Sultan Minta Warga Belanjakan Uang di DIY agar Perekonomian Tumbuh

Kompas.com - 18/05/2021, 14:02 WIB
Sri Sultan HB X saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, setelah rapat daring dengan presiden RI, Senin (17/5/2021). KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSri Sultan HB X saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, setelah rapat daring dengan presiden RI, Senin (17/5/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau masyarakat untuk membelanjakan uangnya di DIY.

Hal itu bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian DIY di masa pandemi Covid-19.

Sultan mencontohkan, saat dirinya mendapatkan gaji dari pemerintah DIY sebagai Gubernur DIY, maka Sultan akan membelanjakannya di Yogyakarta.

"Memang harus gitu kalau ngomong pertumbuhan ekonomi. Ya kasarannya saya dibayar Pemda DIY jadi Gubernur ya duitnya saya belanjakan di Yogyakarta enggak dibelanjakan ke Jakarta kan gitu," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya jika uang yang diterima masyarakat dibelanjakan keluar Yogyakarta maka perekonomian yang tumbuh bukan Yogyakarta.

"Kalau dibelanjakan ke Jakarta yang tumbuh kan Jakarta," imbuhnya.

Baca juga: Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran, padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Percepatan belanja barang dan jasa

Ilustrasi uang kertas.(AFP)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi uang kertas.(AFP)

Selain mengimbau masyarakat untuk membelanjakan uang di Yogyakarta, Pemerintah DIY juga berencana mempercepat belanja barang atau jasa.

"Ya kabupaten-kabupaten termasuk provinsi harus percepat proses mengeluarkan duitnya kan. Itu kalau tidak cepat dibelanjakan uang yang beredar di masyarakat terbatas ya enggak naik," ujarnya.

Selama ini salah satu penyumbang terbesar dari ekonomi di DIY selain pariwisata adalah mahasiswa-mahasiswa yang berkuliah di sekitar DIY.

Namun, untuk saat ini mengingat mahasiswa belum masuk kembali maka Pemerintah DIY belum bisa kembali mengandalkan mahasiswa yang menempuh perkuliahan di DIY.

"Mahasiswa yang hidup di Yogyakarta kan membelanjakan untuk kos, mangan (makan) itu memberikan pertumbuhan ekonomi untuk Yogyakarta," kata Sultan.

Sambung Sultan, saat pandemi Covid-19 seperti saat ini dirinya belum mau terburu-buru memperbolehkan mahasiswa dari luar DIY untuk masuk ke DIY.

Mengingat angka kasus Covid di luar Jawa sedang naik.

"Belum berani, kampusnya belum berani karena luar Jawa justru malah tinggi (penularan Covid)," kata dia.

Baca juga: Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Mobil Tabrak Penyekatan PPKM hingga Barier Beterbangan

Viral, Video Mobil Tabrak Penyekatan PPKM hingga Barier Beterbangan

Regional
Warga: Ada Surat Bebas Covid-19 tapi Belum Vaksinasi, Batal Berangkat ke Luar Daerah

Warga: Ada Surat Bebas Covid-19 tapi Belum Vaksinasi, Batal Berangkat ke Luar Daerah

Regional
Masuk Mal hingga Pasar Tradisional di Tegal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Masuk Mal hingga Pasar Tradisional di Tegal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Regional
Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Wilayah Kaimana Papua Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Wilayah Kaimana Papua Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Banyak Merugi, Jumlah Peternak Rakyat Kini Tinggal 25 Persen

Banyak Merugi, Jumlah Peternak Rakyat Kini Tinggal 25 Persen

Regional
Cerita Puskesmas Tandus di NTT Disulap Jadi Kawasan Asri

Cerita Puskesmas Tandus di NTT Disulap Jadi Kawasan Asri

Regional
Dinkes Klaim PPKM Level 4 Turunkan Kasus Harian Covid-19 di Solo

Dinkes Klaim PPKM Level 4 Turunkan Kasus Harian Covid-19 di Solo

Regional
Meski Bisnisnya Lesu, Pengusaha Properti Ini Lelang Rumahnya demi Bantu Penanganan Covid-19

Meski Bisnisnya Lesu, Pengusaha Properti Ini Lelang Rumahnya demi Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Almarhum Bupati Yasin Payapo Dimakamkan Keluarga, Para Pejabat dan Anggota Dewan Ikut Mengantar

Almarhum Bupati Yasin Payapo Dimakamkan Keluarga, Para Pejabat dan Anggota Dewan Ikut Mengantar

Regional
Kopral EP Aniaya 2 Pelajar Saat Tertibkan Prokes, Kini Harus Mendekam di Tahanan

Kopral EP Aniaya 2 Pelajar Saat Tertibkan Prokes, Kini Harus Mendekam di Tahanan

Regional
Bandara Depati Amir Sediakan Vaksinasi untuk Penumpang

Bandara Depati Amir Sediakan Vaksinasi untuk Penumpang

Regional
Tangis Ketua DPRD dan Para Pejabat Saat Jenazah Bupati Yasin Payapo Dilepas

Tangis Ketua DPRD dan Para Pejabat Saat Jenazah Bupati Yasin Payapo Dilepas

Regional
Festival Kelimutu Bakal Digelar di Pertengahan Agustus dengan Mematuhi Prokes

Festival Kelimutu Bakal Digelar di Pertengahan Agustus dengan Mematuhi Prokes

Regional
Tutup Defisit Anggaran Covid-19 Rp 92 M, Gibran Potong Tunjangan PNS Solo

Tutup Defisit Anggaran Covid-19 Rp 92 M, Gibran Potong Tunjangan PNS Solo

Regional
Pencairan Insentif Nakes di Tasikmalaya Terkendala, Ini Penyebabnya

Pencairan Insentif Nakes di Tasikmalaya Terkendala, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X