Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerja 3 Bulan, Pengasuh Asrama Cabuli 14 Pelajar, Korban Ada yang Disodomi, Pelaku Kini Buron

Kompas.com - 17/06/2021, 16:56 WIB
Editor Rachmawati

Kasus tersebut terungkap saat salah satu korban kesakitan saat buang air besar. Saat ditanya oleh keluarga, korban mengaku jika ia dicabuli oleh MS.

Keluar korban pun langsung membuat laporan ke polisi.

Baca juga: Pengasuh Asrama Diduga Sodomi 3 Bocah di Solok, Pelaku Diburu Polisi

"Salah seorang korban mengalami sakit saat buang air besar sehingga menjadi pertanyaan bagi orangtua korban," jelas Rifki.

Saat itu ada 3 korban yang melapor telah disodomi oleh MS.

Rifki membenarkan jika petugas telah mendapatkan informasi jika korban MS lebih dari 3 orang. Namun ia menjelaskan korban dan orangtuanya tak membuat laporan ke polisi.

"Informasinya memang sampai belasan, tapi belum kita pastikan," kata Rifki Yudha Ersanda yang dihubungi Kompas.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Seorang Pemuda Sodomi Bocah di Toilet Masjid, Terungkap dari Kecurigaan Petugas Kebersihan

"Iya belum melapor. Namun, dengan telah melapornya tiga korban, kasus itu sudah kita proses dan tetapkan tersangkanya MS," kata Rifki.

Ia mengatakan polisi saat ini masih memeriksa pihak asrama.

"Kami masih menginterogasi pihak pesantren. Pelaku diduga melancarkan aksinya saat anak-anak main di sekitar kamar pelaku," katanya dikutip dari Tribunpadang.com.

Dikatakannya, setelah melakukan interogasi dan didapati informasi sementara kalau korban diduga disodomi.

Baca juga: Pelatih Sepak Bola Sodomi 7 Anak, Pelaku Pernah Jadi Korban dan Gabung Grup LGBT

"Informasi sementara, ada yang sampai disodomi dan ada yang hanya dilecehkan," katanya.

MS yang masih menjadi DPO dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak juncto pasal 292 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Perdana Putra | Editor : I Kadek Wira Aditya, David Oliver Purba)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stok Pupuk Bersubsidi di Jatim Dipastikan Aman Hingga 3 Pekan ke Depan

Stok Pupuk Bersubsidi di Jatim Dipastikan Aman Hingga 3 Pekan ke Depan

Regional
Logistik WSBK Akan Diangkut melalui Jalur Laut dan Udara ke Mandalika

Logistik WSBK Akan Diangkut melalui Jalur Laut dan Udara ke Mandalika

Regional
Pengakuan Anak Bakar Rumah karena Tak Dimodali Nikah Ayah, Sudah Siapkan 3 Liter Minyak Sejak Malam

Pengakuan Anak Bakar Rumah karena Tak Dimodali Nikah Ayah, Sudah Siapkan 3 Liter Minyak Sejak Malam

Regional
3 Kecamatan di Sitaro Sulut Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Karangetang

3 Kecamatan di Sitaro Sulut Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Karangetang

Regional
Wacana Duet Gibran-Dico Maju Pilgub Jateng 2024, FX Rudy Ingatkan Restu Megawati

Wacana Duet Gibran-Dico Maju Pilgub Jateng 2024, FX Rudy Ingatkan Restu Megawati

Regional
Kasus Pembacokan di Titik Nol Km Yogyakarta, Polisi Sebut Motifnya Senggolan di Jalan

Kasus Pembacokan di Titik Nol Km Yogyakarta, Polisi Sebut Motifnya Senggolan di Jalan

Regional
Tanaman Jagung di Flores Timur Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Khawatir Gagal Panen

Tanaman Jagung di Flores Timur Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Khawatir Gagal Panen

Regional
Gibran Bocorkan Bakal ke Jakarta Sabtu Besok, Ada Agenda Apa?

Gibran Bocorkan Bakal ke Jakarta Sabtu Besok, Ada Agenda Apa?

Regional
Tidak Ada PPKM, Dinas Pariwisata NTB Prediksi Peserta Bau Nyale Membeludak

Tidak Ada PPKM, Dinas Pariwisata NTB Prediksi Peserta Bau Nyale Membeludak

Regional
Terdakwa Penyedia Senjata Api Kasus Pembunuhan Istri Kopda Muslimin Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

Terdakwa Penyedia Senjata Api Kasus Pembunuhan Istri Kopda Muslimin Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

Regional
Sita 800 Liter Sopi Saat Razia Bus di Terminal Passo Ambon, Polisi: Pemiliknya Tidak Ada

Sita 800 Liter Sopi Saat Razia Bus di Terminal Passo Ambon, Polisi: Pemiliknya Tidak Ada

Regional
Wujud Perlawanan Warga Wadas Penolak Tambang, Bangun Tugu Perlawanan hingga Tuntut Kementrian ESDM

Wujud Perlawanan Warga Wadas Penolak Tambang, Bangun Tugu Perlawanan hingga Tuntut Kementrian ESDM

Regional
Eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Divonis 5 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

Eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Divonis 5 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

Regional
Misteri Kematian Pria di Salon, Sebelum Tewas Sempat Rayu Waria di Dalam Kamar

Misteri Kematian Pria di Salon, Sebelum Tewas Sempat Rayu Waria di Dalam Kamar

Regional
Sidang Praperadilan Sueb, Lansia Penyandang Disabilitas yang Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Kembali Ditunda

Sidang Praperadilan Sueb, Lansia Penyandang Disabilitas yang Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Kembali Ditunda

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.