Ganjar Pranowo dan Kisah Para "Celeng" yang Dianggap Keluar dari Barisan Banteng

Kompas.com - 13/10/2021, 17:44 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Gubernur Jateng Menyapa, Minggu (10/10/2021). DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Gubernur Jateng Menyapa, Minggu (10/10/2021).

KOMPAS.com - Relawan pendukung Ganjar Pranowo disebut celeng oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Tengah Bambang Wuryanto.

Salah satu alasan Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul memilih kata celeng karena deklarasi itu mendahului Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

”Adagium di PDI-P itu, yang di luar barisan bukan banteng. Itu namanya celeng. Jadi, apa pun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” ujar Bambang Pacul.

Baca juga: Kader PDI-P yang Disebut Celeng karena Dukung Ganjar Siap Diberi Sanksi dan Dipecat

Sementara itu, Ganjar Pranowo yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, meminta para relawan dan kader untuk menganggap kata celeng itu sebagai sebuah peringatan.

"Itu mengingatkan agar semua tertib, gitu aja," kata Ganjar di kantornya, Senin (11/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ganjar sendiri mengaku tak begitu memikirkan soal permasalahan tersebut. Apalagi dirinya menolak berkomentar saat ditanya soal dukungan baginya untuk maju menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

"Lagi ngurusi Covid," jawab Ganjar dengan singkat.

Baca juga: Di Surabaya, Relawan Jokowi Dukung Ganjar-Erick Tohir pada Pilpres 2024

 

Dinamika politik 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/tangkapan layar instagram @ganjar_pranowo Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Di mata sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Rezza Akbar, sebutan celeng merupakan labelling bagi mereka yang membangkang atau menyimpang dari aturan partai.

Menurut Rezza, PDI-P hingga saat ini belum menentukan sikap resmi terkait Pilpres 2024.

"Karena itu, setiap langkah politik kader PDIP yang terkait dengan posisi mereka dalam Pilpres 2024 jelas mendahului, atau bahkan bertentangan, dengan political position yang akan diambil dan ditetapkan oleh partai secara formal," tambahnya.

Bagi Rezza, sebutan celeng dari Bambang Pacul hanya merupakan dinamika dalam partai politik.

Namun, menurutnya, ada yang hal lebih menarik adalah soal respons PDI-P kepada Ganjar jelang Pilpres 2024.

"Lebih menarik untuk disimak bagaimana reaksi partai ke depannya terhadap Ganjar daripada terhadap Bambang. Sikap serta diskursus Bambang "Pacul" sebenarnya hanya merupakan reaksi terhadap dinamika langkah-langkah politik terkait Pilpres 2024 dari Ganjar, atau setidaknya para pendukungnya. Jika dinamika ini berhenti atau hilang, maka reaksi Bambang "Pacul" ini akan mereda dengan sendirinya," katanya kepada Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Geger Sebutan Kader Celeng di PDI-P, Ganjar Pranowo: Agar Tertib, Gitu Aja


Ancam citra partai

Ilustrasi PDI PerjuanganKOMPAS Ilustrasi PDI Perjuangan
Rezza tidak memungkiri jika selisih paham soal "celeng" ini semakin transparan dan menjadi sorotan, akan mengancam citra PDI-P.

Namun, dirinya menduga, cepat atau lambat politisi PDI-P lainnya akan tampil untuk meredam masalah tersebut.

"Pertentangan ini makin transparan secara publik, jelas kemudian akan menghasilkan citra politik yang dengan sendirinya akan disadari sebagai hal yang tidak mengesankan bagi PDIP," katanya.

"Karena itu, nantinya akan ada elite PDIP lainnya yang tampil dengan fungsinya sebagai penyampai diskursus bahwa semua ini bukan masalah besar, ini hanya dinamika yang biasa di tubuh partai, PDIP tetap solid, atau semacamnya," tambahnya.

 

Bentuk aspirasi pendukung Ganjar

Sementara itu, Albertus Sumbogo, Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI), menjelaskan, deklarasi dukungan kepada Ganjar Pranowo adalah wujud aspirasi.

Relawan SGI tersebut mengakui, deklarasi itu memang disampaikan sebelum Megawati menjatuhkan pilihannya untuk capres di Pemilu 2024.

Harapannya, aspirasi itu dapat memberikan Megawati pilihan yang lebih obyektif.

“Ikhtiar politik ini supaya memengaruhi Bu Mega, bisa juga lebih obyektif memandang kader PDI-P yang baik dan memang punya kans menang,” kata pria asal Purworejo yang juga menjadi Wakil Ketua DPC PDI, seperti dilansir dari KompasTV, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Disebut Celeng, Kader PDI Perjuangan Pendukung Ganjar Merasa Masih Satu Barisan

Albertus yang juga menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, menganggap dirinya masih berada di barisan banteng. Apa yang dilakukannya adalah menampung aspirasi suara masyarakat.

