Harga Jagung di Pasaran Turun Jadi Rp 5.300 Per Kg, Peternak Blitar: Dampak Realisasi Janji Jokowi

Kompas.com - 22/09/2021, 15:02 WIB
Peternak ayam petelur Suroto (tengah) bersama perwakilan dari Sekretariat Presiden menunjukkan kondisi jagung bantuan dari Presiden Joko Widodo saat penyerahan di Blitar, Jawa Timur, Senin (20/9/2021). Setelah mengundang Suroto ke Istana Negara beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo langsung memberikan bantuan jagung sebanyak 20 ton yang diserahkan langsung oleh perwakilan Sekretariat Presiden guna membantu peternak ayam petelur di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORIPeternak ayam petelur Suroto (tengah) bersama perwakilan dari Sekretariat Presiden menunjukkan kondisi jagung bantuan dari Presiden Joko Widodo saat penyerahan di Blitar, Jawa Timur, Senin (20/9/2021). Setelah mengundang Suroto ke Istana Negara beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo langsung memberikan bantuan jagung sebanyak 20 ton yang diserahkan langsung oleh perwakilan Sekretariat Presiden guna membantu peternak ayam petelur di wilayah tersebut.

BLITAR, KOMPAS.com - Harga jagung di tingkat peternak ayam petelur perlahan turun sejak tiga hari terakhir hingga ke level Rp 5.300 sampai 5.500 per kilogram

Sebelumnya, harga jagung tembus di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 6.300 pada pekan lalu.

Baca juga: Total 130 Ton Jagung dari Kementan Tiba di Blitar, Peternak Ayam: Bukan Bagian yang Dijanjikan Pak Jokowi...

Dampak jagung bantuan Jokowi

Ketua Koperasi PUTERA Blitar Sukarman meyakini, penurunan harga jagung di pasaran merupakan dampak dari realisasi janji Presiden Joko Widodo.

"Ya saya kira ini dampak dari adanya realisasi janji Pak Jokowi menyediakan jagung dengan harga wajar, Rp 4.500 per kilogram sesuai Permendag," ujar Sukarman saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (22/9/2021).

Sukarman berharap, tren penurunan harga jagung di pasaran dapat terus berlanjut seiring dengan kelanjutan realisasi janji Jokowi yang hendak menyediakan jagung sebanyak 30.000 ton buat peternak dengan harga Rp 4.500 per kilogram.

"Sejak Senin hingga hari ini kami sudah menerima total 190 ton jagung dari Dirjen Tanaman Pangan dengan harga Rp 4.500 per kilogram. Ini bagian dari realisasi janji Pak Jokowi," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dikirimi Presiden Jokowi Jagung 20 Ton, Suroto Hanya Ambil 5 Ton

Sukarman mengatakan, 190 ton jagung yang telah tiba di gudang koperasi PUTERA itu merupakan bagian dari 1.000 ton jagung bagi sentra-sentra peternak di Jawa dan Sumatera termasuk peternak di Kabupaten Blitar.

Dari 1.000 ton jagung seharga Rp 4.500 itu, jelasnya, peternak rakyat di Kabupaten Blitar mendapatkan jatah sebanyak 350 ton.

Sisanya akan dikirimkan ke sentra peternak di Kendal (Jawa Tengah), Lampung, dan Jawa Barat.

Meski tidak yakin apakah 1.000 ton tersebut merupakan bagian dari 30.000 ton jagung yang dijanjikan Jokowi, Sukarman mengaku lega dengan adanya pengiriman jagung tersebut.

"Bagi kami ini merupakan bukti Pak Jokowi memenuhi janjinya yang diputuskan pada pertemuan di Istana Kepresidenan Rabu pekan lalu," jelasnya.

Baca juga: Cerita Polisi Ungkap Kasus Tabrak Lari dalam 5 Jam di Blitar, Temukan Bekas Benturan pada Truk Pengangkut Pasir

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Minta Menkominfo Blokir PUBG, Gubernur Aceh: Agar Syariat Islam Terlaksana...

Regional
'Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu'

"Korban Disuruh Vaksin Dulu Baru Akan Diterima Laporan Dugaan Percobaan Pemerkosaan Itu"

Regional
Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Pria Dikira Mencuri dan Dibakar hingga Tewas, Ternyata Tak Ada Warga yang Kehilangan Motor

Regional
Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Seorang Pria Tewas Dikeroyok karena Mengajak Jalan Kekasih Orang Lain, Begini Kronologinya

Regional
Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Belitung Perpanjang PPKM Level 3, Ini Aturan yang Baru

Regional
Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Terseret Arus Saluran Irigasi, Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

Regional
Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Ini Peran Bos Pinjol Ilegal yang Ditangkap Polisi

Regional
Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Pria yang Aniaya dan Nyaris Bacok Polisi Ditangkap

Regional
Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Warga Magetan Temukan Banyak Batu Besar di Bukit Sepundung, Pemkab Lakukan Observasi

Regional
Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Semarang Masih Sering Terendam Banjir, Ini Perintah Hendi

Regional
Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Menurut Ridwan Kamil, Pinjol Marak karena Sulit Pinjam Uang di Bank

Regional
Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Solar Langka di Sulut hingga Terjadi Antrean Truk, Ini Janji Pertamina

Regional
Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Terjadi Lagi, 14 Orang Terjebak di Waduk Jatiluhur

Regional
Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Pengacara: Bupati Kuansing Ketakutan Merasa Diikuti sampai Matikan Ponsel

Regional
Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Kota Semarang PPKM Level 1, Mal Sudah Diizinkan Beroperasi 100 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.