Sanksi Derek Parkir Liar di Kota Bandung Masih Tumpul, Ini Sebabnya

Kompas.com - 25/05/2021, 17:40 WIB
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menderek mobil yang parkir di bahu jalan, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIPetugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menderek mobil yang parkir di bahu jalan, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelaksanaan penindakan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2020 tentang penerapan sanksi derek terhadap pelanggar parkir liar dinilai masih tumpul.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan Kota Bandung Asep Koswara dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Menurut Asep, Dishub Kota Bandung belum memiliki kendaraan derek yang mempuni untuk mengangkut kendaraan roda empat yang memanfaatkan parkir liar.

Baca juga: Pos Penyekatan di Perbatasan Kota Bandung Resmi Berakhir

"Kami belum punya derek otomatis hidrolik. Kami hanya punya derek yang gantung dan gendong. Kalau dipaksakan pakai itu, akan merusak kendaraan (yang ditindak). Makanya kami belum siap menderek kendaraan roda empat baru," kata Asep.

Asep menjelaskan, untuk saat ini penindakan terhadap kendaraan roda empat yang kedapatan parkir liar adalah dengan pencabutan pentil ban.

"Kalau tidak memungkinkan diderek, kami cabut pentil, itu salah satunya. Kalau ada orangnya, kami kolaborasi dengan kepolisian dengan melakukan penilangan," kata Asep.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Aksi Heroik Bocah 8 Tahun Korban Kecelakaan, Panjat Tebing 30 Meter lalu Minta Tolong

Asep mengatakan, sejak 6 hingga 24 Mei 2021, Dishub Kota Bandung telah melakukan penindakan terhadap ribuan kendaraan.

Meski demikian, lantaran Perda Nomor 3 Tahun 2020 belum bisa diterapkan secara optimal, pihaknya masih memberikan toleransi terhadap pemilik kendaraan.

"Sampai kemarin ada 1.200 pelanggar roda dua dan empat yang kami tindak, kami berikan sosialisasi karena kondisinya sudah ada Perda derek, mau tidak mau harus dibayar. Tapi kita manusiawi, sambil kita sosialisasi, denda yang harusnya Rp 245.000 untuk kendaraan roda dua, tapi kemarin ada yang tidak punya uang kita lepas. Kita sosialisasi agar tidak melanggar lagi ke depannya," kata Asep.

Baca juga: Tilap Uang Nasabah Rp 10 Miliar, Eks Pegawai Bank Pemerintah Ditangkap

Asep mengatakan, Dishub Kota Bandung akan terus berupaya untuk melakukan penertiban kantong-kantong parkir liar dengan mengintensifkan patroli untuk memastikan tidak ada kendaraan yang parkir liar.

Menurut Asep, terdapat sejumlah titik yang kerap dijadikan kantong parkir liar di Kota Bandung.

"Seperti di sekitar Paskal 123, sekitar Alun-alun dan Pasar Baru, serta titik-titik keramaian," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

Regional
Talut Jalan Kutayasa Ambrol, Ini Hasil Tinjauan Dinas PUPR Banjarnegara

Talut Jalan Kutayasa Ambrol, Ini Hasil Tinjauan Dinas PUPR Banjarnegara

Regional
Ogah Bicara Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Niat Saya Bereskan Pandemi

Ogah Bicara Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Niat Saya Bereskan Pandemi

Regional
Beri Sembako hingga Uang kepada Warga yang Divaksin, Kapolda Papua: Agar Mereka Mau Datang...

Beri Sembako hingga Uang kepada Warga yang Divaksin, Kapolda Papua: Agar Mereka Mau Datang...

Regional
UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (2)

UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (2)

Regional
Seorang Pria di Bandung Berjam-jam Aniaya Istri hingga Tewas

Seorang Pria di Bandung Berjam-jam Aniaya Istri hingga Tewas

Regional
Pastikan Komitmen Pemerintah soal 1,2 Juta Dosis Vaksin, Gubernur NTB: 200.000 Dosis Sudah Dikirim

Pastikan Komitmen Pemerintah soal 1,2 Juta Dosis Vaksin, Gubernur NTB: 200.000 Dosis Sudah Dikirim

Regional
Gara-gara Banyak Utang, Pria Ini Tembak Bagian Kaki Temannya dengan Airsoft Gun

Gara-gara Banyak Utang, Pria Ini Tembak Bagian Kaki Temannya dengan Airsoft Gun

Regional
Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Selidiki Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga di Malang

Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Selidiki Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga di Malang

Regional
UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (1)

UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (1)

Regional
Kandang Peternakan di Grobogan Terbakar, 20.000 Ayam Mati

Kandang Peternakan di Grobogan Terbakar, 20.000 Ayam Mati

Regional
Semua Daerah di Jatim Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Jangan Euforia, Pandemi Belum Usai

Semua Daerah di Jatim Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Jangan Euforia, Pandemi Belum Usai

Regional
Kantor Diskoperindag Tuban Kemalingan, Sebuah Laptop dan Ponsel Raib

Kantor Diskoperindag Tuban Kemalingan, Sebuah Laptop dan Ponsel Raib

Regional
Ditemukan Telantar di Pinggir Jalan dan Hamil Tua, ODGJ di Banyuwangi Ini Lahirkan Bayi Laki-laki

Ditemukan Telantar di Pinggir Jalan dan Hamil Tua, ODGJ di Banyuwangi Ini Lahirkan Bayi Laki-laki

Regional
MA Batalkan Vonis Bebas Pemerkosa Anak di Aceh

MA Batalkan Vonis Bebas Pemerkosa Anak di Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.