Minyak Goreng Curah di Pesawaran Lampung Langka, Hanya Tersedia 8.000 Liter Per Hari

Kompas.com - 06/04/2022, 17:16 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Ketersediaan stok minyak goreng curah di Kabupaten Pesawaran, Lampung mulai menipis. Sehingga, sejak beberapa hari terakhir minyak goreng curang di wilayah ini sudah langka.

Beberapa fakta tersebut baru diketahui setelah Polres Pesawaran dan beberapa instansi terkait melakukan monitoring ketersediaan minyak goreng curah di beberapa toko pada Rabu (6/4/2022).

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, monitoring dilakukan di sejumlah pasar dengan toko yang berjaringan dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Baca juga: Minyak Goreng Mencukupi tetapi Mahal

"Hari ini kita monitoring ketersediaan minyak goreng curah di sejumlah toko yang berjaringan dengan PPI di Pesawaran," kata Pratomo dalam keterangan tertulis, Selasa.

Dalam monitoring yang dilakukan bersama Kadis Perindag Pesawaran Sam Herman itu, Pratomo mengakui ada beberapa faktor yang membuat minyak goreng curah menjadi langka sejak beberapa hari terakhir.

Dari keterangan sejumlah pedagang, diketahui jumlah pasokan per hari tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Pratomo, kebutuhan harian minyak goreng curah di Pesawaran adalah sekitar 19.300 liter. Sedangkan stok yang ada saat ini hanya sekitar 8.000 liter.

Baca juga: Pemkot Batam Tunggu Surat Resmi BLT Minyak Goreng Rp 300.000

"Sehingga ada margin kekurangan yang cukup banyak, yakni sekitar 11.300 liter, hal inilah yang menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng curah di Pesawaran," kata Pratomo.

Bersamaan dengan monitoring itu, dilakukan juga pendistribusian minyak goreng curah oleh PPI ke Toko Lulu di Desa Karang Anyar, Kecamatan Negeri Katon sebanyak 400 liter.

Target penyaluran minyak goreng curah oleh PPI sendiri pada Rabu (6/4/2022) adalah 8.000 liter ke toko-toko yang sudah terpasang banner Kementerian Perindustrian dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 November 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 November 2022

Regional
Petani Gula Jawa di Pegunungan Kulon Progo Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Cianjur

Petani Gula Jawa di Pegunungan Kulon Progo Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Cianjur

Regional
Formasi Rekrutmen Guru P3K di Jateng Tak Sesuai Kebutuhan, Pemerintah Pusat Pakai Dapodik Lama

Formasi Rekrutmen Guru P3K di Jateng Tak Sesuai Kebutuhan, Pemerintah Pusat Pakai Dapodik Lama

Regional
Ilegal Masuk Indonesia, 8 Warga Timor Leste Dideportasi dari NTT, Ada Guru dan Pelajar

Ilegal Masuk Indonesia, 8 Warga Timor Leste Dideportasi dari NTT, Ada Guru dan Pelajar

Regional
Pemprov Jateng Minta Pegawai Honorer Tidak Dihapus Pusat, Begini Alasannya

Pemprov Jateng Minta Pegawai Honorer Tidak Dihapus Pusat, Begini Alasannya

Regional
Mloko Sewu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Mloko Sewu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Santri Tewas Diduga Dianiaya Seniornya di Sragen, Orangtua: Kami Ingin Tahu Sebab Kematiannya

Santri Tewas Diduga Dianiaya Seniornya di Sragen, Orangtua: Kami Ingin Tahu Sebab Kematiannya

Regional
Tari Jepen: Asal, Gerakan, dan Properti

Tari Jepen: Asal, Gerakan, dan Properti

Regional
Gubernur NTT Cabut Pergub Pengelolaan Taman Nasional Komodo, Tarif Masuk Rp 3,7 Juta Batal?

Gubernur NTT Cabut Pergub Pengelolaan Taman Nasional Komodo, Tarif Masuk Rp 3,7 Juta Batal?

Regional
Ribuan Warga Kupang Antre Minyak Tanah, Berdesakan, Bergelantungan, hingga Nyaris Ricuh

Ribuan Warga Kupang Antre Minyak Tanah, Berdesakan, Bergelantungan, hingga Nyaris Ricuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Dicekik Sang Istri hingga Tewas, Dipicu Pertengkaran Rumah Tangga

Kronologi Sopir Ambulans Dicekik Sang Istri hingga Tewas, Dipicu Pertengkaran Rumah Tangga

Regional
Mahar Mewah Anak Lurah di Jember Viral, Seserahan Uang Ratusan Juta, Mobil hingga iPhone 14

Mahar Mewah Anak Lurah di Jember Viral, Seserahan Uang Ratusan Juta, Mobil hingga iPhone 14

Regional
Dituduh Mencuri, Santri di Tasikmalaya Dianiaya Temannya hingga Luka Lebam

Dituduh Mencuri, Santri di Tasikmalaya Dianiaya Temannya hingga Luka Lebam

Regional
Kakek 60 Tahun di Nunukan Tega Perkosa Cucunya Sejak 2019

Kakek 60 Tahun di Nunukan Tega Perkosa Cucunya Sejak 2019

Regional
Longsor di Jalan Pusuk Sembalun Lombok Timur, Polisi: Kendaraan Masih Bisa Melintas

Longsor di Jalan Pusuk Sembalun Lombok Timur, Polisi: Kendaraan Masih Bisa Melintas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.