Vaksinasi Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Pemkot Sasar 192.000 Pelajar SD hingga SMA di Palembang

Kompas.com - 02/09/2021, 12:26 WIB
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAWakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Palembang menargetkan pelajar kelas 6 sekolah dasar (SD) hingga tingkat pendidikan SMA, usia 12-17 tahun selesai divaksin hingga akhir Desember 2021.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya klaster baru penularan Covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulai pada Senin (6/9/2021).

Baca juga: Stok Menipis, Vaksinasi Guru di Palembang Molor 2 Bulan

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), semua anak usia remaja yang masuk dalam kategori pelajar seluruhnya harus selesai divaksin.

Sejauh ini, ada sebanyak 192.000 pelajar kelas 6 SD sampai tingkat pendidikan SMA yang akan disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac. 

Baca juga: 30 SMP, 5 SD, dan 3 PAUD di Palembang Diizinkan PTM Mulai 6 September

"Vaksinasi ini dilaksanakan secara bertahap, tanggal 6 nanti difokuskan dulu untuk pelajar di SMP Negeri 9 dan 10," kata Fitri, Kamis (2/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fitri menjelaskan, vaksinasi untuk pelajar ini merupakan salah satu dari persiapan rencana pemerintah untuk kembali membuka sekolah untuk PTM.

Dalam prosesnya nanti, setiap sekolah akan digilir untuk dilaksanakan suntik vaksin hingga semuanya selesai.

"Sebelum sekolah dibuka ada beberapa kriteria yang harus dilaksanakan, salah satunya vaksinasi untuk guru. Kalau guru ada 17.000 yang sudah divaksin sehingga tidak ada masalah. Sementara, pelajar dilakukan secara bertahap. Targetnya selesai sampai akhir tahun nanti," ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palembang Fauzia menjelaskan, vaksinasi pelajar SD dan SMA sendiri masuk dalam golongan remaja usia 12 sampai 17 tahun.

Saat ini, vaksinasi remaja baru mencapai delapan persen untuk dosis pertama. Sementara, vaksinasi dosis kedua baru mencapai enam persen. 

"Sistem vaksinasi pelajar nanti akan dilaksanakan di sekolah sesuai jadwal. Sama dengan program imunisasi sekolah. Sasarannya anak-anak dan remaja dengan usia 12 sampai 17 tahun," kata Fauzia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Regional
Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Regional
Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Regional
Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Regional
Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Regional
Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Regional
Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Regional
Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Regional
Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Regional
Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Pria Ini Nekat Rampok Rumah dan Menganiaya Istri Anggota TNI

Regional
Identitas Pemeran Video Tak Senonoh di Bandara YIA Diketahui, Polisi Buru Pelaku

Identitas Pemeran Video Tak Senonoh di Bandara YIA Diketahui, Polisi Buru Pelaku

Regional
Aniaya PKL, 8 Oknum Suporter di Batang Ditangkap Polisi

Aniaya PKL, 8 Oknum Suporter di Batang Ditangkap Polisi

Regional
Kata Pemkot Malang soal Joko Santoso yang Tidak Bisa Melihat Setelah Divaksin Covid-19

Kata Pemkot Malang soal Joko Santoso yang Tidak Bisa Melihat Setelah Divaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.