Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Temukan Sabu dan Pelat Nomor Palsu di Mobil Peneror Anak Bupati Brebes

Kompas.com - 19/04/2021, 05:31 WIB
Tresno Setiadi,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BREBES, KOMPAS.com - ZR (33) warga Bandung, Jawa Barat, ditangkap Polres Brebes setelah meneror anak Bupati Brebes, Idza Priyanti, Minggu (18/4/2021) malam.

Bersama ZR yang ditangkap di lampu merah Terminal Bus Kota Tegal, turut diamankan sabu seberat 2 gram, pelat nomor palsu hingga sebilah pisau.

"Barang bukti pisau, sabu 2 gram, kemudian pelat nomor palsu, pisau kita bawa semua untuk penyidikan lebih lanjut," kata Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, di RS Mitra Keluarga Kota Tegal, Minggu (18/4/2021) malam.

Baca juga: Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Pelaku ZR sendiri sempat dilarikan ke RS Mitra Keluarga karena mengalami luka di bagian kakinya setelah dilumpuhkan petugas.

Saat akan ditangkap, ZR sempat melawan hingga akhirnya kaki bagian kanan ditembak.

Gatot mengatakan, akan melakukan tes urine untuk memastikan apakah pelaku dalam pengaruh narkoba saat melakukan teror.

"Nanti kita tes urine. Apakah residivis juga kami belum tahu. Kendaraan pelaku bernopol BL 4 GU namun di dalam mobil juga banyak sekali pelat nomornya maka nanti kita telusuri," ujar Gatot.

Baca juga: Peneror Putri Bupati Brebes Ditangkap, Ditembak karena Acungkan Pisau

Diberitakan sebelumnya, EN, putri dari Bupati Brebes, Jawa Tengah Idza Priyanti diteror orang tak dikenal dalam perjalanan pulang usai mengikuti acara buka puasa bersama di Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (18/4/2021) malam.

EN yang mengendarai mobil HRV hitam berplat G 1 DA, dipepet orang tak dikenal tepatnya di jalur pantura tak jauh dari Exit Tol Brebes.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com