Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Magelang Bertambah Jadi 3 Orang

Kompas.com - 21/11/2021, 13:51 WIB
Gelar perkara kasus dugaan pembunuhan dengan rencana oleh IS, dukun pengganda uang, di Mapolres Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2021), KOMPAS.COM/IKA FITRIANAGelar perkara kasus dugaan pembunuhan dengan rencana oleh IS, dukun pengganda uang, di Mapolres Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2021),

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Magelang mengungkap fakta baru dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh dukun pengganda uang asal Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Dari hasil pengembangan tersangka IS (57), terungkap ada satu lagi korban tewas yang juga dibunuh dengan cara diracun apotas pada 4 Desember 2020.

Kepala Kesatuan Reserse dan Kriminal Polres Magelang AKP M. Alfan menerangkan, korban tersebut adalah Suroto (63) warga Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.

"Berdasarkan keterangan beberapa saksi dan tersangka, diketahui tersangka juga melakukan hal yang sama kepada korban Suroto, sehingga korban menjadi tiga orang," ungkap Alfan, dalam keterangan pers diterima Minggu, (21/11/2021). 

Baca juga: Mengaku Bisa Tarik Uang di Bank Gaib Rp 555 Juta, Dukun Pengganda Uang Diringkus Polisi

Berbeda dengan motif pembunuhan terhadap dua korban lainnya, tersangka meracuni Suroto karena perkara utang piutang.

Alfan memaparkan, kejadian berawal ketika korban meminta bantuan korban karena tanaman pisang di kebunnya sering dicuri. Korban lalu diantar cucunya ke rumah tersangka.

Di rumah tersangka, lanjut Alfan, korban minta amalan-amalan tertentu agar kebunnya aman dari pencuri.

Saat itu juga, tersangka bercerita kepada korban kalau dirinya mempunyai hutang di bank sebesar Rp 25 juta tapi baru memiliki Rp 15 juta untuk membayar hutang itu.

"Tersangka lalu meminjam uang korban Rp 10 juta, kalau korban bersedia maka nanti ketika hutang tersangka sudah lunas, tersangka akan meminjamkan berapapun kepada korban," terang Alfan.

Baca juga: Niat Gandakan Uang, Dua Pria di Kabupaten Magelang Tewas Diracun Apotas

Selanjutnya pada 2 Desember 2020 korban mengantar uang Rp 10 juta ke rumah tersangka seorang diri, karena tersangka menyuruh korban untuk datang sendiri.

Pada 3 Desember 2020, korban kembali ke rumah tersangka untuk mengambil barang, atau syarat-syarat agar kebun pisangnya aman dari pencurian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Polisi Tangkap Dokter Gadungan di Sumsel, Praktik 4 Bulan, Sempat Infus Pasien

Regional
Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Belasan Siswa SD di Gowa Diduga Keracunan Usai Makan Jajanan Nasi Kuning di Depan Sekolah

Regional
ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

ABK KM Juneayo Maru V yang Hilang Tenggelam di Merauke Ditemukan Tewas

Regional
Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Polisi Sebut Terduga Pelaku Narkoba yang Tewas di Makassar Melawan Saat Ditangkap

Regional
Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Cium Bau Tak Sedap, Pemancing Temukan Mayat Bayi Perempuan di Tumpukan Sampah Sungai Bengawan Solo

Regional
Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Seluas 138.661,42 Hektar Perairan di Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

Regional
24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

Regional
Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Kedapatan Bawa Penumpang, 7 Mobil Pikap Dipajang di Alun-alun Nunukan

Regional
Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk Namun Tak Ada Biaya

Bayi Tanpa Dinding Perut Lahir di Rejang Lebong Bengkulu, Butuh Dirujuk Namun Tak Ada Biaya

Regional
12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

12 SMA Terbaik di Solo Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

3 SMA Terbaik di Makassar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Umbul Pelem Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

[POPULER NUSANTARA] Takut, Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Pindah | Balita 1,5 Tahun yang Hilang Ditemukan Tewas

Regional
38 SMA Terbaik di Tangerang Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

38 SMA Terbaik di Tangerang Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
'Crazy Rich' asal Brebes Hadiahkan 19 Unit Motor demi Sukseskan Pilkades, Calon yang Kalah Dihadiahi N-Max

"Crazy Rich" asal Brebes Hadiahkan 19 Unit Motor demi Sukseskan Pilkades, Calon yang Kalah Dihadiahi N-Max

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.