Iba Ayahnya Kerja Serabutan, Bocah Ini Buatkan Akun dan Minta Ayah Jadi YouTuber, Kini Raup Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 07/12/2021, 05:15 WIB
Winandi, Aning dan Kenzin berpose di halaman Balai Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIWinandi, Aning dan Kenzin berpose di halaman Balai Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Winandi harus bekerja serabutan demi istri dan anaknya setelah usaha besi tua yang sudah dia jalankan selama lima tahun bangkrut pada 2014.

Bertahun-tahun lamanya, warga Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berusia 36 tahun itu rela menjadi buruh tani dan kuli bangunan.

Baca juga: Harapan Desa Panggungrejo Blitar di Balik Deklarasi Kampung YouTuber

Iba dengan sang ayah, buatkan channel YouTube

JANGAN DIPAKAI Ilustrasi YouTube Shortsaudiencegain.net JANGAN DIPAKAI Ilustrasi YouTube Shorts

Anak laki-lakinya, Kenzin yang kini berusia 12 tahun, merasa iba melihat pekerjaan dan penghasilan tidak menentu yang didapat oleh sang ayah.

Dengan kepolosan seorang bocah, Kenzin yang ketika itu masih anak-anak kemudian membuat channel YouTube dan meminta ayahnya menjadi YouTuber.

"Katanya dia tahu banyak orang bisa dapat uang banyak dengan menjadi YouTuber," kata Winandi kepada Kompas.com, Minggu (5/12/2021).

Awalnya Winandi tidak menghiraukan omongan Kenzin.

Namun, setelah dirinya mencari informasi ke beberapa temannya yang sudah menjadi YouTuber, Winandi membulatkan untuk menempuh jalan yang sama.

"Tapi saya tidak mau setengah-setengah," kata Winandi.

Baca juga: Cetak Ribuan Upal, Pelaku Mengaku Belajar dari Youtube: Mau Diedarkan, Malah Ditangkap

Merekam suasana perdesaan

Ilustrasi desaKOMPAS/ANASTASIA JOICE Ilustrasi desa

Berusaha menyesuaikan dengan nama channel yang dibuat Kenzin, Keluarga Ndeso, dia mulai merekam aktivitas istrinya, Aning Nurtatia (35).

Setiap kali Aning memasak menu-menu perdesaan, Winandi merekamnya.

"Selama sebulan dua bulan pertama isinya tutorial memasak menu-menu perdesaan seperti sayur tunas bambu, keripik pisang, sayur jantung pisang, dan lain-lain," tuturnya.

Winandi mengunggah video pertamanya pada 16 April 2021. Dalam satu hari, dia mengunggah dua video.

Namun, memasuki bulan kedua, Winandi mulai merasa kehabisan materi video.

Maka, mulailah Winandi memperluas lagi tema-tema yang bisa dia jadikan bahan pembuatan video, tetapi masih berada di lingkungan terdekatnya.

Baca juga: Rugi akibat Gagal Panen, Sekdes di Blitar Nekat Gelapkan Dana PBB untuk Keperluan Pribadi

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali ke PPKM Level 1, Kabupaten Semarang Genjot Vaksin Booster

Kembali ke PPKM Level 1, Kabupaten Semarang Genjot Vaksin Booster

Regional
Jelang MotoGP, 70 Persen Warga Lombok Tengah Jadi Target Vaksinasi Booster

Jelang MotoGP, 70 Persen Warga Lombok Tengah Jadi Target Vaksinasi Booster

Regional
3 Polisi di Gorontalo Dipecat, Ada yang Terlibat Investasi Bodong

3 Polisi di Gorontalo Dipecat, Ada yang Terlibat Investasi Bodong

Regional
DPRD Bengkulu Dianggap Membebani Anggaran Negara Saat Pandemi

DPRD Bengkulu Dianggap Membebani Anggaran Negara Saat Pandemi

Regional
Ayah yang Diseret Anak Kandungnya di Sumba Tengah, Dirujuk ke RS Sumba Timur

Ayah yang Diseret Anak Kandungnya di Sumba Tengah, Dirujuk ke RS Sumba Timur

Regional
Xenia Tabrakan dengan Truk di Bangka, 2 Orang Tewas

Xenia Tabrakan dengan Truk di Bangka, 2 Orang Tewas

Regional
Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Ratusan THL di Boltim Bakal Dirumahkan karena Efisiensi Anggaran

Regional
Sunda dalam Multikulturalisme

Sunda dalam Multikulturalisme

Regional
Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Miniatur Patok Batas Negara di Makotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Spot Selfie dan Edukasi Warga Perbatasan

Regional
Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Tak Dampingi Tinjau Desa karena Sakit, Kades di Banjarnegara Dijenguk Ganjar

Regional
Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Atasi Permasalahan Limbah Rumah Tangga, Warga Solo Dipaksa Pilah Sampah

Regional
Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Soal Bisnis Es Doger Disuntik Rp 71 M, Gibran: Duwite Ora Mlebu Neng Kantongku

Regional
Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Jadi Tempat Prostitusi dan Pesta Miras, 3 Hotel di Tasikmalaya Ditutup

Regional
Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Kapolda Sulteng Temui Personel Satgas Madago Raya di Poso, Minta DPO yang Serahkan Diri Diterima dengan Baik

Regional
Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Warga Karimunjawa Menolak Dibangunnya Perumahan untuk WNA: Kita Akan Tersisih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.