Warga Padang Gugat Jokowi Bayar Utang Pemerintah Rp 60 Miliar, tapi Presiden Menolak, Ini Duduk Perkaranya

Kompas.com - 27/01/2022, 05:16 WIB
Kuasa hukum penggugat Presiden Jokowi, Amiziduhu Mendrofa memperlihatkan surat utang kliennya KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAKuasa hukum penggugat Presiden Jokowi, Amiziduhu Mendrofa memperlihatkan surat utang kliennya

KOMPAS.com - Hardjanto Tutik, warga Padang, Sumatera Barat, menggugat Presiden Joko Widodo terkait utang Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1950.

Gugatan perdata itu diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Padang.

Baca juga: Mediasi Gagal, Jokowi dan Menkeu Tak Bersedia Bayar Utang Rp 60 M ke Warga Padang

Kuasa hukum Hardjanto, Amiziduhu Mendrof, menjelaskan, peminjaman tersebut berawal saat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Darurat RI Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pinjaman Darurat.

Baca juga: Cerita Warga Padang Bantu Pemerintah Saat Krisis 1950, Sekarang Gugat Presiden Bayar Utang

UU itu ditetapkan di Jakarta tanggal 18 Maret 1950 dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Dalam Pasal 1 di UU tersebut dijelaskan bahwa Menteri Keuangan diberi kuasa selama tahun 1950 untuk mengambil tindakan.

Baca juga: Warga Padang Gugat Presiden Jokowi Terkait Utang Pemerintah RI Rp 60 M Sejak Tahun 1950

Termasuk mengadakan pinjaman bagi negara RI serta turut serta dalam pinjaman mengeluarkan peraturan-peraturan tentang peredaran uang.

Jika perlu dengan menyimpang dari undang-undang dan peraturan-peraturan lain yang berlaku, kecuali konstitusi sementara.

Adapun jumlah pinjaman diatur di UU itu pada Pasal 4 dan 8.

Disebutkan juga surat pinjaman berbunga 3 per 100 dalam satu tahun yang dibayar dengan kupon tahunan setiap tanggal 1 September.

Kupon tersebut dapat ditunaikan di semua kantor De Javasche Bank di Indonesia dan beberapa lokasi lainnya.

Penggugat pinjamkan Rp 80.300 pada tahun 1950

Pada 1950, Hardjanto yang merupakan seorang pengusaha itu memberikan pinjaman Rp 80.300 kepada pemerintah.

Bukti penerimaan uang pinjaman tersebut ditandatangani oleh Sjafruddin Prawiranegara selaku Menteri Keuangan tahun 1950.

Bunga yang diberikan kala itu adalah 3 persen per tahun seperti peraturan UU yang ada.

Pada bukti surat pinjaman, ada tiga lembar yang diterima oleh Hardjanto, yakni dengan nomor X 7155505 X 715514 dengan jumlah pinjaman sebesar Rp 30.000 serta fotokopi.

Nilai satu lembar adalah sebesar Rp 10.000.

Bukti surat pinjaman pemerintah tahun 1950 dengan satu lembar sebesar Rp 1.000 dan pinjaman Pemerintah RI berjumlah 36 lembar.

Bunga pinjaman 3 persen per satu tahun dari pokok pinjaman Rp 80.300 adalah Rp 2.409.

Jika dikonversikan pada emas murni, bunga pinjaman pokok tersebut sama dengan emas seberat 0,603 kg per satu tahun.

Pinjaman Pemerintah Indonesia terhitung dari tanggal 1 April 1950 sampai 2021 sudah mencapai 71 tahun.

Jika bunga dikonversikan dengan emas 0,633 kg adalah 42,813 kg emas murni.

"Jika diuangkan sekarang mencapai Rp 60 miliar," kata Mendrofa.

Gugat Presiden hingga DPR RI

Mendrofa mengatakan, Hardjanto menggugat Presiden RI sebagai tergugat I, serta menggugat Menteri Keuangan RI sebagai tergugat II, dan turut tergugat III DPR RI.

Mendrofa mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (obligasi) Tahun 1950 disebutkan, program rekapitalisasi bank umum, pinjaman luar negeri dalam bentuk surat utang, pinjaman dalam negeri dalam bentuk surat utang, pembiayaan kredit progam, dinyatakan sah dan tetap berlaku sampai surat jatuh tempo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 SMA Terbaik di Sulawesi Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

7 SMA Terbaik di Sulawesi Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Tutup Waisak 2022, Langit Candi Borobudur Berhias Ribuan Lampion

Tutup Waisak 2022, Langit Candi Borobudur Berhias Ribuan Lampion

Regional
Dua Speed Boat Tabrakan di Depan Pelabuhan Tengkayu Tarakan, 2 Bocah Dalam Pencarian

Dua Speed Boat Tabrakan di Depan Pelabuhan Tengkayu Tarakan, 2 Bocah Dalam Pencarian

Regional
14 SMA Terbaik di Kalimantan Timur Versi LTMPT untuk PPDB 2022

14 SMA Terbaik di Kalimantan Timur Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
3 Napi di Maluku Dapat Remisi Khusus Waisak, Seorang WN Myanmar Langsung Bebas

3 Napi di Maluku Dapat Remisi Khusus Waisak, Seorang WN Myanmar Langsung Bebas

Regional
Ganjar Pranowo: Waisak 2022 Momentum Bangkitkan Semangat

Ganjar Pranowo: Waisak 2022 Momentum Bangkitkan Semangat

Regional
Usai Peringati Waisak, Vihara Tanah Putih Semarang Hadirkan Pertemuan Tokoh Lintas Agama

Usai Peringati Waisak, Vihara Tanah Putih Semarang Hadirkan Pertemuan Tokoh Lintas Agama

Regional
Owabong Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Owabong Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
Gempa Bumi M 5 Guncang Pegunungan Arfak Papua Barat, Terasa hingga Manokwari

Gempa Bumi M 5 Guncang Pegunungan Arfak Papua Barat, Terasa hingga Manokwari

Regional
8 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

8 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Gempa Tektonik Magnitudo 4.9 Guncang Gorontalo, Warga Diminta Tenang

Gempa Tektonik Magnitudo 4.9 Guncang Gorontalo, Warga Diminta Tenang

Regional
9 SMA Terbaik di Kalimantan Barat Versi LTMPT untuk PPDB 2022

9 SMA Terbaik di Kalimantan Barat Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Cekcok karena Rebutan Biduan, Seorang Remaja di Sumsel Tewas dan Satu Kritis

Cekcok karena Rebutan Biduan, Seorang Remaja di Sumsel Tewas dan Satu Kritis

Regional
20 SMA Terbaik di DIY Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

20 SMA Terbaik di DIY Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Toleransi di Thekelan Semarang, Seluruh Warga Ucapkan Selamat Waisak

Toleransi di Thekelan Semarang, Seluruh Warga Ucapkan Selamat Waisak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.