Kompas.com - 14/08/2021, 06:06 WIB
Puncak Gunung Lawu diselimuti awan berbentuk seperti angin puting beliung. Penampakan awan di atas puncak Gunung Lawu terlihat jelas dari Kabupaten Magetan yang berada di sisi sebelah timur Gunung Lawu, Kamis (5/11/2020). KOMPAS.COM/SUKOCOPuncak Gunung Lawu diselimuti awan berbentuk seperti angin puting beliung. Penampakan awan di atas puncak Gunung Lawu terlihat jelas dari Kabupaten Magetan yang berada di sisi sebelah timur Gunung Lawu, Kamis (5/11/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur dihebohkan dengan fenomena awan berbentuk topi menyelimuti puncak Gunung Lawu.

Fenomena tersebut muncul selama dua hari yakni pada Kamis (12/8/2021) dan Jumat (13/8/2021). Bahkan fenomena ini terlihat cukup lama yakni sekitar pukul 05.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Fenomena awan di atas Gunung Lawu adalah awan lentikularis yang tumbuh di sekitaran gunung atau dataran tinggi.

Awan tersebut sebagai bentuk indikasi adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang cukup kuat, sehingga berbahaya bagi penerbangan rendah.

Baca juga: Fenomena Awan Menyerupai Topi di Puncak Gunung Lawu, Warga: Sudah 2 Hari Ini

Tempat sakral di Tanah Jawa

Fenomena puncak Gunung Lawu diselumuti kabut membentuk topi.KOMPAS.COM/SUKOCO Fenomena puncak Gunung Lawu diselumuti kabut membentuk topi.
Gunung Lawu terletak di antara perbatasan dua provinsi, yakni, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Posisi Lawu tepatnya meliputi Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah serta Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan di Jawa Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunung Lawu merupakan salah satu gunung favorit pendaki yang memiliki banyak kisah misteri.

Dikutip dari grid.id, Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang palinhg tiggi adalah Hargo Dumilah.

Baca juga: Cerita Kakek Sulis yang Pilih Tetap Jualan Meski Sepi Pendaki di Lereng Lawu

Tiga puncak ini sering kali dianggap menjadi sebagai salah satu tempat paling sakral di tanah Jawa.

Sejarah dan legenda yang terjadi di Gunung Lawu sering kali dikaitkan dengan legenda Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir dari Kerajaan Majapahit.

Legenda Prabu Brawijaya V

Kabut di Candi Sukuh, lereng Gunung Lawu, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa TengahKOMPAS/LUSIANA INDRIASARI Kabut di Candi Sukuh, lereng Gunung Lawu, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Kesakralan Gunung Lawu tak bisa dilepaskan dari legenda Prabu Brwijaya V.

Di sekitar Gunung Lawu terdapat Candi Sukuh dan Candi Cetho yang menunjukkan ikatan erat dengan Kerajaan Majapahit.

Yakni masa menjelang keruntuhan Majapahit sekitar abad ke-15 Masehi.

Diceritakan jika Prabu Brawijaya V menyepi ke Gunung Lawu menjelang runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Candi Cetho dan Candi Sukuh Tutup Selama PPKM Diperpanjang

Termasuk saat ia tahu anaknya Raden Patah memeluk agama Islam dan mendirikan kerajan baru di Demak.

Puncak Hargo Dalem di Gunung Lawu diyakini sebagai salah satu tempat yang digunakan untuk pamoksan sang Kanjeng Prabu Bhrawijaya Pamungkas.

