Fakta Seorang Suami Ditembak Selingkuhan Istri, Pelaku Ditangkap Berkat Kesaksian Sang Anak

Kompas.com - 14/08/2021, 13:24 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta menunjukkan pistol yang digunakan menembak kepala warga Surabaya oleh warga bangkalan, Madura. Dia didampingi Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino saat memimpin gelar Pers Rilis ungkap kasus penembakan dengan tiga tersangka di Mapolres Bangkalan, Kamis (12/8/2021). SURYA.CO.ID/AHMAD FAISOLKapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta menunjukkan pistol yang digunakan menembak kepala warga Surabaya oleh warga bangkalan, Madura. Dia didampingi Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino saat memimpin gelar Pers Rilis ungkap kasus penembakan dengan tiga tersangka di Mapolres Bangkalan, Kamis (12/8/2021).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kisah tragis dialami seorang pria berinisial ES (39), warga Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur.

Pasalnya, ia ditembak menggunakan senjata api (senpi) rakitan oleh selingkuhan istrinya berinisial SY. Ironisnya, penembakan itu dilakukan di depan anaknya berinisial P yang masih berusia 6 tahun.

Insiden tersebut terjadi di pinggir jalan Dusun Karang Pandan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, Bangkalan, pada sabtu (7/8/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski ditembak dua kali oleh pelaku, beruntung korban masih selamat dan saat ini dilakukan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Pria Ini Ditembak di Depan Anak, Pelakunya Om Roni Pacar Istri Korban

Ditembak di hadapan anak korban

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengatakan, kejadian berawal saat korban mendapat laporan dari pelanggan terkait putusnya jaringan internet di lokasi kejadian.

Mendapat informasi itu, korban kemudian berusaha melakukan perbaikan. Terlebih lagi, lokasi tempat tinggalnya tak jauh dari lokasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat memperbaiki instalasi itu, anak korban berinisial P yang masih berusia 6 tahun diketahui ikut berada di lokasi.

Tak lama kemudian, pelaku SY datang menghampiri korban. Tak banyak basa-basi, pelaku lalu menembakan pistolnya ke arah korban dengan jarak dua meter.

Baca juga: Kepala dan Bahunya Ditembak oleh Pacar Istri, Pria Ini Sempat Pura-pura Mati

Ketika itu korban sempat berusaha menghindar, sehingga tembakan itu mengenai bahu kiri bagian atas.

“Setelah tembakan pertama, korban ambruk dan pura-pura mati. Tetapi pelaku SY nampaknya ingin memastikan agar korban ES meninggal, tersangka kembali melepas satu peluru ke arah kepala. Syukurlah, peluru hanya menyerempet kepala dan proyektilnya kami temukan sekitar 30 Cm dari bercak dari korban,” terang Alith.

Mengetahui hal itu, anak korban berteriak histeris dan berlari ketakutan.

“P adalah anak kedua dari korban. Ia duduk menemani, di samping ayahnya yang tengah memperbaiki kerusakan jaringan internet. Saat itulah, P memilih lari ketakutan usai melihat langsung, mengetahui secara persis kejadian penembakan terhadap ayahnya,” ungkap Alith.

Pelaku selingkuhan istri

Warga sekitar yang mengetahui korban tergeletak bersimbah darah langsung mengevakuasinya ke rumah sakit dan melaporkan kasus itu ke polisi.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pendalaman penyelidikan.

Identitas pelaku akhirnya diketahui dari pengakuan anak korban.

Anak korban yang berada di lokasi kejadian mengenali pelaku yang akrab dipanggil Om Roni.

Sebab, sang anak sering mengetahui pelaku saat menemui ibunya.

“Ternyata P sudah akrab dengan pelaku karena sering bertemu saat datang ke rumah mamanya. Belum (cerai), masih proses pengajuan cerai,” terang Alith.

