Edarkan Surat Bebas Covid-19 Palsu, Pegawai Dinkes Cianjur Ditangkap, Kasus Terungkap dari Pengakuan Sopir Travel Gelap

Kompas.com - 05/05/2021, 06:05 WIB
Polisi memerlihatkan surat hasil rapid test antigen palsu yang beredar di kalangan sopir travel gelap. Dua orang dijadikan tersangka sebagai pembuat. Salah satunya oknum pegawai Dinas Kesehatan Cianjur KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPolisi memerlihatkan surat hasil rapid test antigen palsu yang beredar di kalangan sopir travel gelap. Dua orang dijadikan tersangka sebagai pembuat. Salah satunya oknum pegawai Dinas Kesehatan Cianjur

CIANJUR, KOMPAS.com – Jajaran Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengamankan JAB dan AR.

Keduanya dijadikan tersangka kasus surat keterangan hasil rapid test antigen dan swab test palsu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 100 lembar surat rapid test antigen dan swab berikut stempel dinas kesehatan, satu buah laptop, komputer, dan printer.

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai mengatakan, kasus ini bermula dari beredarnya informasi di media sosial terkait peredaran surat keterangan bebas Covid-19 palsu itu di kalangan sopir travel gelap.

Baca juga: Modus Pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu, Stik Antigen Bekas Dicuci Alkohol, Hasil Swab Diketik Non-reaktif

Terungkap setelah polisi amankan sopir travel gelap

“Dibantu tim dari Ditreskrimum Polda Jabar, kita lakukan penyelidikan dan didapatkan seorang sopir travel gelap berinisial MR berikut surat tersebut,” kata Rifai kepada Kompas.com di halaman mapolres, Selasa (3/5/2021).

Rifai menyebut, tim kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mengarah kepada kedua tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pegawai Dinkes Terlibat Komplotan Pemalsu Surat Bebas Covid-19, Beraksi sejak Februari, Sudah Terbitkan 100 Surat

“Tersangka JAB ini berperan sebagai pembuat surat. Sedangkan AR turut serta menyediakan softcopy surat yang diambil dari tempat kerjanya," ujar dia.

“AR ini merupakan tenaga honorer di Dinas Kesehatan Cianjur,“ sambung Rifai.

Baca juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Temukan Hasil Tes Antigen Mencurigakan

 

Ada kop surat, seakan-akan resmi, tapi cap palsu

Menurutnya, sepintas surat hasil rapid test antigen itu tampak asli. Namun, setelah diteliti dan dikroscek kepada pihak terkait ternyata palsu.

“Ada kop suratnya, seakan-akan dikeluarkan resmi oleh dinas kesehatan, ada juga yang dari klinik. Setelah diteliti tanda tangan pejabat dan capnya palsu,” terang dia.

Rifai menambahkan, penyidik masih terus mengembangkan kasus ini sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Untuk sopir travel yang kita amankan masih diperiksa intensif. Statusnya saksi,“ ujar Rifai.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 263 dan 268 KUHPidana dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terperangkap dalam Kebakaran, Bocah 5 Tahun di Toraja Utara Tewas

Terperangkap dalam Kebakaran, Bocah 5 Tahun di Toraja Utara Tewas

Regional
Polisi Tangkap Guru Olahraga yang Cabuli Muridnya di Sekolah, Korban Diancam Tidak Naik Kelas

Polisi Tangkap Guru Olahraga yang Cabuli Muridnya di Sekolah, Korban Diancam Tidak Naik Kelas

Regional
Diduga Timbun Solar Bersubsidi, Seorang Warga Ditangkap Polisi

Diduga Timbun Solar Bersubsidi, Seorang Warga Ditangkap Polisi

Regional
Perampokan Toko Emas di Bandung, Pemilik Ditemukan Tewas, Satu Pelaku Ditangkap

Perampokan Toko Emas di Bandung, Pemilik Ditemukan Tewas, Satu Pelaku Ditangkap

Regional
Ombudsman Segera Investigasi Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan

Ombudsman Segera Investigasi Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan

Regional
Heboh, Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Bupati Sanusi: Kami Tak Pernah Beri Izin

Heboh, Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Bupati Sanusi: Kami Tak Pernah Beri Izin

Regional
Bupati Bogor Minta Bantuan 100 Nakes dari TNI, Ini Tujuannya

Bupati Bogor Minta Bantuan 100 Nakes dari TNI, Ini Tujuannya

Regional
Selebgram di Bali Live Konten Seks di Medsos Jadi Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara

Selebgram di Bali Live Konten Seks di Medsos Jadi Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara

Regional
Motif Selebgram di Bali Live Konten Seks, Terhimpit Ekonomi akibat Covid-19

Motif Selebgram di Bali Live Konten Seks, Terhimpit Ekonomi akibat Covid-19

Regional
Ditinggal Mendaki ke Puncak, Seorang Remaja Hilang di Gunung Guntur

Ditinggal Mendaki ke Puncak, Seorang Remaja Hilang di Gunung Guntur

Regional
Jadi RS Rujukan Perhelatan WSBK dan MotoGP, RSUP NTB Siapkan Helipad

Jadi RS Rujukan Perhelatan WSBK dan MotoGP, RSUP NTB Siapkan Helipad

Regional
30 Jam Jalan Kaki ke Kiwirok, 35 Personel Satgas Nemangkawi 4 Kali Terlibat Kontak Senjata dengan KKB

30 Jam Jalan Kaki ke Kiwirok, 35 Personel Satgas Nemangkawi 4 Kali Terlibat Kontak Senjata dengan KKB

Regional
Wisata Alam Sendang Seruni di Banyuwangi, Dialiri 7 Sumber Mata Air

Wisata Alam Sendang Seruni di Banyuwangi, Dialiri 7 Sumber Mata Air

Regional
Mengaku Pegawai Honorer BPK, Tersangka Penipuan Masker: Saya Terpaksa, Takut Kena Hukuman Berat

Mengaku Pegawai Honorer BPK, Tersangka Penipuan Masker: Saya Terpaksa, Takut Kena Hukuman Berat

Regional
PTM Terbatas di SMP Negeri 5 Yogyakarta Hanya 3 Jam, Satu Mata Pelajaran 30 Menit

PTM Terbatas di SMP Negeri 5 Yogyakarta Hanya 3 Jam, Satu Mata Pelajaran 30 Menit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.