Selain itu juga di Puncak Hargo Dumiling diyakini juga oleh para masyarakat sebagai salah satu tempat untuk pamoksan Ki Sabdopalon.
Jalur pendakian

Baca juga: Mampir ke Candi Cetho, Candi Hindu di Lereng Gunung Lawu

Jalur menuju puncak Gunung Lawu

Jalur pendakian puncak Lawu Pos Singo Langu masih ditutup untuk kegiatan pendakian, karena masih berlangsungnya cuaca ekstrem angin kencang.KOMPAS.com/SUKOCO Jalur pendakian puncak Lawu Pos Singo Langu masih ditutup untuk kegiatan pendakian, karena masih berlangsungnya cuaca ekstrem angin kencang.
Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, ada empat jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu. Yakni Cemoro Kandang dan Candi Cetho di Jawa Tengah serta Cemoro Sewu dan Singolangu di Jawa Timur.

Cemoro Sewu adalah jalur favorit yang dilalui pendaki Gunung Lawu yang berada di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Akses ini berada tepat di samping jalan utama Karanganyar-Magetan. Ada lima pos pendakian yang dilewati saat melalui jalur Cemoro Sewu dengan jalur batu-batu yang sudah tertata.

Selain Cemoro Sewu, jalur lain lewat kawasan Jawa Timur adala melalui Singolangu yang dikenal sebagai jalur klasik menuju puncak Lawu.

Baca juga: Setelah 32 Tahun, Jalur Klasik Pendakian Raja Brawijaya ke Puncak Gunung Lawu Kembali Dibuka

Dikenal sebagai jalur ekstrim, pendaki diimbau tidak melalui jalur ini saat malam hari. Selain itu ada 3 pos yang harus dilewati dan semuanya masih dalam bentuk hutan perawan.

Jalur ini sempat ditutup selama 32 tahun dan kembali dibuka pada Mei 2019.

Dipercaya Singolangu adalah jalur Raja Brawijaya V saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu.

Di sepanjang jalur pendakian ini nantinya para pendaki akan menemukan beberapa situs yang diyakini sebagai petilasan Prabu Brawijaya V.

Baca juga: Telaga Sarangan Magetan, Legenda Suami Istri Berubah Jadi Naga di Lereng Gunung Lawu

 Dibuka sebulan lalu jalur klasik pendakian Gunugn Lawu Pos Singo Langu mejanjikan pemandangan yang lebih indah dan sunrise yang lebih awal bisa dinikmati.KOMPAS.com/SUKOCO Dibuka sebulan lalu jalur klasik pendakian Gunugn Lawu Pos Singo Langu mejanjikan pemandangan yang lebih indah dan sunrise yang lebih awal bisa dinikmati.
Adanya situs-situs petilasan tersebut semakin membuktikan bahwa jalur ini merupakan jalur pendakian tertua dan sudah ada sejak lama.

Sementara jalur Cemoro Kandang tak jauh dari Cemoro Sewu karena sama-sama berada di jalan Karanganyar-Magetan. Namun pendakian Cemoro Kandang masuk wilayah Karanganyar, Jawa Tengah.

Jalur ini terbilang landai dengan jalur berkelok.

Baca juga: Viral, Video Mbok Yem Ditandu Naik Ke Puncak Gunung Lawu

Jalur terakhir adalah jalur Candi Cetho. Jalur ini terpisah karena berada di sisi barat laut Gunung Lawu tepatnya Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Jika memilih jalur ini, maka akan melewati Candi Cetho dan Candi Kethek yang menjadi situs cagar budaya.

Pada malam satu Suro, biasanya ratusan pendaki dan peziarah akan mendaki Gunung Lawu.

Bahkan pada tahun 2019, tercatat ada 800 orang lebuh yang mendaki Gunung Lawu.

Baca juga: Usia 50 Tahun, Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi karena Mengeluh Sakit dan Tak Bisa Berjalan

Para pendaki yang juga penziarah akan melakukan ritual di beberapa petilasan di Gunung Lawu.

