Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Semeru Erupsi, 112 Gardu Listrik Rusak, 30.523 Pelanggan Terganggu

Kompas.com - 04/12/2021, 19:47 WIB
Achmad Faizal,
Khairina

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Gunung Semeru di wilayah Jawa Timur mengalami erupsi, Sabtu (4/12/2021) sore. Sebanyak 112 gardu listrik rusak akibat erupsi tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi dari PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, akibat rusaknya 112 gardu pada penyulang Pronojiwo, saluran listrik pada 30.523 pelanggan terganggu atau mengalami pemadaman.

Senior Manager Komunikasi & Umum PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur A. Rasyid Naja mengatakan, hingga pukul 17.00 WIB, PLN telah berhasil menyalakan 30 gardu yang menyuplai 7508 pelanggan.

"30 gardu di antaranya sudah bisa dinyalakan," katanya dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu sore.

Baca juga: 8 Desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Lumajang Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Menurut dia, saat ini akses menuju lokasi masih tertutup, akibat patahnya jembatan Perak di Pronojiwo.

Dia memastikan personel PLN akan segera mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak saat akses kembali dibuka, tentunya dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh personil dan berkoordinasi dengan BPBD dan TNI Polri.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Pemasok Amunisi untuk KKB di Nabire

Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat pada Sabtu (4/12/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.

Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengeluarkan awan panas guguran (APG).

Aliran awan panas itu sudah sampai di Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang atau sejauh 11 kilometer dari kawah. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Regional
377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

Regional
Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Regional
Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Regional
Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Regional
Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Regional
Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Regional
Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Regional
Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Regional
Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Regional
Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Regional
Ralat Jumlah Korban Tewas Kereta Tabrak Bus di Martapura, PT KAI: Kami Mohon Maaf

Ralat Jumlah Korban Tewas Kereta Tabrak Bus di Martapura, PT KAI: Kami Mohon Maaf

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com