Semprotkan Cairan Disinfektan ke PKL, Satpol PP Banyumas Klaim Tak Berbahaya

Kompas.com - 07/06/2021, 18:28 WIB
Anggota Satpol PP membubarkan PKL di Alun-alun Purwokertto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengam cairam disinfektan, Sabtu (5/6/2021). KOMPAS.COM/HANDOUTAnggota Satpol PP membubarkan PKL di Alun-alun Purwokertto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengam cairam disinfektan, Sabtu (5/6/2021).

PURWOKERTO, KOMPAS.com-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyumas, Jawa Tengah, menyemprotkan cairan disinfektan ke pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Purwokerto.

Penyemprotan itu dilakukan pada Sabtu (5/6/2021) untuk membubarkan pedagang yang tetap berjualan di lokasi itu meski sudah dilarang berulang kali.

Namun, Kepala Satpol PP Banyumas Eko Heru Surono memastikan cairan itu sudah diolah sehingga tidak lagi berbahaya.

"Cairan disinfektan yang keluar itu kita kabutkan, jadi tidak membahayakan," kata Heru saat dihubungi, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Bubarkan PKL di Alun-alun Purwokerto, Satpol PP Semprotkan Cairan Disinfektan

Heru mengatakan, pembubaran itu dilakukan karena PKL dinilai tidak mengindahkan imbauan agar tidak berjualan di lokasi tersebut.

Permintaan itu sudah dilayangkan selama bertahun-tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah bertahun-tahun lalu mereka diperingatkan. Namun, tidak mengindahkan peringatan, sehingga akhirnya mengambil tindakan tersebut," ujar Heru.

Sedangkan Humas Paguyuban PKL Sehati Alun-alun Purwokerto Sugianto mengaku keberatan pembubaran dengan cara tersebut.

"Kalau mau ngusir setan saja dikasih sesaji, biar mereka pergi. Kami kan manusia, kalau mau mengusir kami ya kami diberi solusi diberi tempat," jata Sugianto kepada wartawan, Jumat (7/6/2021).

Baca juga: PKL Alun-alun Purwokerto Disemprot Disinfektan, Bupati Minta Maaf

Menurut Sugianto, para PKL sudah berjualan di kompleks alun-alun sejak puluhan tahun lalu.

Sempat muncul wacana mereka akan direlokasi, tapi hingga saat ini belum ada kepastian.

Sejak pandemi Covid-19, mereka tidak diperbolehkan lagi berjualan karena alun-alun ditutup.

Namun belakangan mereka kembali berjualan karena terimpit masalah ekonomi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahagianya Tukang Becak Dapat BST Rp 600.00: Biasanya Enggak Pernah

Bahagianya Tukang Becak Dapat BST Rp 600.00: Biasanya Enggak Pernah

Regional
Fotonya Menghadiri Acara Pernikahan Saat PPKM Darurat Viral, Ini Penjelasan Bupati Ponorogo

Fotonya Menghadiri Acara Pernikahan Saat PPKM Darurat Viral, Ini Penjelasan Bupati Ponorogo

Regional
Curi Etalase Rokok karena Impitan Ekonomi, Driver Ojol Ini Malah Dihadiahi Sembako

Curi Etalase Rokok karena Impitan Ekonomi, Driver Ojol Ini Malah Dihadiahi Sembako

Regional
Keluhan Pelaku Wisata di Banyuwangi: Tak Bisa Apa-apa, Tak Dapat Apa-apa

Keluhan Pelaku Wisata di Banyuwangi: Tak Bisa Apa-apa, Tak Dapat Apa-apa

Regional
Plt Bupati Nganjuk Sumbangkan Gaji dan Tunjangan, Ajak Warga Saling Bantu di Tengah Pandemi

Plt Bupati Nganjuk Sumbangkan Gaji dan Tunjangan, Ajak Warga Saling Bantu di Tengah Pandemi

Regional
Tikam Menantunya Sendiri di Pasar, Seorang Mertua Ditetapkan DPO oleh Polisi

Tikam Menantunya Sendiri di Pasar, Seorang Mertua Ditetapkan DPO oleh Polisi

Regional
Terapkan PPKM Level 4, Wakil Wali Kota Kupang: Tidak Pakai Masker Kami Larang Masuk

Terapkan PPKM Level 4, Wakil Wali Kota Kupang: Tidak Pakai Masker Kami Larang Masuk

Regional
Sebuah Warkop di Pontianak Dirazia Petugas, 34 Pengunjung Positif Covid-19

Sebuah Warkop di Pontianak Dirazia Petugas, 34 Pengunjung Positif Covid-19

Regional
Kronologi Pria Tewas Dikeroyok Debt Collector, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Kronologi Pria Tewas Dikeroyok Debt Collector, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
7 Pegawai PN Jember Terpapar Covid-19, Kegiatan Sidang Ditunda Seminggu

7 Pegawai PN Jember Terpapar Covid-19, Kegiatan Sidang Ditunda Seminggu

Regional
Kebutuhan Melonjak Drastis, Stok Oksigen Tabung di Cianjur Semakin Menipis

Kebutuhan Melonjak Drastis, Stok Oksigen Tabung di Cianjur Semakin Menipis

Regional
Ini yang Wajib Diketahui Pelaku Perjalanan Selama PPKM Level 4 di Sumba Timur

Ini yang Wajib Diketahui Pelaku Perjalanan Selama PPKM Level 4 di Sumba Timur

Regional
Penutupan Kegiatan Wisata di Gunung Gede Pangrango Kembali Diperpanjang, Ini Ketentuan Terbarunya

Penutupan Kegiatan Wisata di Gunung Gede Pangrango Kembali Diperpanjang, Ini Ketentuan Terbarunya

Regional
PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Bupati Wonogiri: APBD Kami Sudah Kembang Kempis

PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Bupati Wonogiri: APBD Kami Sudah Kembang Kempis

Regional
Keluarga Akidi Tio, Ayah hingga Anak Pengusaha, Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel

Keluarga Akidi Tio, Ayah hingga Anak Pengusaha, Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X