Perampok yang Sekap Pasutri Mengaku Tak Memerkosa Istri Korban, Begini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 17/05/2021, 15:27 WIB
Ilustrasi perampokan. ShutterstockIlustrasi perampokan.

MUBA, KOMPAS.com - AR (41), perampok yang menyekap pasangan suami istri di Musi Banyuasin (Muba), masih mendekam di sel tahanan Polres Muba untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil penyelidikan, tersangka AR mengaku tidak memerkosa istri korban.

"Ketika hendak memperkosa korban, pelaku ini tidak ereksi. Sehingga batal melakukan aksinya itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muba Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ali Rojikin melalui pesan singkat, Senin (17/5/2021).

Saat kejadian, AR mengancam AS dan suaminya, GS, menggunakan sebilah pisau. GS tak berkutik membantu sang istri karena tangan dan kakinya diikat oleh pelaku.

Pelaku juga menutup mata GS. Perampok tersebut juga mematikan lampu di rumah tersebut sehingga keadaan menjadi gelap.

Baca juga: Perampok Sekap Pasutri di Muba, Perkosa Istri Korban, lalu Bawa Kabur Ponsel

Setelah GS tak bergerak, AR menodong AS untuk melayani nafsunya di sudut rumah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena tidak jadi memperkosa korban, pelaku akhirnya mengambil handphone mereka. Bahkan, pelaku ini sempat pamit kepada kedua korban 'terima kasih, aku pulang dulu'," ujar Kasat.

Menurut Ali, korban dan pelaku saling mengenal. AR mengincar kediaman korban lantaran rumah mereka yang berada di areal perkebunan karet di Kecamatan Babat Supat dalam kedaan sepi.

"Korban ini juga baru menikah selama tiga bulan dan tinggal di situ," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sajikan Makanan Secara Prasmanan, Sebuah Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan

Sajikan Makanan Secara Prasmanan, Sebuah Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan

Regional
Rumah Singgah Penuh, 130 Pasien Covid-19 Tempati BPSDMD Jateng

Rumah Singgah Penuh, 130 Pasien Covid-19 Tempati BPSDMD Jateng

Regional
Polres Rote Ndao Ungkap Motif Pembunuhan di Depan Gereja

Polres Rote Ndao Ungkap Motif Pembunuhan di Depan Gereja

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Pemred di Sumut, Berawal dari Suara Alarm Mobil, Ada Luka Tembak di Selangkangan

Kronologi Penemuan Mayat Pemred di Sumut, Berawal dari Suara Alarm Mobil, Ada Luka Tembak di Selangkangan

Regional
Sebelum Tewas Diterkam Buaya, Kanisius Sempat Berteriak Minta Tolong dan Ditarik Rekannya

Sebelum Tewas Diterkam Buaya, Kanisius Sempat Berteriak Minta Tolong dan Ditarik Rekannya

Regional
Cegah Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Ajak RSU Swasta Sediakan Tempat Isolasi

Cegah Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Ajak RSU Swasta Sediakan Tempat Isolasi

Regional
27 WN Vietnam yang Ditangkap Mencuri Ikan di Natuna Dideportasi

27 WN Vietnam yang Ditangkap Mencuri Ikan di Natuna Dideportasi

Regional
Ribuan Santri Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Banyuwangi: Kami Akan Terus Menggenjot Vaksinasi

Ribuan Santri Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Banyuwangi: Kami Akan Terus Menggenjot Vaksinasi

Regional
Penembakan Wartawan Media Online di Sumut, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Rumahnya

Penembakan Wartawan Media Online di Sumut, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Rumahnya

Regional
Nekat Masuk Rumah dan Ambil Motor, 'Debt Collector' Ditangkap Polisi

Nekat Masuk Rumah dan Ambil Motor, "Debt Collector" Ditangkap Polisi

Regional
16 Warga di Satu Kelurahan Positif Covid-19 Usai Wisata ke Pangandaran, Begini Kronologinya...

16 Warga di Satu Kelurahan Positif Covid-19 Usai Wisata ke Pangandaran, Begini Kronologinya...

Regional
Soal Seseorang Hilang Diterkam Buaya di Babel, Walhi: Manusia Telah Berikan Tekanan Serius

Soal Seseorang Hilang Diterkam Buaya di Babel, Walhi: Manusia Telah Berikan Tekanan Serius

Regional
Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Usai Ditikam Suami dengan Keris, Berawal Cekcok Masalah Rumah Tangga

Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Usai Ditikam Suami dengan Keris, Berawal Cekcok Masalah Rumah Tangga

Regional
Detik-detik Kanisius Diterkam Buaya Saat Memancing di Dekat Tambak Garam, Sempat Ditolong tetapi...

Detik-detik Kanisius Diterkam Buaya Saat Memancing di Dekat Tambak Garam, Sempat Ditolong tetapi...

Regional
PPDB SMA dan SMK di Sumbar Dibuka Besok, Begini Cara Membuat Akun untuk Mendaftar

PPDB SMA dan SMK di Sumbar Dibuka Besok, Begini Cara Membuat Akun untuk Mendaftar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X