Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Operasi Gabungan di Kota Malang Akan Digencarkan Lagi

Kompas.com - 17/06/2021, 16:35 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (20/4/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (20/4/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang akan mengintensifkan kembali operasi gabungan untuk memberikan penyadaran terkait protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Hal ini untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Saat ini, Kota Malang berstatus zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19.

Baca juga: Ada Patahan Saat Gempa, Warga 2 Desa di Maluku Tengah Bakal Direlokasi

Berdasarkan data di situs resmi Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Timur per Kamis (17/6/2021), terdapat 72 kasus aktif di Kota Malang.

Sebanyak 6.857 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Malang hingga hari ini. Rinciannya, 6.141 pasien sembuh dan 644 orang meninggal.

"Kita akan rapat. Insya Allah nanti kita akan lakukan operasi gabungan lagi ke titik-titik tertentu untuk menyadarkan masyarakat untuk tertib protokol kesehatan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (17/6/2021).

Selain itu, vaksinasi di Kota Malang akan terus digencarkan. Sutiaji mengatakan, meski tidak menjamin bakal terhindar dari Covid-19, vaksinasi dapat meminimalkan risiko kematian akibat Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selanjutnya vaksinasi kita gencarkan," katanya.

Sutiaji menambahkan, masyarakat tidak boleh lengah. Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Terlebih, virus corona varian delta sudah masuk di Jawa Timur.

"Kita tidak boleh lengah. Karena semalam saya menelepon kepada epidemiolog di provinsi bahwa virus delta itu sudah masuk. Di Bangkalan itu sudah masuk. Masih di-tracing mudah-mudahan tidak menyebar ke daerah lain," jelasnya.

Terkait dengan peningkatan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat pemakaian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pasien Covid-19 di rumah sakit itu banyak yang berasal dari luar Kota Malang.

Baca juga: Ultah Ke-94 Persebaya, Lagu Song For Pride Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Sutiaji mengatakan, pasien Covid-19 asal Kota Malang banyak yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard.

"BOR-nya memang naik. Di Malang naik bukan karena orang Malang semua. Yang di Saiful Anwar (RSSA) itu justru tertinggi bukan dari Malang. Yang di Rumah Sakit Lapangan memang (kebanyakan) Malang," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sembunyi di Hutan dan Kelaparan, Pemuda yang Bunuh Teman Usai Minum Miras di Blitar Akhirnya Ditangkap

Sembunyi di Hutan dan Kelaparan, Pemuda yang Bunuh Teman Usai Minum Miras di Blitar Akhirnya Ditangkap

Regional
Kesal Dimaki-maki Usai Tak Diberi Uang, Seorang Pria Aniaya Tetangga hingga Tewas Pakai Cangkul

Kesal Dimaki-maki Usai Tak Diberi Uang, Seorang Pria Aniaya Tetangga hingga Tewas Pakai Cangkul

Regional
Bocah SD di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Bocah SD di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Regional
Pencuri Genset di Rumah Dinas Kepala Bank NTB Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Buron

Pencuri Genset di Rumah Dinas Kepala Bank NTB Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Buron

Regional
Berlaku Besok, Ini Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta

Berlaku Besok, Ini Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta

Regional
Viral Video Kakek Punguti Beras Bercampur Batu dan Pasir Tercecer di Jalan, Tuai Simpati Warga

Viral Video Kakek Punguti Beras Bercampur Batu dan Pasir Tercecer di Jalan, Tuai Simpati Warga

Regional
Terbakar Cemburu, Suami Aniaya Pria Selingkuhan Istri dengan Palu, Polisi Ungkap Cerita Lengkapnya

Terbakar Cemburu, Suami Aniaya Pria Selingkuhan Istri dengan Palu, Polisi Ungkap Cerita Lengkapnya

Regional
Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Regional
Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget sampai Teriak

Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget sampai Teriak

Regional
Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Regional
Tolak Proyek 'Malioboro' Tegal, PKL dan Sopir Angkot Geruduk DPRD

Tolak Proyek "Malioboro" Tegal, PKL dan Sopir Angkot Geruduk DPRD

Regional
Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Regional
Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Regional
Ini Isi 'Chat' WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Ini Isi "Chat" WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.