Gara-gara Marahi Suami Sering Mabuk, Seorang Istri Dituntut 1 Tahun Penjara

Kompas.com - 11/11/2021, 22:49 WIB
Ilustrasi hukum Shutterstock.comIlustrasi hukum

KARAWANG, KOMPAS.com - V (45), dituntut satu tahun penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis kepada suaminya, CYC, pria asal Taiwan.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Glendy Rivano saat sidang dengan agenda penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (11/11/2021).

Dalam persidangan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, terdakwa V hadir didampingi kuasa hukumnya, anak pertama, dan kakak kandung.

Baca juga: Sebelum Sewa 7 Pembunuh Bayaran, Istri Bos Rumah Makan Padang Coba Santet Suaminya, tapi Tak Berhasil

 

Sementara itu, dari pihak CYC hanya dihadiri oleh salah satu kuasa hukum.

V kemudian mengutarakan keberatannya, dan mengaku dikriminalisasi.

“Saya keberatan yang mulia, apa yang dibacakan tidak sesuai fakta, masa hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan saya jadi tersangka dan dituntut satu tahun penjara,” kata V dihadapan majelis hakim.

Baca juga: Istri Siri Dianiaya Suami, Dituduh Selingkuh, Korban Kabur ke Kantor Polisi Saat Pelaku Tertidur di Mobil

Hakim ketua lalu meminta V menyampaikan keberatan itu melaui pledoi atau sidang pembelaan yang rencananya digelar minggu depan.

“Pembelan Ibu nanti disampaikan di Pledoi Kamis depan,” kata Hakim Ketua Muhammad Ismail Gunawan kepada V.

Sementara itu, JPU Glendy Rivano saat dikonfirmasi usai sidang menyebutkan, kasus itu masuk dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 Junto pasal 5 huruf b,” ungkap Glendy.

Glendy juga mengatakan CYC mengaku diusir dan juga dimarahi dengan kata-kata kasar yang menyebabkan psikisnya terganggu.

“Jadi inisial CYC ini diusir dan dimarahi dengan kata-kata kasar,” kata Glendy.

Sementara itu, V mengaku mengomeli CYC lantaran kerap mabuk-mabukan.

 

Ibu dua anak ini juga mengaku heran dituntut satu tahun penjara hanya karena tindakannya itu.

“Dituntut sampai satu tahun, saksi-saksi kita diabaikan, semuanya diabaikan biar viral pak, suami mabuk-mabukan istri marah malah dipidanakan. Ini perhatikan ibu-ibu se-Indonesia tidak boleh marah ke suami. Kalau suaminya pulang mabuk-mabukan harus duduk manis nyambut dengan baik, marah sedikit dipenjara," ungkap V usai sidang.

Munculnya kasus KDRT ini berawal dari laporan V terhadap CYC atas kasus penelantaran istri dan anak.

Hingga kemudian pria asal Taiwan, inisial CYC itu menjalani persidangan di PN Karawang. Keduanya pun saling lapor.

Adapun, V dilaporkan CYC pada bulan September 2020 ke PPA Polda Jabar nomor LP.LPB/844/VII/2020 lantaran melakukan pengusiran dan tekanan psikis.

CYC melaporkan tersebut usai V melaporkannya lebih dulu karena menelantarkan keluarganya ke Polres Karawang dengan nomor LP./1057/IX/2020/JABAR/RES KRW.

CYC kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2020.

Sedangkan V ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Januari 2021.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul SEDIH, Seorang Istri di Karawang Dituntut Setahun Penjara karena Marahi Suaminya yang Gemar Mabuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ridwan Kamil Biarkan Anies Baswedan Buat Gol Saat Adu Penalti di JIS

Cerita di Balik Ridwan Kamil Biarkan Anies Baswedan Buat Gol Saat Adu Penalti di JIS

Regional
Gawe Rapah untuk Mempererat Kembali Kerukunan di Mareje

Gawe Rapah untuk Mempererat Kembali Kerukunan di Mareje

Regional
7 SMA Terbaik di Serang dan Cilegon Versi LTMPT, Referensi PPDB 2022

7 SMA Terbaik di Serang dan Cilegon Versi LTMPT, Referensi PPDB 2022

Regional
Jadi Bandar Sabu di Perdesaan, Pasutri Asal Riau Ditangkap Polisi

Jadi Bandar Sabu di Perdesaan, Pasutri Asal Riau Ditangkap Polisi

Regional
Pria yang Selundupkan Sabu ke Lapas di Banten Ternyata Pegawai Kejari Cilegon

Pria yang Selundupkan Sabu ke Lapas di Banten Ternyata Pegawai Kejari Cilegon

Regional
KPK Kembali Geledah Kantor Dinas PUPR Kota Ambon

KPK Kembali Geledah Kantor Dinas PUPR Kota Ambon

Regional
Harga Sawit di Kalbar Turun Jadi Rp 2.200 Per Kg, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Cabut Larangan Ekspor Bahan Migor

Harga Sawit di Kalbar Turun Jadi Rp 2.200 Per Kg, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Cabut Larangan Ekspor Bahan Migor

Regional
3,3 Juta Kendaraan Melintas di Tol Tangerang Merak Selama Arus Mudik-Balik

3,3 Juta Kendaraan Melintas di Tol Tangerang Merak Selama Arus Mudik-Balik

Regional
Pilkades Sebuah Desa di Brebes Sediakan 'Doorprize' 19 Sepeda Motor, Sumber Dana dari Pengusaha Lokal

Pilkades Sebuah Desa di Brebes Sediakan "Doorprize" 19 Sepeda Motor, Sumber Dana dari Pengusaha Lokal

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 284 Juta, Mantan Kades Batu Layang Bengkulu Utara Divonis 2,3 Tahun Penjara

Korupsi Dana Desa Rp 284 Juta, Mantan Kades Batu Layang Bengkulu Utara Divonis 2,3 Tahun Penjara

Regional
Hindari Kucing, Mobil Boks Pengantar Paket Terjun ke Sungai

Hindari Kucing, Mobil Boks Pengantar Paket Terjun ke Sungai

Regional
Seorang Perempuan di Bima Tewas Tersengat Listrik Saat Masuk Kamar Mandi, Begini Kronologinya

Seorang Perempuan di Bima Tewas Tersengat Listrik Saat Masuk Kamar Mandi, Begini Kronologinya

Regional
Cerita Ibu di Semarang, Habiskan Deposito Rp 1,25 Miliar hingga Bunuh Anaknya di Kamar Hotel

Cerita Ibu di Semarang, Habiskan Deposito Rp 1,25 Miliar hingga Bunuh Anaknya di Kamar Hotel

Regional
Curi Ponsel dan Uang Rp 5 Juta untuk Judi 'Online', Seorang Residivis Ditangkap di Babel

Curi Ponsel dan Uang Rp 5 Juta untuk Judi "Online", Seorang Residivis Ditangkap di Babel

Regional
Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi 784 Penumpang KM Sirimau yang Kandas di Lembata

Tim SAR Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi 784 Penumpang KM Sirimau yang Kandas di Lembata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.