Kompas.com - 24/08/2021, 14:08 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyemangati para atlet yang akan berjuang pada PON XX di Papua pada Oktober mendatang. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyemangati para atlet yang akan berjuang pada PON XX di Papua pada Oktober mendatang.

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memasang target optimistis pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung pada Oktober 2021.

Seluruh atlet yang akan dikirim ke sana diminta untuk berjuang dan memberikan kemampuan terbaik selama bertanding. Dalam gelaran PON XX Papua, Sumut mengirimkan 186 atlet terbaiknya ke ajang nasional empat tahunan itu.

"Kita menginginkan juara satu," kata Edy usai bersilaturahmi dengan atlet PON di rumah dinasnya di Medan, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Banggakan Sumut, Paskibraka Ardhelia dan Rifaldy Diberi Hadiah Rp 10 Juta oleh Gubernur Edy

Penurunan prestasi Sumut di PON

Dia berharap, kontingen asal Sumut bisa menorehkan tinta emas di tanah Papua. Masyarakat juga diminta untuk mendoakan para atlet kebanggaan Sumut itu.

Pada gelaran PON XX Papua itu diharapkan Sumut mampu mengembalikan kejayaannya seperti di tahun 1980-an.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu Sumut kerap mengisi posisi tiga besar dalam gelaran PON. Namun, saat ini Sumut mengalami penurunan prestasi ketika berpartisipasi dalam PON.

"Biasanya yang terjadi adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumut. Tapi saat ini Sumut berada di nomor sembilan. Ini kita harapkan harus kembali ke posisi yang saya sampaikan tadi," ujar Edy.

Baca juga: Sumut Masuk 3 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Gubernur Edy: Disiplin Prokes Warga Rendah

Mengembalikan kejayaan Sumut era 1980-an

Untuk mengembalikan kejayaan Sumut dalam gelaran PON, kata Edy, membutuhkan proses. Namun, proses itu membutuhkan waktu dan usaha.

"Ya harus dicari talenta, lima tahun ke belakang ini sudah harus dibina dan dikader setiap saat untuk pergantiannya. Ini yang sedang kami lakukan. Tapi saat ini belum bisa dihasilkan seperti apa yang saya sampaikan tadi," pungkasnya.

Adapun dari 186 atlet yang diutus ke Papua dari berbagai cabang olah raga, wushu, atletik dan karate diandalkan untuk mendulang emas. Cabang-cabang olah raga ini memang menjadi favorit juara bagi kontingen PON asal Sumut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Regional
8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

Regional
Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Regional
Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu A Million Dreams

Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu A Million Dreams

Regional
Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Regional
Tersangka Investasi Bodong di Tasikmalaya Janjikan Untung 30 Persen Tiap Pekan

Tersangka Investasi Bodong di Tasikmalaya Janjikan Untung 30 Persen Tiap Pekan

Regional
Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Regional
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Regional
'Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur'

"Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur"

Regional
4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

Regional
Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.