaan," tambah Zaini.

Bahkan, sejak keduanya diamankan dan ditahan di sel tahanan Polresta Palangkaraya, penghasilan atau gaji sudah diberhentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya.

Keduanya terancam hukuman penjara maksimal selama sembilan tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

Regional
Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Regional
Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Regional
Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Regional
10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

Regional
Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Regional
Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Regional
Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Regional
Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Regional
Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Regional
Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Regional
Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Regional
Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Regional
Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.