Kronologi Marinir Bubarkan Aksi "Prank" Pocong di Lampung, Berawal Seorang Ibu Ketakutan di Jalan

Kompas.com - 20/04/2021, 14:40 WIB
Para remaja yang kepergok prank pocong di Teluk Panda, Pesawaran. (FOTO: Kolase/Dok. Paspos Brigif 4 Marinir/BS Piabung). PicasaPara remaja yang kepergok prank pocong di Teluk Panda, Pesawaran. (FOTO: Kolase/Dok. Paspos Brigif 4 Marinir/BS Piabung).

KOMPAS.com - Perwira Staf Operasional (Pasops) Brigif 4 Marinir/BS Piabung Letnan Kolonel (Letkol) Marinir James Munthe membubarkan aksi "prank" pocong yang dilakukan belasan remaja di Jalan Teluk Pandan di Desa Sukajaya, Lempasing, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut James, pembubaran aksi prank itu berawal setelah ada seorang ibu yang ketakutan setelah menjadi korban prank.

“Ada seorang ibu yang mengendarai sepeda motor menghentikan kendaraan dinas TNI AL. Ibu itu ketakutan hingga meminta pertolongan,” kata James dalam keterangan pers, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Cerita Istri Pria yang Aniaya Perawat di RS Siloam: Jujur, Sejak Awal Sikap Suster Tidak Enak

Kabur usai lihat Marinir

Setelah mendengar cerita ibu korban prank itu, anggota dari kesatuan Brigadir Infantri (Brigif) 4 Marinir/BS Piabung, Lampung, segera ke lokasi.

Melihat ada kendaraan TNI AL, menurut James, belasan remaja itu bubar dan kabur dari lokasi. Namun anggota berhasil mengamankan satu rejama

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada satu orang anak yang ketangkap. Kemudian, yang ikut aksi itu dikumpulkan ke rumah RT setempat,” kata James.

Baca juga: Prank Pocong di Pinggir Jalan Kepergok Marinir, 18 ABG Dibawa ke RT

 

Dibina dan orangtua dipanggil

Anggota kemudian membawa remaja itu ke ketua RT setempat dan diminta untuk mengumpulkan rekan-rekan yang ikut aksi prank pocong itu.

Saat itu ada 15 remaja yang dikumpulkan. Totalnya ada 18 orang dengan usia 12 tahun hingga 15 tahun.

Mereka adalah Zk (14), Rb (14), Af (14), Al (14), Fk (16), Zk (15), Nd (15), Nd (13), Rk(15), Ln (15), Fg (15), Df (15), Df (12), Ih (15), Zk (14), Ak (14), Ah (13) dan Hp (14).

Baca juga: BERITA FOTO: Fenomena Danau Baru Usai Badai Seroja di Kupang, NTT

Setelah dilakukan pembinaan, para orantua remaja itu dipanggil. Para remaja juga diminta berjanji di depan orangtua untuk tidak mengulangi perbuatan itu.

“Pengakuan mereka aksi pocong-pocongan sudah dilakukan sebanyak dua kali dan hanya bertujuan iseng-iseng saja,” kata James.

(Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor: Farid Assifa)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Rendah, Dinkes: Masyarakat Masih Termakan Hoaks

Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Rendah, Dinkes: Masyarakat Masih Termakan Hoaks

Regional
Soal Wacana Yogyakarta “Lockdown”, Ditentukan Beberapa Hal Ini

Soal Wacana Yogyakarta “Lockdown”, Ditentukan Beberapa Hal Ini

Regional
Pengakuan 2 Korban Kekerasan Seksual SMA di Batu: Diajak Training di Rumah Pribadi yang Mewah

Pengakuan 2 Korban Kekerasan Seksual SMA di Batu: Diajak Training di Rumah Pribadi yang Mewah

Regional
140 Preman di Lampung Ditangkap Polisi, Ini Caranya 'Peras' Perusahaan

140 Preman di Lampung Ditangkap Polisi, Ini Caranya "Peras" Perusahaan

Regional
Ridwan Kamil Minta Bupati Bandung Gunakan RS Otista untuk Rawat Pasien Covid-19

Ridwan Kamil Minta Bupati Bandung Gunakan RS Otista untuk Rawat Pasien Covid-19

Regional
50 Warga Mojokerto Positif Covid-19, Satgas Duga 2 Kegiatan Ini Jadi Penyebabnya

50 Warga Mojokerto Positif Covid-19, Satgas Duga 2 Kegiatan Ini Jadi Penyebabnya

Regional
Belum Sepekan, Angka Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Sehari 638 Kasus

Belum Sepekan, Angka Covid-19 di DIY Kembali Pecah Rekor, Sehari 638 Kasus

Regional
Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Ini Alasan Bupati Banjarnegara Izinkan Warganya Gelar Hajatan

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Angka Kematian Covid-19 di Palembang Lewati Standar WHO, Ini Penyebabnya

Regional
Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Fakta Resto Abal-abal di Lapak Online, Catut Nama Restoran Terkenal di Surabaya, Miliki 30 Usaha Fiktif

Regional
Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Soal Video Viral Bupati Alor Marah-marah, Ini Tanggapan Gubernur NTT

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jika Rumah Sakit di Jabar Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Regional
Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Wawali Yogyakarta: Masyarakat Jangan Panic Buying

Regional
Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Kisah Tragis Sejoli Tewas Usai Terseret Ombak Saat Berenang di Pantai

Regional
Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Angka Covid-19 di Bandung Melonjak, Polisi Tak Akan Sekat Pintu Tol, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X