Kompas.com - 12/12/2021, 15:31 WIB

KOMPAS.com - Seorang ibu muda berinisial ZU (19) mengaku diperkosa empat orang pria di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Menurut ZU, dirinya diancam pakai pisau oleh salah satu pelaku, AR (30) alias DK.

Tak hanya itu, bayinya yang masih berusia dua bulan dibanting oleh salah seorang pelaku, AR alias DK.

Baca juga: Polisi Janji Fokus Tangani Kasus Ibu Muda Diperkosa 4 Pria daripada Laporan Terduga Pemerkosa

"Saya diancam pakai pisau. Bayi saya dibanting oleh DK ke springbed hingga kejang-kejang. Bayi saya meninggal dunia tiga minggu setelah dibanting. Saya juga dicecoki dengan narkoba," kata ZU kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Setelah tiga pekan berselang, menurut ZU, buah hatinya tersebut akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Fakta di Balik Kasus 12 Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung

Polisi bongkar makam

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.COM/KOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Berdasar pengakuan ZU tersebut, polisi segera menindaklanjuti dengan membongkar makam korban bayi pada Sabtu (11/12/2021).

Polisi berharap dokter forensik segera mengungkap penyebab kematian bayi tersebut.

Baca juga: Ibu Muda Korban Pemerkosaan 4 Pria: Saya Merasa Lega Sudah Bisa Menceritakan Semua Masalah Ini

"Kemarin dilakukan otopsi di makam anak korban. Disaksikan orangtuanya dan pengacara korban," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, ZU diduga telah diperkosa empat orang pria di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Saat ini polisi masih mendalami keterangan DK dan memburu tiga rekannya yang masih buron.

Awalnya, korban sempat menyebut hanya melaporkan satu pelaku. Lalu, korban kembali membuat laporan terhadap tiga orang terduga pemerkosa ke Polres Rohul.

(Penulis: Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung | Editor: Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 PTN di Jawa Tengah yang Buka Jalur Mandiri, Bisa Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022

5 PTN di Jawa Tengah yang Buka Jalur Mandiri, Bisa Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022

Regional
Reaksi Gibran Saat Disebut Sebagai Ketua INASPOC Karbitan: Sini Datang ke Solo, Gantikan Saya

Reaksi Gibran Saat Disebut Sebagai Ketua INASPOC Karbitan: Sini Datang ke Solo, Gantikan Saya

Regional
Cegah PMK Jelang Idul Adha, 500 Sapi di Rokan Hulu Riau Divaksin

Cegah PMK Jelang Idul Adha, 500 Sapi di Rokan Hulu Riau Divaksin

Regional
Isi Surat untuk Jokowi dari Ibunda TKI Cianjur yang Tewas di Arab Saudi

Isi Surat untuk Jokowi dari Ibunda TKI Cianjur yang Tewas di Arab Saudi

Regional
Respons Ketua PDIP Solo Soal Wacana Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar

Respons Ketua PDIP Solo Soal Wacana Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar

Regional
Perkutut Lokal, Lambang Limo Wasto yang Mulai Digemari Masyarakat

Perkutut Lokal, Lambang Limo Wasto yang Mulai Digemari Masyarakat

Regional
Akhir Pelarian Sang Residivis, Sebulan Diburu Usai Bunuh Perempuan di Jayapura secara Sadis

Akhir Pelarian Sang Residivis, Sebulan Diburu Usai Bunuh Perempuan di Jayapura secara Sadis

Regional
Kakinya Diinjak saat Berdansa di Pesta, Guru PNS di NTT Tikam Seorang Pemuda

Kakinya Diinjak saat Berdansa di Pesta, Guru PNS di NTT Tikam Seorang Pemuda

Regional
Rumah di Bima Ludes Terbakar, Pemilik Tewas Terpanggang

Rumah di Bima Ludes Terbakar, Pemilik Tewas Terpanggang

Regional
Harga Sawit Rp 400 per Kg, Pabrik Tutup, Buah Dibiarkan Busuk, Petani Kini Kerja Serabutan

Harga Sawit Rp 400 per Kg, Pabrik Tutup, Buah Dibiarkan Busuk, Petani Kini Kerja Serabutan

Regional
Saat Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca di CFD Solo...

Saat Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca di CFD Solo...

Regional
Tak Ada Kapal Pengangkut, Harga Sawit di Bangka Belitung Anjlok

Tak Ada Kapal Pengangkut, Harga Sawit di Bangka Belitung Anjlok

Regional
Curi 47 Laptop Sekolah, 2 Pelajar di Bengkulu Diringkus Polisi

Curi 47 Laptop Sekolah, 2 Pelajar di Bengkulu Diringkus Polisi

Regional
Jemaah Haji Asal Kebumen Meninggal di Mekkah, Sempat Ikuti Rangkaian Ibadah

Jemaah Haji Asal Kebumen Meninggal di Mekkah, Sempat Ikuti Rangkaian Ibadah

Regional
Sejarah Kota Blitar

Sejarah Kota Blitar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.