6 Kecamatan di Malang Terdampak Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru

Kompas.com - 04/12/2021, 19:58 WIB
Tangkapan layar dari video yang beredar akibat awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur. KOMPAS.COM/Tangkapan layar video yang beredarTangkapan layar dari video yang beredar akibat awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur.

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Kabupaten Malang terdampak hujan abu vulkanik akibat awan panas guguran Gunung Semeru.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, hujan abu terpantau di 6 kecamatan.

"Jadi wilayah Kabupaten Malang memang terlaporkan beberapa wilayah itu ada dampak hujan abu. Kebetulan tadi hujan deras dan material abunya ikut turun dengan hujan itu tadi," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan melalui sambungan telpon, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, 112 Gardu Listrik Rusak, 30.523 Pelanggan Terganggu

Enam kecamatan itu yakni Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Wajak, Gondanglengi, Jabung dan Poncokusumo.

"Yang terlapor, Jabung itu sebagian hujan abu tipis-tipis, Poncokusumo tipis-tipis, sebagian Wajak juga demikian, sebagian Ampelgading, Tirtoyudo juga demikian. Jadi enggak merata," jelasnya.

Sadono mengatakan, kecamatan yang terdampak hujan abu paling parah adalah Kecamatan Tirtoyudo.

"Tirtoyudo di Kecamatan itu lumayan itu hujan abunya. Itu di sisi timur Gunung Semeru," katanya.

Meski begitu, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat hujan abu tersebut. Pihaknya juga belum mengkategorikan hujan abu itu sebagai bencana alam.

"Belum ada laporan terkait rumah rusak yang terkena abu vulkanis," jelasnya.

Baca juga: 8 Desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Lumajang Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat, Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG). Aliran awan panas itu sudah sampai di Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang atau sejauh 11 kilometer dari kawah.

Awan panas itu menciptakan awan yang membumbung. Awan yang membumbung itu akibat pertemuan aliran awan panas dan air hujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok di Maluku Tengah Tewaskan 2 Orang, Gubernur Murad Ismail: Jangan Terprovokasi

Bentrok di Maluku Tengah Tewaskan 2 Orang, Gubernur Murad Ismail: Jangan Terprovokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Januari 2022

Regional
Penyelundupan Kayu ke Malaysia Ancam Eksistensi Nelayan Teri di Pulau Sebatik

Penyelundupan Kayu ke Malaysia Ancam Eksistensi Nelayan Teri di Pulau Sebatik

Regional
Seorang Nenek di Kampar Riau Dirampok dan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Pelaku Ditangkap

Seorang Nenek di Kampar Riau Dirampok dan Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Pelaku Ditangkap

Regional
 Kader Gerindra Banyumas Ikut Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Kader Gerindra Banyumas Ikut Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Regional
Satpam Kantor Usir Wartawan, Kepala BPN Bandar Lampung Minta Maaf

Satpam Kantor Usir Wartawan, Kepala BPN Bandar Lampung Minta Maaf

Regional
Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan Palembang, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Akan Segera Disidang

Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan Palembang, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Akan Segera Disidang

Regional
Pemasangan Kabel Laut Sumatera - Bangka Terkendala Rawa dan Buaya

Pemasangan Kabel Laut Sumatera - Bangka Terkendala Rawa dan Buaya

Regional
Rebutan Lapak Berjualan Minyak Goreng, Pria di OKU Dianiaya Sesama Pedagang Pakai Senjata Tajam

Rebutan Lapak Berjualan Minyak Goreng, Pria di OKU Dianiaya Sesama Pedagang Pakai Senjata Tajam

Regional
Pernah Ditahan Tanpa Status Hukum, Sopir Ekspedisi Jadi Tersangka Penggelapan Kopi Saset

Pernah Ditahan Tanpa Status Hukum, Sopir Ekspedisi Jadi Tersangka Penggelapan Kopi Saset

Regional
Kumpulkan Raja dan Lurah, Wali Kota Ambon Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi

Kumpulkan Raja dan Lurah, Wali Kota Ambon Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi

Regional
Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Sudah Dijual Rp 14.000

Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Sudah Dijual Rp 14.000

Regional
Polisi Tangkap Sopir dan Kernet Angkot yang Perkosa Penumpangnya dalam Mobil

Polisi Tangkap Sopir dan Kernet Angkot yang Perkosa Penumpangnya dalam Mobil

Regional
Dilaporkan sebagai Pelaku Asusila, Oknum Ketua RW di Nunukan Segera Dipecat

Dilaporkan sebagai Pelaku Asusila, Oknum Ketua RW di Nunukan Segera Dipecat

Regional
Rugikan Negara hingga Rp 1,3 Miliar, Seorang Makelar Tanah Ditangkap

Rugikan Negara hingga Rp 1,3 Miliar, Seorang Makelar Tanah Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.