Danau Baru Muncul di Kota Kupang Usai Badai Siklon Tropis Seroja

Kompas.com - 18/04/2021, 15:41 WIB
Ambrosius Anone, warga Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Minggu (18/4/2021) menunjuk bentangan danau yang baru terbentuk setelah terjadi bencana alam badai siklon tropis Seroja. (ANTARA/BENNY JAHANG)Ambrosius Anone, warga Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Minggu (18/4/2021) menunjuk bentangan danau yang baru terbentuk setelah terjadi bencana alam badai siklon tropis Seroja.

KOMPAS.com - Danau baru seluas dua hektare muncul di RT 014 RW 006, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, usai bencana alam badai siklon tropis seroja melanda.

"Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis seroja melanda daerah ini. Pada Senin (5/4/2021) pagi kami melihat air semakin meluas dan mengenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasan genangan air semakin meluas," kata Hendrik Lasa, warga RT 014 RW 006, Kelurahan Sikumana, seperti dilansir dari Antara, Minggu (18/4/2021).

Sebelum menjadi danau, lokasi tersebut digunakan warga sebagai lahan pertanian untuk menanam palawija.

Baca juga: Cerita Petani Tebu Beralih Menanam Porang, dari Omzet Rp 9 Juta Kini Rp 100 Juta


Akibat adanya danau itu sehingga seluruh tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis dan kelapa yang siap panen semua tengelam dalam air danau yang baru terbentuk itu.

Setelah puluhan tahun berdomisili di kawasan itu, kata Hendrik, ia belum pernah mengalami peristiwa seperti ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah," kata dia.

Danau baru muncul di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, usai terjadi bencana alam badai siklon tropis seroja, Minggu (18/4/2021).(ANTARA/BENNY JAHANG) Danau baru muncul di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, usai terjadi bencana alam badai siklon tropis seroja, Minggu (18/4/2021).

Tinggi air terus bertambah karena menurutnya air yang mengalir dari mata air Tangkolo dan sumber mata air baru di kawasan itu semakin banyak.

"Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah. Kami khawatir bisa berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana apabila air danau ini terus bertambah tinggi," kata Hendrik Lasa.

Baca juga: Kronologi KKB Bakar Rumah Kepala Suku dan Tempat Tinggal Guru di Beoga

Batz Sebaneno (38), warga setempat lainnya mengatakan hal senada.

Sejumlah sumber mata air baru muncul dalam rumah penduduk setempat, sejak danau ini terbentuk pada dua pekan lalu.

"Kami sudah tidak bisa masak dalam dapur karena air muncul dalam rumah sejak danau ini terbentuk. Bahkan di depan rumah kami juga ada muncul sumber mata air baru," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bernyanyi dan Joget Tanpa Masker, Wakil Bupati Lampung Tengah Divonis Kerja Sosial

Bernyanyi dan Joget Tanpa Masker, Wakil Bupati Lampung Tengah Divonis Kerja Sosial

Regional
5 Cerita Penjual Makanan dengan Pakaian Menarik, Pakai Kostum Satria Baja Hitam hingga Ironman

5 Cerita Penjual Makanan dengan Pakaian Menarik, Pakai Kostum Satria Baja Hitam hingga Ironman

Regional
Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, 17.400 Siswa SMP di Madiun Divaksin Covid-19

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, 17.400 Siswa SMP di Madiun Divaksin Covid-19

Regional
Detik-detik Buronan Kasus Penganiayaan Ditembak dan Tewas, Bermula Serang Polisi dengan Pisau

Detik-detik Buronan Kasus Penganiayaan Ditembak dan Tewas, Bermula Serang Polisi dengan Pisau

Regional
Gempa Bumi M 5,2 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi M 5,2 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Bus Pengiring Jenazah Terbalik dan Timpa Rumah Warga di Kupang, Bermula Tak Kuat Menanjak

Bus Pengiring Jenazah Terbalik dan Timpa Rumah Warga di Kupang, Bermula Tak Kuat Menanjak

Regional
Vaksinasi Khusus Lansia di Kepri, Catat Tanggalnya

Vaksinasi Khusus Lansia di Kepri, Catat Tanggalnya

Regional
Cerita Prabu, Sediakan Wifi Gratis untuk Anak-anak Belajar Daring di Kampungnya

Cerita Prabu, Sediakan Wifi Gratis untuk Anak-anak Belajar Daring di Kampungnya

Regional
Kapolri: Vaksinasi untuk Menurunkan Level dan Kebebasan Beraktivitas

Kapolri: Vaksinasi untuk Menurunkan Level dan Kebebasan Beraktivitas

Regional
Tabrak Truk di Dekat Bandara YIA, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Tabrak Truk di Dekat Bandara YIA, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Regional
100 Pembalap Motor Liar Ditangkap Selama PPKM Level 4 di Ponorogo, Mayoritas di Bawah Umur

100 Pembalap Motor Liar Ditangkap Selama PPKM Level 4 di Ponorogo, Mayoritas di Bawah Umur

Regional
2.612 Pendaftar Tidak Lolos Seleksi CPNS dan PPPK di Batam

2.612 Pendaftar Tidak Lolos Seleksi CPNS dan PPPK di Batam

Regional
PB Pisok, Tempat Greysia Polii Pertama Kali Berlatih Bulu Tangkis, Kondisinya Memprihatinkan

PB Pisok, Tempat Greysia Polii Pertama Kali Berlatih Bulu Tangkis, Kondisinya Memprihatinkan

Regional
Polda Sumsel Persilakan Warga yang Merasa Ditipu Anak Akidi Tio untuk Melapor

Polda Sumsel Persilakan Warga yang Merasa Ditipu Anak Akidi Tio untuk Melapor

Regional
Serang Polisi, Pelaku Penganiayaan Meninggal Usai Dilumpuhkan, Ini Kronologinya

Serang Polisi, Pelaku Penganiayaan Meninggal Usai Dilumpuhkan, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X