“Bagi saya, saya masih dalam barisan. Hak bicara, hak aspirasi itu dijamin oleh aturan. Saya tidak memutuskan yang harus jadi Ganjar, bukan. Aspirasi masyarakat ini kan perlu ditampung,” katanya.

Sementara itu, dilansir dari Antara, Ketua Umum Ganjarist Nasional Mazdjo Pray menjelaskan, relawan Ganjarist sudah tersebar di sejumlah daerah.

Pada bulan Juli 2021, ada tambahan 14 daerah yang menyatakan dukungan ke Ganjar. Total per Juli, kata Mazdjo, Ganjarist sudah ada di 54 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Baca juga: Solid Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Jatim: Mustahil Usung Nama Lain

 

Para relawan Ganjarist tersebut mengklaim sudah memantapkan diri untuk memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo.

Ia menyebutkan, kota dan kabupaten yang mendeklarasikan dukungan tersebut, antara lain Jakarta Utara, Depok, Pekanbaru, Klaten dan Madiun.

Lalu ada Magetan, Jakarta Pusat, Nganjuk, Kediri, Jombang, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Lampung, Jakarta Selatan, Bogor Raya, Kediri, dan Solo Raya.

Baca juga: Disebut Mirip Ganjar Ketika Pakai Baju Adat, Sandiaga Uno: Saya Muridnya

 

"Kami tidak mau sembarangan terima permintaan pembentukan Ganjarist di berbagai daerah. Kami lakukan verifikasi yang ketat. Menyamakan persepsi dan langkah agar roda organisasi berjalan lebih efektif," katanya pula.

Seperti diberitakan sebelumnya, Albertus menjelaskan, Seknas Ganjar Indonesia di Purworejo berasal dari berbagai kalangan, mulai advokat, pedagang, seniman, tokoh rohaniwan, anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga relawan Jokowi.

“Sebagai orang Purworejo ingin mendukung orang baik dari Purworejo untuk menjadi capres 2024,” tambah Albertus.

(Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerat Pinjol, 'Racun' di Tengah Himpitan Ekonomi dan Konsumerisme

Jerat Pinjol, "Racun" di Tengah Himpitan Ekonomi dan Konsumerisme

Regional
8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

Regional
Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Regional
269 Rumah Warga Rusak Berat akibat Gempa M 4,8 di Bali

269 Rumah Warga Rusak Berat akibat Gempa M 4,8 di Bali

Regional
23 Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Tak Bisa Kembali ke Daratan, Ini Penyebabnya

23 Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Tak Bisa Kembali ke Daratan, Ini Penyebabnya

Regional
Cerita Faisal, Korban Selamat Tragedi Susur Sungai: Kegiatan Direncanakan Sebelum Jumatan, yang Ikut Modal Nekat

Cerita Faisal, Korban Selamat Tragedi Susur Sungai: Kegiatan Direncanakan Sebelum Jumatan, yang Ikut Modal Nekat

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut 3 Kendaraan di Tol Tangerang, Berawal dari Truk Tangki Lawan Arah

Kronologi Kecelakaan Maut 3 Kendaraan di Tol Tangerang, Berawal dari Truk Tangki Lawan Arah

Regional
Kecelakaan Maut Antara Truk, Bus, dan Brio di Tol Tangerang-Merak Sebabkan Antrean Kendaraan hingga 3 Km

Kecelakaan Maut Antara Truk, Bus, dan Brio di Tol Tangerang-Merak Sebabkan Antrean Kendaraan hingga 3 Km

Regional
Truk Tangki Kimia Tabrak Bus di Tol Tangerang-Merak, Ada Korban Jiwa

Truk Tangki Kimia Tabrak Bus di Tol Tangerang-Merak, Ada Korban Jiwa

Regional
Anak Punk Ditangkap Polisi Pakai Ikat Pinggang dari Rangkain Peluru, Ngaku Beli dari Penjual Barang Bekas Rp 400.000

Anak Punk Ditangkap Polisi Pakai Ikat Pinggang dari Rangkain Peluru, Ngaku Beli dari Penjual Barang Bekas Rp 400.000

Regional
Hari ke-13 Uji Coba PPKM Level 1 di Blitar, Satgas Covid-19 Gelar Operasi Yustisi

Hari ke-13 Uji Coba PPKM Level 1 di Blitar, Satgas Covid-19 Gelar Operasi Yustisi

Regional
Detik-detik Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Tewaskan Bos Indomaret

Detik-detik Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Tewaskan Bos Indomaret

Regional
NTB Masuk 10 Besar PON XX, Kedatangan Atlet Diarak Keliling Kota

NTB Masuk 10 Besar PON XX, Kedatangan Atlet Diarak Keliling Kota

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.