Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocah 5 Tahun Dicabuli Tetangga di Kandang Sapi Palembang

Kompas.com - 14/12/2021, 17:18 WIB
Aji YK Putra,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun di Palembang, Sumatera Selatan berinisial SR menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri yakni MA (43).

Usai dilaporkan oleh orangtua korban, MA kini ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Jumat (10/12/2021) di Kecamatan Sukarami.

Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Pencabulan oleh Guru Agama di Depok, Korban 10 Orang Santri

Dikatakan Tri, MA awalnya duduk menonton TV di rumahnya sendirian. Kemudian, MA yang melihat suasana sepi memanfaatkan kondisi itu untuk merayu korban.

"Pelaku memberikan jajanan kepada korban, melihat tidak ada orang pelaku langsung melakukan aksinya dengan mencabuli SR," kata Tri, Selasa (14/12/2021).

Aksi pencabulan terhadap SR ternyata kembali diulangi oleh MA.

Sehari setelah kejadian, ia pun membelikan jajanan dan membawa korban ke kandang sapi tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Ketika kejadian kedua ini, korban bercerita kepada orangtuanya kemudian pelaku langsung dilaporkan hingga kita tangkap. Motifnya karena menyukai korban," ujar Kasat.

Pelaku mengaku korban tak curiga kepadanya karena mereka tinggal sebelahan.

Saat pagi, orangtua korban selalu keluar rumah. Suasana sepi itulah dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Polisi Tangkap Buruh yang Cabuli Anak Tiri 15 Kali di Aceh Utara

"Saya cuma kasih jajanan agar korban mau. Pertama di rumah, yang kedua dekat kandang sapi,"ujarnya.

MA pun mengaku menyesal telah melakukan aksi tersebut. Sebab, ia tergoda ketika melihat korban sedang seorang diri berada di dalam rumah.

"Saya khilaf, saya minta maaf," ungkapnya.

Atas perbuatannya, MA terancam dikenakan pasal 76 huruf E Juncto pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomprr 17 Tahun 2014, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Regional
Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Regional
2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

Regional
1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

Regional
Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Regional
2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

Regional
Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Regional
Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Regional
Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Regional
Pemilu Susulan di Demak: Demi 'Nyoblos', Banjir Pun Diterobos

Pemilu Susulan di Demak: Demi "Nyoblos", Banjir Pun Diterobos

Regional
Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Regional
Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Regional
Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Regional
Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com