Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kompas.com - 13/06/2021, 15:05 WIB
Ilustrasi babi hutan. ShutterstockIlustrasi babi hutan.

 

Daging babi kena ASF bisa berbahaya, perdagangan babi hutan di-stop

Supardi mengingatkan, ASF sangat menular sesama spesies babi. Ada kemungkinan virusnya juga bisa menular melalui perantaraan media lain, seperti air sungai, dan barang yang sempat mengalami kontak fisik dengan babi tersebut.

"Bisa jadi itu berbahaya jika dikonsumsi manusia, meskipun efeknya lebih efektif sesama spesies babi," katanya mengingatkan.

Saat ini, DPKP Kaltara sudah melakukan antisipasi perdagangan daging babi hutan di pasar. Larangan penjualan daging babi hutan di wilayah Kaltara sementara di-stop.

DPKP juga melarang para pemburu mengejar babi hutan akibat peristiwa ini.

"Selama ini perdagangan babi hutan oleh pemburu cukup massif. Kita blokade aktivitas itu sementara ini. Sementara langkah itu yang bisa kita lakukan, karena kalau untuk mengawasi aktivitas babi di hutan, kami belum bisa menjangkaunya," kata Supardi.

DPKP Kaltara juga sudah mengirimkan sampel kasus 120 babi yang mati ke Bvet Banjar Baru pada Jumat (11/6/2021). Diperkirakan hasilnya akan diterima paling cepat sekitar Senin (14/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Perempuan Hendak Melahirkan Ditandu Lewat Jalur Curam di Jember

Viral, Video Perempuan Hendak Melahirkan Ditandu Lewat Jalur Curam di Jember

Regional
'Di Jatim, Pimpinan Daerah Itu Dianggap sebagai Orangtua, Kalau Melanggar Aturan, Anaknya Bagaimana?'

"Di Jatim, Pimpinan Daerah Itu Dianggap sebagai Orangtua, Kalau Melanggar Aturan, Anaknya Bagaimana?"

Regional
Dendam Selama 10 Tahun, Tukang Asah Pisau Jagal Tikam Adik Ipar hingga Tewas

Dendam Selama 10 Tahun, Tukang Asah Pisau Jagal Tikam Adik Ipar hingga Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2021

Regional
Macan Tutul yang Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana Dinilai Kabar Baik

Macan Tutul yang Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana Dinilai Kabar Baik

Regional
Dilantik Jadi Dewan Penata Kota Darwin Australia, Amye Un Sumbangkan Gajinya Setahun untuk Warga

Dilantik Jadi Dewan Penata Kota Darwin Australia, Amye Un Sumbangkan Gajinya Setahun untuk Warga

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 21 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 21 September 2021

Regional
PTM Terbatas di Banjarmasin Jalan Terus meski Status PPKM Level 4

PTM Terbatas di Banjarmasin Jalan Terus meski Status PPKM Level 4

Regional
Peserta SKD CPNS yang Lulus Passing Grade, Belum Tentu Lanjut SKB, Mengapa?

Peserta SKD CPNS yang Lulus Passing Grade, Belum Tentu Lanjut SKB, Mengapa?

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2021

Regional
Pasien Covid-19 Melahirkan Bayi Laki-laki Saat Dirawat di RS Lapangan Surabaya

Pasien Covid-19 Melahirkan Bayi Laki-laki Saat Dirawat di RS Lapangan Surabaya

Regional
Ribuan Hewan Liar dan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin, Antisipasi Rabies

Ribuan Hewan Liar dan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin, Antisipasi Rabies

Regional
Bunuh Diri, WN Kanada di Bali Tinggalkan Surat Wasiat untuk Kekasih, Ini Isinya

Bunuh Diri, WN Kanada di Bali Tinggalkan Surat Wasiat untuk Kekasih, Ini Isinya

Regional
PPKM Ambon Turun ke Level 2, Wali Kota: Tidak Boleh Lengah

PPKM Ambon Turun ke Level 2, Wali Kota: Tidak Boleh Lengah

Regional
Tren Kasus Positif Covid-19 di Banten Menurun, Jokowi: Bagus, tapi Kewaspadaan Jangan Berkurang

Tren Kasus Positif Covid-19 di Banten Menurun, Jokowi: Bagus, tapi Kewaspadaan Jangan Berkurang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.