Perawat Dianiaya Keluarga Pasien Sampai Trauma, PPNI Sumsel: Kami Tidak Ingin Putusan Majelis Hakim Rendah

Kompas.com - 23/04/2021, 05:00 WIB
JT pelaku penganiayaan seorang perawat inisial CSR saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAJT pelaku penganiayaan seorang perawat inisial CSR saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Sumatera Selatan (DPW PPNI Sumsel) menyatakan akan serius mengawal kasus penganiayaan terhadap perawat RS Siloam, CRS, hingga tuntas. 

PPNI Sumsel menyiapkan belasan pengacara untuk membela CRS yang menjadi korban kekerasan oleh JT, keluarga pasien.

Ketua DPW PPNI Sumatera Selatan Subhan Haikal mengatakan, belasan pengacara tersebut  berasal dari pihak Rumah Sakit serta keluarga dari CRS.

Menurut dia, hal itu sebagai bukti jika kasus CRS akan terus dikawal sampai ke persidangan.

"Ini bukti keseriusan kami untuk mengawal kasus tersebut, kami tidak ingin perkara ini berujung rendahnya putusan majelis hakim untuk tersangka," kata Subhan, melalui sambungan telepon, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Foto Penganiaya Perawat RS Siloam di Sel Tahanan Tersebar, Wajah Pucat, Mata Sembab

Kondisi korban membaik

Subhan menjelaskan, mereka saat ini masih menunggu penyidik dari Satuan Reserse Krimnal (Satreskrim) Polrestabes Palembang untuk melimpahkan kasus tersebut ke pihak Kejaksaan.

Menurut Subhan, kondisi kesehatan CRS ini terus membaik setelah adanya pendampingan psikolog dari pihak rumah sakit.

CRS sebelumnya sempat mengalami trauma berat bahkan hendak berhenti menjadi seorang perawat setelah dianiaya oleh JT.

"Kondisi korban sudah mulai membaik, sudah bisa tersenyum. Kalau kemarin untuk berbicara saja susah," jelasnya.

Baca juga: Dianiaya Keluarga Pasien, Perawat di Palembang Trauma, Polisi: Rambut Korban Sempat Dijambak

Pelaku mengaku emosi

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan CRS yang dilakukan oleh JT mencuat setelah video kekerasan itu tersebar di Instagram.

Dalam video tersebut, pelaku JT menganiaya korban tanpa ampun dengan pukulan dan tendangan.

Dari hasil pemeriksaan, JT tega menganiaya korban karena emosi melihat tangan anaknya yang masih berumur 2 tahun berdarah ketika jarum infus dicabut oleh korban. 

Baca juga: Video Viral Perawat di Palembang Ditampar, Disuruh Sujud, lalu Ditendang Keluarga Pasien



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Dikira Bunyi Kipas Angin, Rumah Darkimah Ternyata Dibakar Mantan Suami, Ini Penyebabnya

Sempat Dikira Bunyi Kipas Angin, Rumah Darkimah Ternyata Dibakar Mantan Suami, Ini Penyebabnya

Regional
Mengaku Polisi, Pria yang Ancam Tembak Seorang Pengendara Motor: Saya Khilaf

Mengaku Polisi, Pria yang Ancam Tembak Seorang Pengendara Motor: Saya Khilaf

Regional
Cerita Satpol PP Perempuan Diculik Pacar, Niat Dapat Restu Ibu, Pelaku Sempat Diamankan Polisi

Cerita Satpol PP Perempuan Diculik Pacar, Niat Dapat Restu Ibu, Pelaku Sempat Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Bocornya Soal Ujian Akhir SMP di Jember, Beredar di WhatsApp hingga DPRD Turun Tangan

Menyoal Bocornya Soal Ujian Akhir SMP di Jember, Beredar di WhatsApp hingga DPRD Turun Tangan

Regional
'Kekaisaran Sunda Nusantara Tidak Ada Hubungannya dengan Sunda Empire'

"Kekaisaran Sunda Nusantara Tidak Ada Hubungannya dengan Sunda Empire"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang | Klinik Jadi Tempat COD Alat Rapid Test Ilegal

[POPULER NUSANTARA] Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang | Klinik Jadi Tempat COD Alat Rapid Test Ilegal

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pontianak Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pontianak Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Jambi Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Jambi Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Serang Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Serang Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandar Lampung Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bandar Lampung Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X