Aturan Baru Perjalanan, Tak Lagi Duduk Berjarak di KRL hingga Naik Pesawat Tanpa Tunjukkan Tes Covid-19

Kompas.com - 10/03/2022, 09:37 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah mulai melonggarkan syarat perjalanan bagi penumpang kereta api dan pesawat.

Sejumlah aturan baru perjalanan pun mulai diterapkan di dua moda transportasi tersebut.

Bagi pengguna Kereta Rel Listrik (KRL), kini bisa duduk tanpa jarak. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Rabu (9/3/2022).

Hal tersebut disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba.

Kebijakan duduk tak berjarak di KRL ini, kata Anne, mengacu pada Surat Edaran Kemenhub Nomor 25 tahun 2022.

Baca juga: Setelah Tak Ada Lagi Jaga Jarak di Kursi Penumpang KRL...

Dalam aturan tersebut, kereta komuter di wilayah aglomerasi termasuk KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta–Solo diperbolehkan melayani pengguna hingga 60 persen dari kapasitas.

Sebelumnya, KRL hanya melayani 45 persen dari kapasitas.

"Peningkatan kapasitas ini juga ditandai dengan pengguna kini dapat duduk tanpa berjarak. Petugas KAI Commuter telah mencabut dan membersihkan tempat duduk di KRL dari marka jaga jarak yang sebelumnya ada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, dikutip dari Antara.

Meski marka duduk berjarak dihapus, KAI Commuter mengajak pengguna KRL untuk tetap disiplin mengikuti marka berdiri.

"Dengan dihapusnya marka pada tempat duduk, KAI Commuter mengajak pengguna untuk lebih disiplin mengikuti marka berdiri. Marka berdiri tetap berlaku sejalan dengan pembatasan kapasitas yang diatur dalam SE Kemenhub," ucapnya.

Baca juga: Beragam Reaksi Penumpang soal Tak Ada Lagi Jaga Jarak di Kursi KRL

Anne menegaskan, walaupun terdapat aturan perjalanan yang lebih fleksibel, pengguna KRL tetap harus mengikuti aturan dan protokol kesehatan.

"Pengguna juga wajib sudah divaksin dengan melakukan scan melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara fisik," ungkapnya.

Selain penghapusan duduk berjarak, kebijakan lain yang diterapkan yaitu diperbolehkannya anak usia di bawah lima tahun (balita) untuk menaiki KRL.

Namun, syaratnya, anak tersebut wajib didampingi orangtua dan mengikuti protokol kesehatan serta menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk.

Adapun mengenai jadwal KRL Yogyakarta-Solo, Anne menjelaskan bahwa KRL tetap beroperasi dengan 20 perjalanan per hari.

Baca juga: Pro Kontra Penumpang soal Tak Ada Lagi Tanda Jaga Jarak di Kursi KRL

 

Naik pesawat tanpa tes Covid-19

Calon penumpang pesawat membawa barang bawaan di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (9/3/2022). Pengelola Bandara Bali memprediksi jumlah rata-rata penumpang harian di bandara tersebut akan meningkat sekitar 20 persen setelah hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen COVID-19 tidak lagi diwajibkan sebagai persyaratan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua atau dosis ketiga (booster).ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Calon penumpang pesawat membawa barang bawaan di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (9/3/2022). Pengelola Bandara Bali memprediksi jumlah rata-rata penumpang harian di bandara tersebut akan meningkat sekitar 20 persen setelah hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen COVID-19 tidak lagi diwajibkan sebagai persyaratan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua atau dosis ketiga (booster).

Pelongaran aturan perjalanan lainnya yakni calon penumpang pesawat tak perlu menunjukkan tes Covid-19 dengan hasil negatif.

Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menerapkan peraturan tersebut.

Stakeholder Relation Manager YIA Ike Yutiane menuturkan, kebijakan itu mulai diterapkan pada Selasa (8/3/2022) pukul 16.00 WIB, seiring terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan RI Nomor 21 Tahun 2022 tentang syarat perjalanan udara rute domestik.

Baca juga: Penumpang di Bandara YIA Tak Perlu Tunjukkan Hasil Tes Covid-19, tapi Harus Sudah Vaksin Lengkap

Pada kebijakan itu, calon penumpang pesawat yang sudah menerima vaksin lengkap hingga dosis dua maupun booster, tidak lagi memerlukan rapid test antigen atau RT-PCR sebelum keberangkatan.

“Dulu, syarat terbang wajib menunjukkan negatif antigen atau PCR. Sekarang tidak (jadi syarat) bagi yang sudah vaksin lengkap,” terang Ike kepada Kompas.com, Rabu.

Namun, bagi pengguna jasa penerbangan yang baru menerima vaksin dosis pertama, tetap wajib menunjukkan hasil negatif RT-antigen yang berlaku 1x24 jam atau hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3x24 jam.

Wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 juga diperuntukkan kepada penumpang yang tidak atau belum menerima vaksin karena kondisi kesehatan. Selain itu, mereka juga harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Baca juga: Keberangkatan dari Bandara Juanda dan Stasiun KAI Daop 8 Surabaya Tak Perlu PCR dan Antigen

Selain itu, calon penumpang juga harus mengisi e-HAC Indonesia di aplikasi PeduliLindungi sebelum proses check-in di bandara.

“Sedangkan calon penumpang di bawah enam tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, juga mulai menerapkan kebijakan baru ini.

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dari Bandara Ngurah Rai tak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR dan antigen Covid-19.

Hal ini dituturkan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira.

"Aturan ini mulai kami terima sore tadi. Mulai hari ini kami telah memberlakukan apabila PPDN sudah menerima vaksin COVID-19 dua kali atau telah booster, itu mereka tidak perlu menggunakan tes COVID-19 lagi," paparnya, Selasa, dilansir dari Antara.

Baca juga: Aturan Perjalanan Tanpa PCR dan Antigen, Penumpang Pesawat di Bandara Kualanamu Medan: Enggak Ribet

Walau PPDN tak perlu menunjukkan hasil tes Covid-19, tetapi pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di seluruh area bandara untuk mencegah penyebaran virus.

"Selain itu kami juga masih menyediakan layanan tes Covid-19 di area bandara untuk memfasilitasi calon penumpang pesawat yang masih membutuhkan tes Covid-19 untuk persyaratan perjalanan," sambungnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Yogyakarta, Dani Julius Zebua | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief), Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Negara Tetangga Ikut Nonton Lomba Sampan Layar di Batam, Meriahkan HUT RI ke-77

Warga Negara Tetangga Ikut Nonton Lomba Sampan Layar di Batam, Meriahkan HUT RI ke-77

Regional
Profil Kabupaten Sidoarjo

Profil Kabupaten Sidoarjo

Regional
Anggota Perguruan Silat yang Keroyok Pengemudi Ojek Online di Blitar Terancam 7 Tahun Penjara

Anggota Perguruan Silat yang Keroyok Pengemudi Ojek Online di Blitar Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Aksi Lepas Masker Dianggap Coreng Wibawa TNI, Gibran Tegaskan Dirinya Jaga Wibawa Korban yang Dipukul Anggota Paspampres di Solo

Aksi Lepas Masker Dianggap Coreng Wibawa TNI, Gibran Tegaskan Dirinya Jaga Wibawa Korban yang Dipukul Anggota Paspampres di Solo

Regional
Diterjang Puting Beliung, Pondok dan Tiang Listrik di Tempat Wisata di Kampar Riau Roboh

Diterjang Puting Beliung, Pondok dan Tiang Listrik di Tempat Wisata di Kampar Riau Roboh

Regional
Terombang-ambing 5 Hari di Perairan Sumenep, KLM Cinta Kembar Berhasil Dievakuasi

Terombang-ambing 5 Hari di Perairan Sumenep, KLM Cinta Kembar Berhasil Dievakuasi

Regional
Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Penciptanya

Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Penciptanya

Regional
Gubernur Jambi Komitmen Lindungi Ratusan Gajah di Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Gubernur Jambi Komitmen Lindungi Ratusan Gajah di Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Regional
Istri MSA Muncul Sebut Suaminya Difitnah, Dua Anaknya Tanya Keberadaan Sang 'Abah'

Istri MSA Muncul Sebut Suaminya Difitnah, Dua Anaknya Tanya Keberadaan Sang "Abah"

Regional
Jokowi Imbau Masyarakat Tanam Pohon Kelapa Genjah, Apa Bedanya dengan Kelapa Biasa?

Jokowi Imbau Masyarakat Tanam Pohon Kelapa Genjah, Apa Bedanya dengan Kelapa Biasa?

Regional
Terima Telepon Saat Berteduh, 2 Pria Tersambar Petir lalu Terpental ke Selokan

Terima Telepon Saat Berteduh, 2 Pria Tersambar Petir lalu Terpental ke Selokan

Regional
Ratusan Pohon di Kota Gorontalo Ditebang, Berdampak Pada Peningkatan Suhu

Ratusan Pohon di Kota Gorontalo Ditebang, Berdampak Pada Peningkatan Suhu

Regional
Alasan Gibran Rakabuming Tarik Masker Paspampres yang Pukuli Sopir Truk di Solo

Alasan Gibran Rakabuming Tarik Masker Paspampres yang Pukuli Sopir Truk di Solo

Regional
2 Bulan Buron, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi di Lampung Ditangkap

2 Bulan Buron, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi di Lampung Ditangkap

Regional
5 Hal Soal Bripka RR yang Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Masih Berstatus Anggota Satlantas Polres Brebes

5 Hal Soal Bripka RR yang Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Masih Berstatus Anggota Satlantas Polres Brebes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.