Impor Beras Batal, Bulog Pekalongan Ditarget Serap 49.000 Ton Beras

Kompas.com - 22/04/2021, 21:00 WIB
Seorang pegawai mengecek kualitas beras yang tersimpan di Gudang Bulog Munjung Agung, Kabupaten Tegal, 23 Maret 2021. Tresno Setiadi/kompas.comSeorang pegawai mengecek kualitas beras yang tersimpan di Gudang Bulog Munjung Agung, Kabupaten Tegal, 23 Maret 2021.

TEGAL, KOMPAS.com - Dibatalkannya rencana impor beras hingga Juni mendatang membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) ditarget bisa menyerap beras dari petani lokal saat panen raya.

Kepala Perum Bulog Cabang Pekalongan Heriswan mengatakan, pihaknya ditarget bisa menyerap 49.542 ton beras petani lokal di tujuh kabupaten/kota di eks Karesidenan Pekalongan.

"Impor beras sementara dibatalkan sampai melihat Juni nanti. Bulog mendapat target untuk terus menyerap beras hasil panen sebanyak-banyaknya," kata Heriswan di kantornya di Jalan Kolonel Sugiono Kota Tegal, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Hadiri Panen Raya di Indramayu, Jokowi Tegaskan Setop Dulu Impor Beras

Heriswan mengatakan, hingga Rabu (21/4/2021), pihaknya telah menyerap 16.704 ton beras.

Sementara stok di seluruh gudang Bulog wilayah kerjanya tercatat ada beras 22.000 ton, dan gabah 7.000 ton.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Panen raya sudah mulai berkurang, namun di beberapa daerah masih. Jadi setiap hari masih bisa menyerap. Seperti di Kabupaten Brebes," kata Heriswan.

Menurutnya, meski mengutamakan menyerap beras hasil panen petani lokal, namun pihaknya diperbolehkan menyerap beras dari wilayah lain.

"Seperti sekarang di Indramayu sedang panen raya, dan kita boleh saja menyerap dari daerah lain asal masih NKRI. Namun tetap kita utamakan petani di wilayah kerja kami," terangnya.

Baca juga: Surplus, Bupati Rembang Tegas Tolak Impor Beras

Sementara dengan stok beras 22.000 ton dan gabah 7.000 ton, disebut Heriswan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni mendatang.

"Stok beras aman sampai Lebaran bahkan sesudahnya atau cukup untuk kebutuhan sampai bulan Juni," kata Heriswan.

Selain beras dan gabah, Bulog Pekalongan juga masih memiliki stok melimpah komoditas lain.

Seperti di antaranya daging kerbau 1,4 ton, daging sapi 2,185 ton, tepung 7,800 ton, gula pasir 141 ton, dan minyak goreng 2.427 liter.

Untuk menjaga stabilitas harga, pihaknya sejak H-3 Ramadhan bahkan sudah rutin menggelar operasi pasar.

"Operasi pasar sampai mendekati Lebaran. Untuk itu masyarakat tak perlu khawatir apalagi panik sampai belanja berlebihan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Waterspout di Banyuwangi, Terjadi 2 Menit dan Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Ahli

Fenomena Waterspout di Banyuwangi, Terjadi 2 Menit dan Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Ahli

Regional
Setelah Gempa M 6,1, 16 Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah

Setelah Gempa M 6,1, 16 Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah

Regional
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Overload, Pemkab Semarang Pinjam Gedung Pemprov Jateng

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Overload, Pemkab Semarang Pinjam Gedung Pemprov Jateng

Regional
4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Ini yang Ditemukan pada Makanan

4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Ini yang Ditemukan pada Makanan

Regional
Gempa Maluku Tengah, Warga Tehoru Panik Melihat Kondisi Air di Laut

Gempa Maluku Tengah, Warga Tehoru Panik Melihat Kondisi Air di Laut

Regional
Bupati Maluku Tengah: Kami Sudah Perintahkan Warga yang Tinggal di Pinggir Pantai Mengungsi

Bupati Maluku Tengah: Kami Sudah Perintahkan Warga yang Tinggal di Pinggir Pantai Mengungsi

Regional
Rawat Pasien Covid-19 Tanpa Izin, Sebuah Klinik di Karawang Disegel

Rawat Pasien Covid-19 Tanpa Izin, Sebuah Klinik di Karawang Disegel

Regional
Pabrik Pupuk Iskandar Muda Sebulan Berhenti Beroperasi, Manajemen Jamin Pasokan ke Petani Aman

Pabrik Pupuk Iskandar Muda Sebulan Berhenti Beroperasi, Manajemen Jamin Pasokan ke Petani Aman

Regional
46 CPNS Tulungagung dan Satu Awak Bus Rombongan Reaktif Usai Latsar di Surabaya

46 CPNS Tulungagung dan Satu Awak Bus Rombongan Reaktif Usai Latsar di Surabaya

Regional
Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Mantan Sekda dan Kabiro Kesra Sumsel Ditahan

Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Mantan Sekda dan Kabiro Kesra Sumsel Ditahan

Regional
Satgas Covid-19 Lamongan Sebut Klaster Sidodowo Sudah Melandai

Satgas Covid-19 Lamongan Sebut Klaster Sidodowo Sudah Melandai

Regional
Cerita Humas Gugus Tugas Terpapar Covid-19: Ada yang Lapor Meninggal, Saya Merasa Tak Berguna...

Cerita Humas Gugus Tugas Terpapar Covid-19: Ada yang Lapor Meninggal, Saya Merasa Tak Berguna...

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Suami Bunuh Istri dan Anaknya yang Balita

Polisi Masih Dalami Motif Suami Bunuh Istri dan Anaknya yang Balita

Regional
Pemprov Kepri Ingin Pelabuhan Menyiapkan Sentra Vaksinasi

Pemprov Kepri Ingin Pelabuhan Menyiapkan Sentra Vaksinasi

Regional
Edy Rahmayadi Berencana Lelang Jabatan Kepala Sekolah SMA dan SMK

Edy Rahmayadi Berencana Lelang Jabatan Kepala Sekolah SMA dan SMK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X