13 Kecamatan di Jombang Nihil Kasus Covid-19, Satgas Minta Masyarakat Tidak Lengah

Kompas.com - 08/06/2021, 06:51 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

JOMBANG, KOMPAS.com - Setelah tiga pekan pasca-Lebaran, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak menunjukkan adanya lonjakan.

Berdasarkan data terbaru, mayoritas kecamatan di daerah itu berada di zona hijau dalam peta perkembangan kasus Covid-19.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Akhmad Jazuli mengungkapkan, ada delapan kecamatan yang saat ini masuk zona kuning.

Dari 21 kecamatan di Jombang, 13 di antaranya mencatatkan nol kasus dan masuk kategori zona hijau Covid-19.

Tidak ada lagi wilayah yang berada di zona oranye atau merah. Adapun kasus aktif hingga Senin (7/6/2021), tercatat 19 kasus.

Baca juga: Satgas Covid-19 Bubarkan Konser Musik di Kafe Jombang, Pengunjung Sempat Terkejut

Perkembangan saat ini, kata Jazuli, berbeda jauh dengan kondisi saat Lebaran, saat itu ada 30 kasus aktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alhamdulillah, tidak ada lonjakan kasus. Sekarang kasusnya turun dan lebih banyak kecamatan yang hijau," kata Jazuli kepada Kompas.com di Kantor Pemkab Jombang, Senin.

Ia menjelaskan, zona hijau merupakan wilayah yang tidak terdapat kasus aktif, zona kuning terdapat 1-5 kasus, zona oranye ada 6-10 kasus, serta zona merah memiliki di atas 10 kasus.

Menurut Jazuli, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro memberikan efek positif dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Di Kabupaten Jombang, ungkap dia, pelaksanaan PPKM Mikro melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perangkat desa dan RT.

 

Keterlibatan berbagai pihak, kata Jazuli, memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam tiga pekan terakhir, jumlah kasus aktif tak sampai 30 kasus per hari.

"Memang sudah lebih banyak yang hijau, tapi kita jangan sampai lengah. Tetap patuhi protokol kesehatan karena sekarang masih pandemi," ujar Jazuli.

Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang hingga Senin (7/6/2021), tercatat sebanyak 4.809 kasus.

Baca juga: ASN yang Kunker ke Surabaya Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab PCR, Begini Penjelasan Pemkot

Sejak pandemi Covid-19 melanda, ada 520 orang yang meninggal karena terinfeksi virus corona.

Saat ini, terdapat 19 orang yang masih menjalani perawatan akibat Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korupsi Dana PNPM Mandiri Rp 1,6 Miliar, Bendahara UPK Simpan Pinjam di Sidoarjo Ditahan

Diduga Korupsi Dana PNPM Mandiri Rp 1,6 Miliar, Bendahara UPK Simpan Pinjam di Sidoarjo Ditahan

Regional
Vaksinasi Belum Capai 40 Persen, 11 Kabupaten di Kalbar Naik ke PPKM Level 3

Vaksinasi Belum Capai 40 Persen, 11 Kabupaten di Kalbar Naik ke PPKM Level 3

Regional
Hari Kedua Penerapan E-Parking di Medan, Jukir Malah Kebingungan Tak Paham Pakai Uang Elektronik

Hari Kedua Penerapan E-Parking di Medan, Jukir Malah Kebingungan Tak Paham Pakai Uang Elektronik

Regional
Salatiga Masuk PPKM Level 2, Wali Kota: Jangan Bangga dan Euforia Dulu

Salatiga Masuk PPKM Level 2, Wali Kota: Jangan Bangga dan Euforia Dulu

Regional
Masuk Bursa Capres Litbang Kompas, Ridwan Kamil: Survei Bukan Jaminan

Masuk Bursa Capres Litbang Kompas, Ridwan Kamil: Survei Bukan Jaminan

Regional
Tusuk WN Selandia Baru dengan Pecahan Botol di Bali, WN Maroko Ditangkap

Tusuk WN Selandia Baru dengan Pecahan Botol di Bali, WN Maroko Ditangkap

Regional
Status PPKM Bangka Turun Satu Tingkat ke Level 3 gara-gara Capaian Vaksinasi Rendah

Status PPKM Bangka Turun Satu Tingkat ke Level 3 gara-gara Capaian Vaksinasi Rendah

Regional
Perayaan Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta Digelar Sedehana, Tanpa Gunungan dan Arak-arakan Prajurit

Perayaan Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta Digelar Sedehana, Tanpa Gunungan dan Arak-arakan Prajurit

Regional
Cerita Pendaki Gunung Andong yang Sempat Hilang 2 Hari, Sempat Telepon Minta Tali, tetapi...

Cerita Pendaki Gunung Andong yang Sempat Hilang 2 Hari, Sempat Telepon Minta Tali, tetapi...

Regional
3 Kecamatan di Bengkulu Tengah Terdampak Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

3 Kecamatan di Bengkulu Tengah Terdampak Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam

Regional
Polisi Sebut 2 Situs Judi Online yang Digerebek di Pekanbaru Dibuka Pria Asal Jakarta

Polisi Sebut 2 Situs Judi Online yang Digerebek di Pekanbaru Dibuka Pria Asal Jakarta

Regional
Beredar Kabar Bupati Kuantan Singingi Andi Putra Ditangkap KPK, Ini Kata Polisi

Beredar Kabar Bupati Kuantan Singingi Andi Putra Ditangkap KPK, Ini Kata Polisi

Regional
Belum Capai Target 70 Persen Vaksinasi, Banyuwangi Masih Masuk PPKM Level 2

Belum Capai Target 70 Persen Vaksinasi, Banyuwangi Masih Masuk PPKM Level 2

Regional
Polda Lampung Usut 6 Laporan Pinjol Ilegal, Pelapor Merasa Diteror

Polda Lampung Usut 6 Laporan Pinjol Ilegal, Pelapor Merasa Diteror

Regional
Cerita Seputar TKP Tragedi Susur Sungai Ciamis: Nama Korban Pertama yang Hanyut Jadi Nama Kampung dan Dikenal Angker

Cerita Seputar TKP Tragedi Susur Sungai Ciamis: Nama Korban Pertama yang Hanyut Jadi Nama Kampung dan Dikenal Angker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.