Update Arus Balik, Kondisi di Pelabuhan Bakauheni Mulai Lengang

Kompas.com - 08/05/2022, 22:12 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com- Arus balik di Pelabuhan Bakauheni pada H+4 Lebaran 2022 mulai lengang.

Antrean kendaraan di area parkir tunggu dermaga pun mulai terlihat berkurang.

Pantauan Kompas.com pada Minggu (8/5/2022) pukul 20.30 WIB - 21.30 WIB, volume pemudik baik itu pejalan kaki maupun menggunakan kendaraan tampak menurun.

Baca juga: Dalam Keramaian Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Polisi Tangkap Buronan

Meskipun sejumlah pemudik masih berdatangan, tetapi jumlahnya tidak terlalu signifikan.

Di area parkir tunggu Dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni, jumlah mobil pribadi hanya sekitar setengah dari daya tampung area tunggu.

Padahal, di jam yang sama pada Sabtu (7/5/2022) jumlah mobil pribadi memenuhi seluruh area parkir tunggu.

Bahkan sebagian kendaraan di dermaga ini harus dipindahkan atau mengantre di dermaga lain agar tidak terjadi penumpukan.

Baca juga: Update Arus Balik Mudik 2022, Polisi: Semalam Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

Kelengangan juga terlihat di selasar Dermaga 1 dan Dermaga 2 yang menjadi akses bagi pemudik pejalan kaki naik ke kapal.

Berdasarkan pantauan sejak H+1 kemarin, pukul 19.00 WIB - 22.00 WIB adalah jam sibuk dimana pemudik pejalan kaki mulai berdatangan dan menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Data terkini ASDP cabang Pelabuhan Bakauheni

Dari data terkini ASDP cabang Pelabuhan Bakauheni pada Minggu (8/5/2022) mulai pukul 08.00 WIB - 20.00 WIB, total penumpang yang telah diseberangkan mencapai 79.343 orang.

Rinciannya, pejalan kaki sebanyak 8.077 orang dan penumpang dalam kendaraan sebanyak 71.266 orang.

Total penumpang pada hari Minggu ini lebih sedikit sekitar 80.800 orang dibanding malam sebelumnya yang mencapai 160.143 orang.

Baca juga: Kendaraan Pemudik Menumpuk di Bakauheni Sabtu Malam, Klakson Bersahutan, 20 Menit Tak Bergerak

Kemudian untuk total kendaraan yang telah menyeberang pada  Minggu (8/5/2022) mulai pukul 08.00 WIB - 20.00 WIB mencapai 19.605 unit.

Jumlah ini pun lebih sedikit sekitar 19.340 unit dibanding malam sebelumnya yang mencapai 38.945 unit.

Sesuai prediksi Kapolri

Berdasarkan data rekap ASDP cabang Pelabuhan Bakauheni, puncak peningkatan volume penumpang yang menyeberang ke Pelabuhan Merak terjadi pada Sabtu (7/5/2022) malam.

Ini sesuai dengan prediksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu sore.

Baca juga: Terlambat Berangkat Berjam-jam, Ratusan Pemudik Protes di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni

Ketika itu Listyo mengatakan, sebanyak 40.000 pemudik diperkirakan akan menyeberang pada Sabtu (7/5/2022) malam di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Listyo mengatakan, jika melihat grafik jumlah pemudik yang telah menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten dalam dua - tiga hari terakhir, terjadi peningkatan yang terang.

"Ada peningkatan dalam tiga hari terakhir, dari 15.000, naik ke 16.000, lalu naik lagi 21.000 penumpang, malam ini bisa ada kemungkinan meningkat lagi menjadi 40.000 penumpang," kata Listyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 untuk Nakes di Solo Capai 67,81 Persen

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Covid-19 untuk Nakes di Solo Capai 67,81 Persen

Regional
Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Regional
191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

Regional
Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Regional
Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Regional
Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Regional
Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Regional
Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Regional
Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Regional
Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Regional
Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Regional
Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Regional
Di Balik Viralnya 'Ojo Dibandingke' dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Di Balik Viralnya "Ojo Dibandingke" dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Regional
Elpiji Subsidi  3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Elpiji Subsidi 3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Regional
Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.