Pulang dari Korea, Sunardi Tewas karena Mercon yang Diracik Meledak, Sang Adik Juga Meninggal, Ini Kronologinya

Kompas.com - 28/04/2021, 15:25 WIB
BAHAN MERCON—Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menunjukkan bahan untuk membuat mercon yang ditemukan tempat kejadian perkara dalam kasus tewasnya kakak beradik Sunardi dan Sumari, warga Dukuh Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIBAHAN MERCON—Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menunjukkan bahan untuk membuat mercon yang ditemukan tempat kejadian perkara dalam kasus tewasnya kakak beradik Sunardi dan Sumari, warga Dukuh Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo
Editor Rachmawati

Setelah terdengar ledakan, petugas menemukan jenazah Sunardi di bawah pohon pisang dengan sekujur tubuh alami luka bakar.

Tak hanya itu. Kondisi kaki jenazah Sunardi juga putus. Sementara sang adik ditemukan dalam kondisi hidup di atap rumah tetangganya.

Baca juga: Video Viral Polisi Beri Shock Therapy ke Pemuda yang Akan Bunyikan Mercon, Begini Endingnya...

Namun ia meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

“Sementara jasad adiknya ditemukan diatap rumah tetangga dalam kondisi hidup. Namun saat dilarikan ke rumah sakit meninggal dunia,” kata Benny.

Saat ini kedua korban berada di ruang jenazah untuk dilakukan autopsi.

Baca juga: Pemuda di Magelang Tewas Kena Ledakan Bahan Mercon yang Diraciknya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diduga untuk terbangkan balon udara

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan diduga mercon yang diracik oleh dua korban tersebut akan digunakan untuk menerbangkan balon udara.

“Di tempat kejadian perkara kami menemukan bubuk mesiu, selongsong, plastik, blarak (daun kelapa kering). Diperkirakan akan dipakai untuk balon udara,” ujar Kapolres Ponorogo, Rabu (28/4/2021).

Dugaan tersebut muncul karena polisi menemukan bahan pembuat mercon dan balon udara saat menyisir TKP.

Bahan pembuat mercon yang ditemukan berupa bubuk mesiu, selongsong petasan, kayu pencetak selongsong.

Baca juga: Razia SOTR, Polisi Temukan Balap Liar, Mercon dan Pasangan Mesum

Sementara, bahan yang digunakan untuk balon udara berupa daun kelapa kering dan gulungan plastik yang panjangnya mencapai puluhan meter.

Azis menduga ledakan terjadi karena ada gesekan antar alat saat mengaduk mesiu.

Menurutnya, gesekan antar alat bisa menimbulkan panas hingga percikan api dan memicu ledakan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi | Editor : Dheri Agriesta, Robertus Belarminus)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka, 5 Pelajar yang Terlibat Tawuran di Borobudur Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Jadi Tersangka, 5 Pelajar yang Terlibat Tawuran di Borobudur Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Regional
Profil dan Sejarah Kota Blitar

Profil dan Sejarah Kota Blitar

Regional
Keracunan Massal Nasi Berkat di Karawang Diduga karena Bakteri Salmonella

Keracunan Massal Nasi Berkat di Karawang Diduga karena Bakteri Salmonella

Regional
Setelah Ada Penyesuaian Aturan PPKM, Sejumlah Hotel di Bandung Tolak Tamu karena Fully Booked

Setelah Ada Penyesuaian Aturan PPKM, Sejumlah Hotel di Bandung Tolak Tamu karena Fully Booked

Regional
Viral Video Dugaan Pungli Rp 50.000 di Pos Polisi Mamuju Tengah, Sopir Truk Protes hingga Sebabkan Macet Panjang

Viral Video Dugaan Pungli Rp 50.000 di Pos Polisi Mamuju Tengah, Sopir Truk Protes hingga Sebabkan Macet Panjang

Regional
Belasan Mobil Dinas Pemkot Pekanbaru Dikuasai Oknum yang Tak Berhak

Belasan Mobil Dinas Pemkot Pekanbaru Dikuasai Oknum yang Tak Berhak

Regional
Cerita Makam Peneleh, Bekas Kuburan Mewah Pejabat Belanda di Surabaya

Cerita Makam Peneleh, Bekas Kuburan Mewah Pejabat Belanda di Surabaya

Regional
Ada 16.790 Usulan Penerima Bansos di Surabaya yang Ditolak

Ada 16.790 Usulan Penerima Bansos di Surabaya yang Ditolak

Regional
Pesan Atlet Disabilitas untuk Presiden Jokowi: Tolong Perlakukan Kami Sama

Pesan Atlet Disabilitas untuk Presiden Jokowi: Tolong Perlakukan Kami Sama

Regional
Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Trauma Siswi SMP Korban Pemerkosaan Ayah dan Kakak Kandung, Ketakutan Pulang ke Rumah

Regional
Upaya Konservasi Anggrek Pensil, Tanaman Langka di Bangka Belitung

Upaya Konservasi Anggrek Pensil, Tanaman Langka di Bangka Belitung

Regional
Ulah Kakek Cabul Terungkap Setelah Orangtua Korban Curiga Anaknya Selalu Pulang Bawa Uang

Ulah Kakek Cabul Terungkap Setelah Orangtua Korban Curiga Anaknya Selalu Pulang Bawa Uang

Regional
Pengakuan Guru Pesantren Setahun Cabuli 26 Bocah Laki-laki, Mengaku Penasaran, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Pengakuan Guru Pesantren Setahun Cabuli 26 Bocah Laki-laki, Mengaku Penasaran, Korban Diancam Dikurung di Gudang

Regional
Berjuang Tanpa Anggaran, Atlet Disabilitas NPCI Garut Bertekad Pertahankan 5 Besar Porda Jabar

Berjuang Tanpa Anggaran, Atlet Disabilitas NPCI Garut Bertekad Pertahankan 5 Besar Porda Jabar

Regional
Kronologi Kurir Dibegal Saat Antar Paket, Korban Ditembak

Kronologi Kurir Dibegal Saat Antar Paket, Korban Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.