Waspada Dampak Siklon Tropis Choi-Wan di Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Sitaro

Kompas.com - 01/06/2021, 15:46 WIB
Ilustrasi siklon tropis Ilustrasi siklon tropis

MANADO, KOMPAS.com - Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle menyebut siklon tropis Choi-Wan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Sulawesi Utara dalam 24 jam ke depan.

Dampaknya berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Ini berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara khususnya Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Sitaro," kata Ben, lewat pesan singkat, Senin (1/6/2021).

Baca juga: BMKG: Intensitas Siklon Tropis Surigae Melemah dalam 24 Jam ke Depan

Selain itu, lanjut dia, juga memberikan dampak gelombang laut.

"Gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan Kepulauan Sangihe, Talaud, dan laut Maluku," ujar Ben.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diperkirakan intensitas siklon tropis Choi-Wan meningkat dalam 24 jam ke depan dan cenderung bergerak ke arah barat laut menuju ke kepulauan Filipina.

Baca juga: Danau Baru Muncul di Kota Kupang Usai Badai Siklon Tropis Seroja

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya di wilayah yang terkena dampak tidak langsung dari keberedaan siklon tropis Choi-Wan," imbaunya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Total Rp 20 M, Pemkot Tasikmalaya Percepat Pembayaran Insentif Nakes

Total Rp 20 M, Pemkot Tasikmalaya Percepat Pembayaran Insentif Nakes

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 Juli 2021

Regional
Kasus Harian Covid-19 Turun, Kabupaten Semarang Masuk PPKM Level 4

Kasus Harian Covid-19 Turun, Kabupaten Semarang Masuk PPKM Level 4

Regional
Banda Aceh Terapkan PPKM Level 3, Ada Perubahan Aturan

Banda Aceh Terapkan PPKM Level 3, Ada Perubahan Aturan

Regional
Saat Jenderal Andika Perkasa Semangati Nakes RS TNI AD yang Terpapar Covid-19

Saat Jenderal Andika Perkasa Semangati Nakes RS TNI AD yang Terpapar Covid-19

Regional
Cakupan Vaksinasi di Blora Baru 15 Persen dari Target 715.000 Orang

Cakupan Vaksinasi di Blora Baru 15 Persen dari Target 715.000 Orang

Regional
Oknum PNS Pemprov Sulut Pemalsu Surat Hasil PCR Ditangkap

Oknum PNS Pemprov Sulut Pemalsu Surat Hasil PCR Ditangkap

Regional
Penyintas Covid-19 di Palembang Bagikan Air Herbal untuk Warga yang Isoman

Penyintas Covid-19 di Palembang Bagikan Air Herbal untuk Warga yang Isoman

Regional
Pengusaha Restoran dan Hotel di Bandung Batal Kibarkan Bendera Putih

Pengusaha Restoran dan Hotel di Bandung Batal Kibarkan Bendera Putih

Regional
Ini Upaya BPBD Magelang Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau

Ini Upaya BPBD Magelang Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau

Regional
Stok Vaksin Covid-19 di Padang Panjang Habis, Bagimana Nasib Warga yang Belum Vaksin?

Stok Vaksin Covid-19 di Padang Panjang Habis, Bagimana Nasib Warga yang Belum Vaksin?

Regional
Satpol Solo Kesulitan Awasi Aturan Makan di Tempat Selama PPKM Level 4

Satpol Solo Kesulitan Awasi Aturan Makan di Tempat Selama PPKM Level 4

Regional
Stok Vaksin Mulai Menipis, Kadinkes Sumsel: Kita Sudah Teriak-teriak Agar Segera Dikirim

Stok Vaksin Mulai Menipis, Kadinkes Sumsel: Kita Sudah Teriak-teriak Agar Segera Dikirim

Regional
Stok Vaksin di Lhokseumawe Hanya Cukup untuk Satu Hari, Kiriman Kemenkes Tak Kunjung Tiba

Stok Vaksin di Lhokseumawe Hanya Cukup untuk Satu Hari, Kiriman Kemenkes Tak Kunjung Tiba

Regional
Usai Dituding Hamil Palsu, Pemilik Warkop yang Dianiaya Satpol PP Disebut Serobot Makam Pahlawan

Usai Dituding Hamil Palsu, Pemilik Warkop yang Dianiaya Satpol PP Disebut Serobot Makam Pahlawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X