Salah satu petilasan itu adalah tempat moksa Raja Terakhir Majapahit, Prabu Brawijaya yang ada di Hargo Dalem yang tepat di bawah puncak Hargo Dumilah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertimpa Rumah Sarang Burung Walet Roboh Saat Berteduh dari Hujan, 2 Remaja Tewas

Tertimpa Rumah Sarang Burung Walet Roboh Saat Berteduh dari Hujan, 2 Remaja Tewas

Regional
Dampak Erupsi Gunung Semeru: 2.970 Rumah Rusak, 14 Warga Meninggal

Dampak Erupsi Gunung Semeru: 2.970 Rumah Rusak, 14 Warga Meninggal

Regional
Anak Disabilitas Yatim Piatu Dianiaya, 7 Kuku Kaki Hilang Dicabuti, Bibir Luka Bakar

Anak Disabilitas Yatim Piatu Dianiaya, 7 Kuku Kaki Hilang Dicabuti, Bibir Luka Bakar

Regional
Erick Thohir: Indonesia Populasi Muslim Terbesar Dunia, tapi Produk Halalnya Kalah dari Taiwan dan Brasil...

Erick Thohir: Indonesia Populasi Muslim Terbesar Dunia, tapi Produk Halalnya Kalah dari Taiwan dan Brasil...

Regional
Bantu Penanganan Erupsi Semeru, Polda Jatim Terjunkan Tim K-9 hingga Helikopter

Bantu Penanganan Erupsi Semeru, Polda Jatim Terjunkan Tim K-9 hingga Helikopter

Regional
KKB Bakar SMAN 1 Oksibil, Polda Papua: Saksi Sempat Lihat Sekelompok Orang Bawa Senjata Api

KKB Bakar SMAN 1 Oksibil, Polda Papua: Saksi Sempat Lihat Sekelompok Orang Bawa Senjata Api

Regional
SMAN 1 Oksibil Diduga Dibakar KKB Pimpinan Lamek Tapol, Ini Barang Bukti yang Ditemukan Petugas di Lokasi

SMAN 1 Oksibil Diduga Dibakar KKB Pimpinan Lamek Tapol, Ini Barang Bukti yang Ditemukan Petugas di Lokasi

Regional
Kota Banjarmasin Terendam Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Kota Banjarmasin Terendam Banjir Rob, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Regional
Kejar Target Vaksinasi, Polisi Bawa Vaksinator Datangi Warga Pakai Helikopter di Pelalawan Riau

Kejar Target Vaksinasi, Polisi Bawa Vaksinator Datangi Warga Pakai Helikopter di Pelalawan Riau

Regional
Ada Rencana Mogok Kerja Nasional 6-10 Desember Tolak UMK 2022, Apindo Harap Tak Ada 'Sweeping' Pekerja

Ada Rencana Mogok Kerja Nasional 6-10 Desember Tolak UMK 2022, Apindo Harap Tak Ada "Sweeping" Pekerja

Regional
Palembang PPKM Level 3 Saat Nataru, Warga Masih Boleh Gelar Pesta Pernikahan

Palembang PPKM Level 3 Saat Nataru, Warga Masih Boleh Gelar Pesta Pernikahan

Regional
Ibu Muda Diancam dan Diperkosa Teman Suami Berkali-kali di Samping Anak yang Sedang Tidur

Ibu Muda Diancam dan Diperkosa Teman Suami Berkali-kali di Samping Anak yang Sedang Tidur

Regional
Mi Kristal Rumput Laut Kreasi Warga Karawang Makin Diminati, Cocok untuk Diet Rendah Karbohidrat

Mi Kristal Rumput Laut Kreasi Warga Karawang Makin Diminati, Cocok untuk Diet Rendah Karbohidrat

Regional
Penumpang Pesawat dan Kapal ke Kalbar Cukup Tes Antigen, Bakal Ada Tes PCR Acak

Penumpang Pesawat dan Kapal ke Kalbar Cukup Tes Antigen, Bakal Ada Tes PCR Acak

Regional
Akhir Pelarian Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA, Ditangkap di Bandung, Kini Jadi Tersangka

Akhir Pelarian Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA, Ditangkap di Bandung, Kini Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.