Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/06/2021, 17:16 WIB
Alifia Nuralita Rezqiana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pendamping Plasma Ternak Dompet Dhuafa (DD) Farm Banten Septian Purnama mengatakan, DD Farm membantu menggerakkan ekonomi masyarakat korban pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah dengan adanya DD Farm, dapat membantu masyarakat sekitar dalam menumbuhkan perekonomian, terutama bagi mereka yang terdampak secara finansial akibat pandemi Covid-19,” ujar Purnama melalui pesan singkat pada Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, DD Farm telah melibatkan masyarakat setempat untuk membantu mengemas pupuk dari kotoran domba maupun kotoran sapi. Melalui DD Farm, masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk bekerja di tengah pandemi.

“Berbanding terbalik bila (dengan) perusahaan lainnya (yang) mengurangi pekerjanya di tengah pandemi Covid-19 ini,” tutur Purnama dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Bantu Tingkatkan Akses Layanan Persalinan, Dompet Dhuafa Gelar Program “Bidan untuk Negeri”

Salah satu contoh kampung yang telah merasakan manfaatkan DD Farm adalah di Kampung Gowok Kepuh, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

Septian Purnama mengatakan saat ini masyarakat di Kampung tersebut telah memiliki plasma ternak di atas lahan seluas 7.000 meter persegi.

“Plasma ternak terdiri dari satu kelompok dengan sembilan anggota. Masing-masing anggota mengurus lima ekor domba, sehingga jumlah totalnya terdapat 45 ekor domba,” paparnya.

Purnama mengatakan, peternak plasma ditumbuhkan menjadi community enterprise yang terhubung dengan sentra ternak dalam hal pemasaran.

“Proses kemitraan ini dikembangkan menjadi jaringan sosial enterprise baru, dan menjadi tahap pengukuhan muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) baru,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Peternak Lokal dengan Berkurban di DD Farm

Lebih lanjut, Purnama memaparkan, secara teknis DD Farm mengubah model pemberdayaan peternak dari model plasma menjadi model sentra. Dalam model ini masyarakat penerima manfaat direkrut dengan kriteria mustahik (orang yang berhak menerima zakat) dan mekanisme akad sebagai pekerja.

“Selama dua tahun, mustahik tersebut dilatih tentang manajemen kandang, pakan, kesehatan ternak, administrasi peternakan, dan lain sebagainya,” katanya.

Berdasarkan mekanisme seleksi yang ketat, lanjut Purnama, mustahik yang lulus diberikan inkubasi dalam bentuk modal anakan ternak supaya menjadi peternak.

“Pada tahap tersebut, mustahik didampingi dalam bentuk kemitraan dengan membentuk Badan Usaha Desa (Bude),” tutur Purnama.

Baca juga: Lewat Dompet Dhuafa, British Propolis Donasikan Ambulans untuk Palestina

Dalam menjalankan program DD Farm, Purnama mengatakan, dirinya mengemban tugas untuk mendampingi dan mengedukasi masyarakat mengenai kiat usaha melalui DD Farm.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat akan menyadari bahwa DD Farm dapat memberikan manfaat positif terhadap perekonomian. Masyarakat pun dapat belajar cara beternak dengan baik dan benar.

Purnama mengatakan, mengubah pola pikir masyarakat dalam manajemen ternak menjadi wujud kontribusinya di DD Farm.

Sebagai informasi, DD Farm merupakan program peternakan berbasis aset wakaf

Baca juga: Himpun Donasi Rp 2,3 Miliar untuk Palestina, Atta Halilintar Diapresiasi Dompet Dhuafa

Pada tahap awal, DD Farm menerapkan konsep pembiayaan gabungan antara wakaf dengan zakat. Namun seiring berjalannya waktu, pembiayaan ditumbuhkan dengan investasi ekonomi. model pembiayaan ini kerap disebut sebagai blended finance.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com