Aparat Gabungan Bubarkan Nobar Pertandingan Liga 2 Persis Solo vs Persijap Jepara

Kompas.com - 05/10/2021, 21:08 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo bersama kepolisian terpaksa membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Liga 2 antara Persis Solo vs Persijap Jepara di sebuah warung makan di kawasan Mangkubumen, Solo, Selasa (5/10/2021) malam.

Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan menegaskan pembubaran kegiatan nobar tersebut dilakukan petugas gabungan sekitar pukul 19.00 WIB setelah menerima laporan warga.

Pembubaran nonbar dilakukan karena kegiatan tersebut menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Ada satu tempat kegiatan nobar di warung makan kawasan Mangkubumen kita bubarkan. Pembubaran dilakukan pukul 19.00 WIB," kata Arif dihubungi di Solo, Jawa Tengah, Selasa malam.

Baca juga: Jarum Suntik dan Ratusan Botol Limbah Medis Dibuang Berserakan di Selokan

Selain membubarkan kegiatan nobar, pihaknya juga memanggil pengelola warung makan yang menyelanggarakan nobar.

Pasalnya, kata Arif banyak ditemukan pengunjung yang tidak menjaga jarak, berkerumun, bahkan ada yang tidak memakai masker.

"Pengelola kita panggil dulu untuk izin kerumunannya kan tidak ada. Malah menimbulkan kerumunan," kata dia.

Baca juga: Dari Balik Jeruji Besi, Napi Ini Menipu, Buat Bukti Transfer Palsu Pakai Aplikasi di Ponsel

Terpisah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengimbau kepada warga Solo untuk menonton pertadingan Liga 2 antara Persis Solo vs Persijap Jepara dari rumah.

Putra sulung Presiden Jokowi juga meminta warga tidak menyelenggarakan kegiatan nonton bareng yang dapat menimbulkan kerumunan, meskipun Solo sudah level 2.

"Menontonnya dari rumah saja. Semuanya nonton dari rumah," ungkap dia.

Pihaknya mengatakan telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan patroli guna mengantisipasi adanya kegiatan nobar.

"Kemarin ada laporan kafe yang mengadakan nobar," kata Gibran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Regional
Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Regional
Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Regional
'Semarang Kaline Banjir...'

"Semarang Kaline Banjir..."

Regional
Sunrise Point Cukul di Bandung, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Sunrise Point Cukul di Bandung, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Pantai Menganti di Kebumen, Harga Tiket, Rute, dan Keindahan

Pantai Menganti di Kebumen, Harga Tiket, Rute, dan Keindahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.