Seminggu Belajar di Sekolah Baru, 2 Korban Guru Pesantren Dikeluarkan, Ini Alasannya

Kompas.com - 12/12/2021, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Baru satu minggu belajar di sekolah yang baru, dua korban pemerkosaan guru pesantren di Bandung, Jawa Barat, dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Hal itu terungkap dari penjelasan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari Gunawan.

“Sekolah swasta dekat rumahnya, dikeluarkan dengan alasan sudah punya anak,” jelas Diah, Jumat (10/12/2021) malam di kantor P2TP2A Garut.

Baca juga: Dua Santriwati Korban Guru Pesantren Dikeluarkan dari Sekolah Baru karena Punya Bayi

Hal itu, menurut Diah, membuat pihaknya terkejut. Namun demikian, pihaknya tetap akan berusaha agar kedua korban tetap mendapat hak pendidikan.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Ibu Gubernur, provinsi siap bantu agar mereka bisa sekolah kembali bagaimana caranya nanti dibahas,” jelas Diah.

Baca juga: Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Puluhan Juta, Wanita Ini Bohong ke Polisi Jadi Korban Jambret

Terkendala aturan

Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan yang juga istri Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui di Kantor P2TP2A Garut, Jumat (10/12/2021) malamKOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan yang juga istri Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui di Kantor P2TP2A Garut, Jumat (10/12/2021) malam

Diah mengakui, aturan dari sekolah soal tidak mau menerima siswa apabila sudah memiliki anak menjadi kendala.

Pihaknya telah berusaha menjelaskan pihak sekolah soal kondisi yang dialami korban, namun tetap saja tak berhasil.

Namun, Diah menjelaskan akan terus berusaha agar para korban tetap mendapatkan hak pendidikan.

Baca juga: Fakta di Balik Kasus 12 Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung

Selain itu, kata Diah, kendala lainnya adalah tak ada ijazah dari sekolah sebelumnya.

Hal itu disebabkan karena pesantren tempat mereka bersekolah tidak diakui Kementerian Agama dan nomornya tidak terdaftar.

“Ijazahnya sepertinya bodong setelah kita koordinasi dengan kantor Kementerian Agama,’ katanya.

(Penulis : Kontributor Garut, Ari Maulana Karang | Editor: Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Hari Hilang Kontak, 3 Nelayan Sumba Barat Daya Ternyata Terbawa Arus hingga ke Sumbawa

3 Hari Hilang Kontak, 3 Nelayan Sumba Barat Daya Ternyata Terbawa Arus hingga ke Sumbawa

Regional
Beli BBM Belum Pakai MyPertamina, Masa Pendaftaran Diperpanjang hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Beli BBM Belum Pakai MyPertamina, Masa Pendaftaran Diperpanjang hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Juli 2022

Regional
Dua Benda ini Masih Disimpan Tjahjo Kumolo di Rumah Semarang, Salah Satunya Berupa Keris

Dua Benda ini Masih Disimpan Tjahjo Kumolo di Rumah Semarang, Salah Satunya Berupa Keris

Regional
Pria di Malang Tusuk Istri dan 2 Anaknya, Ini Sebabnya

Pria di Malang Tusuk Istri dan 2 Anaknya, Ini Sebabnya

Regional
Tjahjo Kumolo di Mata Rektor Undip: Kakak Tingkat yang Sangat Sederhana dan Gemar Berteman

Tjahjo Kumolo di Mata Rektor Undip: Kakak Tingkat yang Sangat Sederhana dan Gemar Berteman

Regional
Admin Bank Riau-Kepri Curi Dana Nasabah, Komisarisnya Dipanggil Gubernur Riau

Admin Bank Riau-Kepri Curi Dana Nasabah, Komisarisnya Dipanggil Gubernur Riau

Regional
Mobil Terbakar di Sumbawa, Berawal dari Kepulan Asap di Kap Mesin

Mobil Terbakar di Sumbawa, Berawal dari Kepulan Asap di Kap Mesin

Regional
Kereta Mak Itam Akan Kembali Melaju di Atas Rel Sawahlunto-Muaro Kalaban

Kereta Mak Itam Akan Kembali Melaju di Atas Rel Sawahlunto-Muaro Kalaban

Regional
Mandiri Energi dari Desa Banyumas: Kala Sang Surya Ikut Mengairi Sawah Petani

Mandiri Energi dari Desa Banyumas: Kala Sang Surya Ikut Mengairi Sawah Petani

Regional
5 Fakta Kasus Pria Nikahi Domba di Gresik: Cari 'Like' untuk Konten, Status 'Tersangka' Didapat

5 Fakta Kasus Pria Nikahi Domba di Gresik: Cari 'Like' untuk Konten, Status 'Tersangka' Didapat

Regional
Bupati Grobogan: Pak Tjahjo Kumolo Sosok Baik dan Sederhana, yang Rekomendasikan Saya Maju Bupati

Bupati Grobogan: Pak Tjahjo Kumolo Sosok Baik dan Sederhana, yang Rekomendasikan Saya Maju Bupati

Regional
Akses Antarkecamatan di Nagekeo NTT Putus akibat Diterjang Banjir

Akses Antarkecamatan di Nagekeo NTT Putus akibat Diterjang Banjir

Regional
3 Ekor Sapi Mati Mendadak, Pemkab Simalungun Tunggu Distribusi Vaksin PMK

3 Ekor Sapi Mati Mendadak, Pemkab Simalungun Tunggu Distribusi Vaksin PMK

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Juli 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.