Perampokan Toko Kamera di Semarang, Pelaku Sempat Ngopi dengan Satpam yang Dibunuh

Kompas.com - 31/03/2022, 16:58 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Perampok toko kamera di Jalan Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, ternyata sempat duduk minum kopi bersama satpam yang dibunuhnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Djuhandani Rahadjo Puro mengatakan, awalnya Supriyono, satpam korban perampokan ini, melihat pelaku tidur di depan toko.

Supriyono kemudian mengajak pelaku yang berinisial R (23) untuk minum kopi dan bercengkrama.

"Setelah itu pelaku izin ke kamar mandi dan diantar oleh korban," kata Djuhandani dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Semarang, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Perampok Toko Kamera di Semarang Bunuh Satpam, lalu Gasak Lensa hingga Drone

Saat mengantar R ke kamar mandi, Supriyono malah dipukul hingga terjatuh.

Setelah itu, R menikam satpam itu dengan senjata tajam hingga dipastikan tewas.

"Setelah dirasa aman pelaku langsung melakukan aksinya dengan berusaha masuk melalui pintu utama dengan cara mengelas rolling door," katanya.

Namun, aksi dibatalkan oleh pelaku setelah melihat pintu utama terdapat alarm. Akhirnya, pelaku memutuskan masuk toko melalui plafon kamar mandi.

"Dia mengambil beberapa kamera dan drone yang dibawa pulang ke Kebumen oleh pelaku,"ujarnya.

Baca juga: Perampok Toko Kamera di Semarang yang Bunuh Seorang Satpam Ditangkap

Sebelum merampok, R ternyata sudah pernah mengunjungi toko yang jadi sasaran perampokannya.

"Sehingga tahu seluk beluk toko termasuk mengetahui kalau penjaga malam hanya satu orang," ucapnya.

Atas perbuatannya, R diancam hukuman penjara paling lama 20 tahun atau hukuman mati sesuai dengan Pasal 365 ayat (4) dalam Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Pidana atau Pasal 339 KUH Pidana.

Sebagai informasi, perampokan toko kamera di Semarang pada Selasa (29/3/2022) pagi menyebabkan seorang petugas keamanan bernama Supriyono tewas.

Saat ditemukan, tubuh Supriyono yang mengalami beberapa luka akibat senjata tajam sudah bersimbah darah.

Perampok itu juga membawa sejumlah barang dari toko kamera yang nilainya mencapai Rp 300 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'One Way' Arah Bawah Berlaku, Arus Lalu Lintas dari Jakarta Menuju Puncak Bogor Ditutup

"One Way" Arah Bawah Berlaku, Arus Lalu Lintas dari Jakarta Menuju Puncak Bogor Ditutup

Regional
Buron 3 Pekan, Napi yang Kabur dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhirnya Tertangkap

Buron 3 Pekan, Napi yang Kabur dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhirnya Tertangkap

Regional
Dari 34 Orang yang Diamankan KPK Saat OTT di Pemalang, 6 Jadi Tersangka, Siapa Saja?

Dari 34 Orang yang Diamankan KPK Saat OTT di Pemalang, 6 Jadi Tersangka, Siapa Saja?

Regional
Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga Jadi DPO, Setor Rp 200 Juta ke ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Sekdes dan Kepala Kampung di Nduga Jadi DPO, Setor Rp 200 Juta ke ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Regional
Motif Memendam Cinta ke Korban, Pria Asal Sampang Culik dan Sekap Istri Tetangga Selama 3 Bulan

Motif Memendam Cinta ke Korban, Pria Asal Sampang Culik dan Sekap Istri Tetangga Selama 3 Bulan

Regional
Bendera Merah Putih Berkibar di Pulau Sepatang, Pulau Terluar di Provinsi NTB

Bendera Merah Putih Berkibar di Pulau Sepatang, Pulau Terluar di Provinsi NTB

Regional
Pemerintah Bakal Kaji Biaya Haji, Akan Lebih Murah?

Pemerintah Bakal Kaji Biaya Haji, Akan Lebih Murah?

Regional
Terlibat Kasus Kawin Tangkap, 4 Warga Sumba Barat Jadi Tersangka

Terlibat Kasus Kawin Tangkap, 4 Warga Sumba Barat Jadi Tersangka

Regional
Mengapa Gembar-gembor Pilpres 2024 Sudah Dimulai Saat Ini? Begini Penjelasan Pengamat Politik Unpad

Mengapa Gembar-gembor Pilpres 2024 Sudah Dimulai Saat Ini? Begini Penjelasan Pengamat Politik Unpad

Regional
Jenazah Wanita di Mamuju Ditandu 13 Km Pakai Keranda karena Puskesmas Tolak Pinjamkan Ambulans

Jenazah Wanita di Mamuju Ditandu 13 Km Pakai Keranda karena Puskesmas Tolak Pinjamkan Ambulans

Regional
Pria di Madiun Bawa Kabur Motor Saat Pura-pura Beli Kambing, Mengaku Anggota TNI Saat Ditangkap

Pria di Madiun Bawa Kabur Motor Saat Pura-pura Beli Kambing, Mengaku Anggota TNI Saat Ditangkap

Regional
Terungkap, Paman yang Bunuh Keponakan di Kelas Pernah Dirawat di RSJ, Ini Kata Polisi

Terungkap, Paman yang Bunuh Keponakan di Kelas Pernah Dirawat di RSJ, Ini Kata Polisi

Regional
Penyebab Anak Pukuli Ibu Kandung di Riau yang Berujung Bui

Penyebab Anak Pukuli Ibu Kandung di Riau yang Berujung Bui

Regional
Warga Pulau Rinca Senang Sinyal Penuh, Berharap Akses Internet Stabil untuk Dukung Wisata

Warga Pulau Rinca Senang Sinyal Penuh, Berharap Akses Internet Stabil untuk Dukung Wisata

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Halmahera Barat, Terasa hingga Manado

Gempa M 5,9 Guncang Halmahera Barat, Terasa hingga Manado

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.