Baca juga: Brimob Korban Penembakan KKB di Yahukimo Dievakuasi

Pelaku ditangkap

Mendapat petunjuk tersebut, polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Tak butuh waktu lama, sekitar tiga jam setelah kejadian itu polisi langsung bergerak cepat dan berhasil membekuk pelaku.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan tiga orang pelaku. Mereka masing-masing berinisial SY (33), DD (34), dan FZ (35).

Baca juga: Pelaku Penembakan di Restoran Sarolangun Ternyata Punya Tempat Latihan Menembak Sendiri

Selain menangkap tiga orang pelaku, polisi juga mengamankan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut tujuh butir peluru.

“Kami mengapresiasi kepada jajaran Polres Bangkalan dan Ditreskrimum Polda Jatim sehingga kasus ini bisa terungkap dengan cepat,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya. Adapun motifnya karena masalah asmara.

“Motif sementara dari peristiwa penembakan itu, ada hubungan asmara namun kami akan mendalami kembali. Tersangka SY merasa sakit hati setelah diketahui berhubungan dengan isteri korban hingga tersangka melakukan penembakan,” ungkap Nico.

Adapun ketiga pelaku itu diketahui memiliki peran masing-masing. Untuk SY sebagai eksekutor, sedangkan DD serta FZ berperan mencari keberadaan korban dan membantu pelaku untuk memancing korban keluar dari rumahnya.

Atas perbuatannya itu pelaku dijerat Pasal 340 KUHP junto Pasal 53 dan Pasal 55 dengan ancaman pidana seumur hidup atau mati.

Baca juga: Tembak Korbannya di Sebuah Restoran, Polda Jambi Buru Pelaku Penembakan di Sarolangun

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan dan menggunakan senpi dengan maksud untuk membahayakan nyawa orang lain. Pasalnya, dapat dijerat Undang-undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Saya perintahkan ambil tindakan tegas kepada siapa saja yang mengancam nyawa orang lain dengan senpi. Jadi apabila masih ada masyarakat di Bangkalan yang masih membawa senpi, segera datang dan menyerahkan senpi kepada polisi,” pungkas Nico.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kisah Tragis Kepala Pria Surabaya Ditembak di Depan Anaknya, Pelaku Om Roni Pacar Istri Korban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Arisan Online di Jambi Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 juta

Pemilik Arisan Online di Jambi Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 juta

Regional
Ganjar: Kita Ingin Menjaga Marwah Borobudur Marathon 2021

Ganjar: Kita Ingin Menjaga Marwah Borobudur Marathon 2021

Regional
Detik-detik Uang Rp 70 Juta Koin Rp 500 Jatuh dari Bagasi Bus, Dipunguti Warga, lalu Dikembalikan ke Pemiliknya

Detik-detik Uang Rp 70 Juta Koin Rp 500 Jatuh dari Bagasi Bus, Dipunguti Warga, lalu Dikembalikan ke Pemiliknya

Regional
Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Regional
Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Regional
Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Regional
Duduk Perkara 'Hujan Duit' di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Duduk Perkara "Hujan Duit" di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Regional
Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Regional
Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk 'Bubble'

Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk "Bubble"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Buntut 2 Polisi Duel dengan Oknum Anggota TNI | Curhat Ibunda Guru Honorer ke Ganjar

[POPULER NUSANTARA] Buntut 2 Polisi Duel dengan Oknum Anggota TNI | Curhat Ibunda Guru Honorer ke Ganjar

Regional
Perjalanan Kerja Keras dalam Buku 'Borobudur Marathon Mewarnai Zaman'

Perjalanan Kerja Keras dalam Buku "Borobudur Marathon Mewarnai Zaman"

Regional
Perjalanan Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Siswi SD di Kota Malang

Perjalanan Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Siswi SD di Kota Malang

Regional
Pemprov NTB Akan Terima DAK Tambahan untuk Persiapan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika

Pemprov NTB Akan Terima DAK Tambahan untuk Persiapan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika

Regional
Seorang Pemuda di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Pohon Ganja

Seorang Pemuda di Jember Ditangkap karena Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Pohon Ganja

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 November 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 November 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.