Kompas.com - 28/06/2021, 20:58 WIB
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, dalam keterangan pers di ruang Command Center kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (8/1/2021) sore. KOMPAS.COM/IKA FITRIANAKepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, dalam keterangan pers di ruang Command Center kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (8/1/2021) sore.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memperbarui rekomendasi potensi daerah bahaya erupsi Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, rekomendasi ini berdasarkan pemodelan volume kubah lava jika longsor dan menimbulkan awan panas.

"Berdasarkan pemodelan volume kubah lava barat daya kita ambil sebesar 3 juta," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam siaran informasi "aktivitas Gunung Merapi terkini" secara daring, Jumat (25/06/2021).

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Hanik menyampaikan, posisi kubah lava yang ada di barat daya berada di lereng. Sehingga, potensi terjadinya longsoran itu lebih besar daripada kubah lava yang berarah di tengah.

"Jika tiga juta meter kubik (m3) itu longsor, berdasarkan pemodelan awan panas ke Sungai Boyong, Bebeng, Krasak, Putih sejauh maksimal 5 Km," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan berdasarkan pemodelan volume kubah lava yang ada di tengah kawah sebesar 1 juta m3.

Dari pemodelan jika kubah lava yang di tengah kawah longsor, awan panas akan menjangkau jarak 5 Km.

Baca juga: Fase Erupsi Gunung Merapi Belum Berakhir, Suplai Magma Masih Berlangsung

Hanik menambahkan, awan panas ke arah Sungai Gendol sudah beberapa kali terjadi dengan jarak maksimal 3 Km seperti pada 25 Januari 2021 pukul 04.41 WIB.

"Untuk mengantisipasi perkembangan erupsi berikutnya rekomendasi daerah bahaya dimutakhirkan," tandasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan- barat daya meliputi Sungai Boyong, Kuning, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 Km.

Pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol yang sebelumnya 3 Km, menjadi sejauh 5 Km sedangkan Sungai Woro sejauh 3 Km.

Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Hanik, volume kubah lava di sektor Barat Daya sebesar 1.590.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.400 m3 per hari.

Sedangkan kubah lava yang ada di tengah kawah sebesar 2,1 juta m3 dengan laju pertumbuhan 12 ribu m3 per hari.

Dijelaskannya, erupsi Gunung Merapi 2021 bersifat efusif dimulai sejak 4 Januari 2021.

Aktivitas erupsi berupa pertumbuhan kubah lava, pembentukan awan panas dan guguran lava.

"Intensitas aktivitas erupsi saat ini masih seperti erupsi efusif yang terjadi selama ini dengan rata-rata laju ekstrusi sebesar 23.000 m3 per hari," ungkap Hanik.

Hanik menuturkan, untuk warga masyarakat saat ini belum perlu untuk mengungsi.

Sebab, pemukiman penduduk di lereng Merapi di sisi Tenggara tidak ada yang berada di dalam radius bahaya yang telah direkomendasikan oleh BPPTKG.

Pemukiman yang terdekat dengan radius bahaya yakni Padukuhan Kalitengah Lor, Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Namun, untuk Kalitengah Lor sampai saat ini belum perlu mengungsi.

"Jadi Kalitengah Lor itu lebih sedikit memang, dalam perbatasan 5 kilometer. Jadi untuk masyarakat Kalitengah Lor tidak berada di radius 5 Km. Namun demikian, kesiapsiagaannya perlu ditingkatkan, koordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah terus kita lakukan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Regional
Pensiunan Guru Tewas Ditikam OTK Saat Sedang Makan Bersama Keluarga

Pensiunan Guru Tewas Ditikam OTK Saat Sedang Makan Bersama Keluarga

Regional
Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 275.000, Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Diprediksi Meningkat

Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 275.000, Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Diprediksi Meningkat

Regional
Guru dan PNS Banyak Jadi Korban Pinjol Ilegal, LBH PGRI Buka Posko Aduan

Guru dan PNS Banyak Jadi Korban Pinjol Ilegal, LBH PGRI Buka Posko Aduan

Regional
Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Kapolresta Solo: Diduga Ada Tindak Kekerasan Selama Diklat

Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Kapolresta Solo: Diduga Ada Tindak Kekerasan Selama Diklat

Regional
Polisi Sebut Komplotan Pembobol ATM di Pontianak Telah Beraksi di 3 Tempat

Polisi Sebut Komplotan Pembobol ATM di Pontianak Telah Beraksi di 3 Tempat

Regional
Gaduh Isu Persaingan Capres PDI-P, DPC Jember: Kami Dilarang Ikut-ikutan

Gaduh Isu Persaingan Capres PDI-P, DPC Jember: Kami Dilarang Ikut-ikutan

Regional
7 Tahun Kabur, Buronan Korupsi Tol Semarang-Solo Ditangkap Saat Pulang ke Rumah

7 Tahun Kabur, Buronan Korupsi Tol Semarang-Solo Ditangkap Saat Pulang ke Rumah

Regional
Keraton Yogyakarta Gelar Pentas Musik untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Keraton Yogyakarta Gelar Pentas Musik untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Regional
Selebaran Berisi Kecaman Tertempel di Markas Menwa UNS, Rektorat: Mungkin Semua Emosi, Marah

Selebaran Berisi Kecaman Tertempel di Markas Menwa UNS, Rektorat: Mungkin Semua Emosi, Marah

Regional
Fenomena Pekerja Tambang Gunakan Narkoba, Ingin Semangat Malah Halusinasi

Fenomena Pekerja Tambang Gunakan Narkoba, Ingin Semangat Malah Halusinasi

Regional
Berbohong Jadi Korban Begal gara-gara Utang Miras Rp 2,7 Juta di Kafe, Pria Ini Terancam 7 Tahun Penjara

Berbohong Jadi Korban Begal gara-gara Utang Miras Rp 2,7 Juta di Kafe, Pria Ini Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Pemprov Bali Tegur Pengelola Bar dan Restoran yang Langgar Prokes, Wagub: Jangan Sampai Kita Disorot Terus Sama Pusat

Pemprov Bali Tegur Pengelola Bar dan Restoran yang Langgar Prokes, Wagub: Jangan Sampai Kita Disorot Terus Sama Pusat

Regional
Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, DPRD: Penyalahgunaan Kekuasaan

Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, DPRD: Penyalahgunaan Kekuasaan

Regional
Wali Kota Blitar Bantah Menghindari Ganjar di Makam Bung Karno

Wali Kota Blitar Bantah Menghindari Ganjar di Makam Bung Karno

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.