Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Ganjar untuk Warga Desa Wadas yang Menolak Penambangan Andesit

Kompas.com - 10/02/2022, 14:57 WIB
Riska Farasonalia,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berupaya membuka ruang dialog bagi warga Desa Wadas yang menolak penambangan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener.

Sebelumnya, Ganjar telah berdiskusi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD dan stakeholder terkait penyelesaian masalah tersebut pada Rabu (9/2/2022) malam secara virtual. 

“Saya sampaikan ruang dialog yang harus dibuka dengan melibatkan banyak tokoh termasuk dari Komnas HAM. Itu kami sampaikan kepada beliau,” kata Ganjar, dalam keterangannya, Kamis (10/2/2022).

Ganjar mengatakan, dalam forum dibahas tentang masih adanya warga yang menolak dengan berbagai faktor alasan.

Baca juga: Sebelum Ganjar Datang, Wadas Sudah Bersih, Warga Dikepung Aparat Tak Bisa Keluar Rumah

Ganjar berharap, ruang dialog terus dibuka untuk memberikan pemahaman kepada warga yang masih menolak.

Selain itu, para ahli juga akan diberikan ruang untuk memberikan penjelasan kepada warga Desa Wadas yang menolak.

“Terhadap kawan-kawan yang belum setuju, yang kemarin ada isu soal quarry, potensi lingkungan yang akan rusak, kondisi geologis yang ada di sana, saya kira itu butuh ruang untuk menjelaskan sehingga para ahli akan bisa diberikan ruang dan waktu untuk bisa menjelaskan kepada mereka,” kata Ganjar.

Dia mengatakan, ruang dialog penting agar masyarakat yang kontra dan para ahli bisa saling menjelaskan dan mendengarkan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Regional
Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Regional
Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Regional
Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Regional
PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

Regional
Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Regional
Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Regional
300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

Regional
Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: 'Buffer Zone' Harus segera Dibuat

Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: "Buffer Zone" Harus segera Dibuat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com